mestinya, bersyukur..

Bismillahirrahmanirrahim…

Pernahkah suatu kali kita berpikir? Bahwa dalam satu hari, kita telah diberi begitu banyak kenikmatan? Di mana seringkali kita lupa, bahwa kita belum bersyukur untuk satu hari yang bahkan menurut kita begitu melelahkan?
Bagaimana dengan….

Hidup kita hari ini? Apakah sebenarnya kita mungkin saja seharusnya tidak berada di tempat kita berada sekarang?
Saat sekarang kita mendapati diri kita sedang berada dalam tumpukan tugas yang menggunung mengalahkan sampah di gunung Tugel, apa kita bersyukur?
Seharusnya ya, karena kita lebih beruntung daripada berada di lautan api, tengah peperangan, di tengah wabah penyakit, segala macam yang menjadi jalan kita menuju maut.

Dan kita belum bersyukur.
Satu langkah ke depan. Kita dapat. Padahal kita mungkin saja tidak bisa menapakkan kaki kita lagi.

Kita mampu mendengar.
Mampu berbicara.
Mampu menulis.
Mampu berpikir.
Mampu melihat.
Mampu bereaksi.
Mampu tersenyum.
Mampu buang hajat.
Mampu bersujud.
Mampu beribadah.
Mampu membuang ingus.
Mampu mandi.
Mampu duduk.
Mampu berdiri.
Mampu kentut.

Tidak akan habis disebutkan dalam banyak jam yang mampu kita habiskan dengan mengeluh.
Tidak ada yang kita dapat dengan mengeluh selain mengurangi energi kita untuk mengeluh.
Sungguh, apabila kau menyadari ini semua, rasanya satu jam menangis di atas sajadah bukan hal yang lama.
Jujur, ketika menulis ini, air mata merembes di lensaku. Bukannya cengeng. Tapi memang begitulah…. tidak ada gunanya kita di dunia ini tanpa Dia. Betul-betul.

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s