siwak, si iwak??

Suatu siang yang cerah, pelajaran hadits, ustadzku yg sedikit gokil masuk sambil bersiwak, murid2 keheranan, menunggu sang ustadz memulai pelajaran… Dulu emang aneh, tapi sebenernya nggak ada yang aneh…

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., “Rasulullah SAW. bersabda, ‘Andaikan aku tidak memberatkan niscaya aku perintahkan mereka untuk bersiwak setiap melakukan shalat’.”

Diriwayatkan dari ANas, “Rasulullah SAW bersabda; ‘Aku anjurkan agar kalian sering bersiwak’.” (HR. Imam Bukhari)

Diriwayatkan dari Amir Ibnu Rabi’ah r.s., “Saya melihat Rasulullah SAW (berkali-kali) tidak aku hitung bersiwakan sedangkan beliau berpuasa.”

Abu Salmah menyatakan, “Saya melihat Zaid duduk di masjid sedangkan di telinganya terletak siwak, seperti pena di telinga seorang penulis. Setiap kali mendirikan shalat beliau selalu bersiwakan.”

Aku pernah gosok gigi pake siwak, tapi siwak yg kupake gede, hehe, kayak batang pohon singkong yg masih muda. Rasanya ada asinnya, ada pedes2 dikit… ramai rasanya…
Udah gitu gak digepruk dulu, jadinya keras. Padahal ada cara-cara tersendiri buat make siwak. Misal, dipegang kayak pas megang pensil atau diletakkan antara ke-4 jari dan disandarkan pada ibu jari. Digerakkan melingkar di permukaan gigi dan gerakan atas-bawah.

Di buku tentang as-Siwak; Ahammiyyatuh Wa Isti’maluh (Urgensi dan Penggunaan Siwak) ada nih perbandingan antara siwak en sikat gigi biasa..

Siwak

  • Secara alami mengandung zat2 pembersih dan pencuci
  • Dapat membuang sisa2 makanan di sela gigi, ia memiliki serabut alami yang kuat, tidak patah bila ditekan
  • Bersifat elastis, bisa dibentuk sesuai keinginan dan bisa menjangkau sela2 gigi, shg dapat membuang sisa makanan yg terselip tanpa menyakiti gigi
  • Berfungsi sbg pembersih kimiawi yg kontinyu dan otomatis
  • Mengandung unsur empedu (yg menimbulkan rasa pahit) dan pedas, mempunyai konsentrasi yg tinggi dan rasa yg bagus sbg bahan untuk mengobati radang gusi
  • Lebih mudah diatur dan dibentuk tepinya dengan menumbuk dan memotong serabutnya
  • Mempunyai rasa khas yg dpt melancarkan pengeluaran air liur dan meningkatkan pertahanan organik mulut.
  • Mengandung unsur minyak wangi yg dpt mengharumkan mulut, serta menutup bau yg tdk sedap

Lah kalo sikat gigi biasa gimana tuh??

  • Tdk mengandung zat pencuci dan pembersih alami
  • Tdk selalu dapat membuang sisa makanan dan berpotensi patah bila ditekan
  • Tdk slalu bisa dibentuk sesuai dg keinginan pemakai
  • Setelah dipergunakan dg pasta gigi, hanya dalam waktu 20 mnt saja, kuman kembali lagi ke mulut
  • Slalu butuh pasta gigi
  • Kbanyakan komposisi pasta gigi yg ada hanya berasal dari unsur2 sabun saja
  • Seseorang yg pernah menggunakan sikat gigi kemudian mengabaikannya justru dapat menyebabkan berbagai macam penyakit gigi
  • Tidak memiliki rasa khas, sebab selalu tergantung dg pasta gigi

Ali bin Abu Thalib -Karramallahu wajhah- menyatakan, “Kami telah diperintah untuk bersiwak. Siwak dapat menjaga kesehatan mulut dan menghilangkan dahak. Jika seorang hamba mendirikan shalat, maka datanglah malaikat kepadanya. Malaikat itu berdiri di belakangnya sambil mendengarkan Al-Qur’an dg tercengang sehingga meletakkan mulutnya ke mulut hamba tersebut. Lalu, hamba itu tidak membaca satu ayat dari Al-Qur’an kecuali bacaannya berada di dalam rongga mulut malaikat.”

dapus:Al-Khuli, Hilmi. Menyingkap Rahasia Gerakan-gerakan Shalat.

Advertisements

7 thoughts on “siwak, si iwak??

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s