TANYATANYA: gimana kalo punya anak dengan keterbelakangan mental?

bismillahirrahmanirrahim…

kelar blok BHL 4, dengan segala pasal2 kedokteran dan etika, saya mau nanya nih temans, dijawab sesuai hati nurani yang terdalam yah [lhoo??]

Suatu kali, Anda dan calon pasangan Anda melakukan premarital testing, di mana tes ini dilakukan untuk melihat apakah Anda dan calon pasangan Anda memiliki bibit2 kelainan genetik dalam diri Anda. Hasil keluar. Ternyata pasangan Anda memiliki kemungkinan mendapat keturunan [yaitu kelak keturunan Anda juga] yang memiliki kecacatan, misal: retardasi mental. Apakah yang akan Anda lakukan? Membatalkan rencana pernikahan Anda? Atau meneruskan dengan bayang2 akan mendapatkan keturunan yang seperti di atas?

Sebutkan beserta alasan! [Ini bukan soal ujian looh…]

Advertisements

11 thoughts on “TANYATANYA: gimana kalo punya anak dengan keterbelakangan mental?

  1. kalau sudah yakin dan mantap dia ‘JODOH’, insyaALLAH saya lanjut saja.mengenai keturunan nanti, saya serahkan sepenuhnya pada Alloh sambil berdoa agar diberikan YANG TERBAIK.juga senantiasa menjaga gizi. :)Alasan: Saya YAKIN pada ALLAH. 🙂

  2. Wah, itu suatu pilihan yang susah.Tapi kalo udah cinta sama cinta, tak ada alasan untuk tidak meneruskannya.Untuk mendapatkan keturunan yang mentally retarded kan tergantung probability-nya.Kalo toh mendapat keturunan yang mentally retarded, masih juga dimasukkan “sekolah luar biasa” di mana si anak dapat dididik supaya bisa mandiri. Tentu saja ini berlaku bila keadaannya tidak terlalu parah.Kalo toh tak berani mengambil risiko ini, ya dibatalkan saja.

  3. sepokat ama kedua comento sebelumnya. kalo emang hasil istikhoroh ‘yes’, maka lanjut aja. Toh kalopun kita mendapat anak yang mental retarded itu merupakan kepercayaan yang Allah kasi buat kita. Lagian ane kan kuliah di jurusan Pendidikan Luar Biasa, jadi ilmunya bisa dipake juga buat ngedidik anak. kekekekekkk…tfs ^_^

  4. mmamir38 said: Wah, itu suatu pilihan yang susah.Tapi kalo udah cinta sama cinta, tak ada alasan untuk tidak meneruskannya.Untuk mendapatkan keturunan yang mentally retarded kan tergantung probability-nya.Kalo toh mendapat keturunan yang mentally retarded, masih juga dimasukkan “sekolah luar biasa” di mana si anak dapat dididik supaya bisa mandiri. Tentu saja ini berlaku bila keadaannya tidak terlalu parah.Kalo toh tak berani mengambil risiko ini, ya dibatalkan saja.

    dilema oh dilema, hwhw, jadi.. kalo udah cinta mahh lanjuuut, gitu ya Pak Dokter?? hwhw

  5. berry89 said: dilema oh dilema, hwhw, jadi.. kalo udah cinta mahh lanjuuut, gitu ya Pak Dokter?? hwhw

    Mungkin shalat istikharah mbak Haya =)Serahkan semuanya pada Allah SWT setelah berusaha sekeras & semampu kita. Karena Dia lah Yg Maha Mengetahui, termasuk apa yg akan terjadi di masa depan.Saya rasa begitu, tapi tetap saja mengaplikasikannya susah, masalahnya berkaitan dengan pernikahan sich, hix hix ='(

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s