Mengapa Begitu Sunyi?

bismillahirrahmanirrahim

Sendirian di selasar masjid
memandangi pohon alpokat remaja
ditemani angin panas dari sebrang

Mengapa begitu sepi?
Padahal aku mendengar hiruk pikuk
Burung-burung pun berkicau sahut-sahutan

Hei. Semut mulai berseliweran di jilbab putihku
Panas. Dan sepi
Mana adzan?
Aku butuh sekarang…

Ha_Na
28 october 2009
dalam penantian
Advertisements

14 thoughts on “Mengapa Begitu Sunyi?

  1. ajengprimastiwi said: pohon alpuketku. skarang dah gede ya? makasi dah mindahin k halaman masjid ^^(komen aneh yg ngga nyambung)hehehe

    iya, tiap hari juga ngelongok ni bocah…pindahin semua taneman kamu ke halaman masjid ya, biar sejuk… *kipas2

  2. berry89 said: iya, tiap hari juga ngelongok ni bocah…pindahin semua taneman kamu ke halaman masjid ya, biar sejuk… *kipas2

    boleh..boleh..km yg angkutin semua yakkita rawat bareng2*gayaneeee….padahal nyiramin aja klo inget. hiks, kasian alpuketku.hiks

  3. berry89 said: apokat yg mana yang kasian? yang disiram cendol?

    enggak kasian ah, tanemanku yg kasian, keringapokatmu udah memperpanjang akar, bisa nyedot air bekas wudu o__Odia udah besar, saatnya dilepas..

  4. berry89 said: apokat yg mana yang kasian? yang disiram cendol?

    “mana adzan?aku butuh sekarang”kereeeeen! love it! love it!subhanallah, Allah sungguh Maha Puitis mencipta katasalam kenal, sy retnadi.betah deh berkunjung ke rumah kosmis cintamu 🙂

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s