Kelopak-kelopak Kematian

Bismillahirrahmanirrahim…

Aku di sini
Di antara kelopak mawar
Entah sejak kapan ini bermula
Tapi rizkiku datang darinya
Kesedihan membeli berkeranjang bunga
Apa ini dinamakan
kesenangan di atas kesedihan?
Tapi ku tak pernah menyatakan rasa senang
tiap kembangku bertabur di tanah merah
Setiap saat aku melihat
rombongan dengan keranda
Orang-orang berwajah sendu
Dan taburan kembang
Itu kembangku, dan peringatan kematian

Ha_Na
dalam penantian
(Lupa tanggal berapa)

“Dan (alangkah ngerinya), jika sekiranya kamu melihat orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata), “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), niscaya kami akan mengerjakan kebajikan. Sungguh, kami adalah orang-orang yang yakin” (As-sajdah [32] : 12)

Kepikiran, setelah nonton salah satu reality show, tentang penjual bunga tabur buat pemakaman. Rumahnya adalah tempat dia dagang, ga ada tembok, cuma ada kain-kain yanf kena anginpun dia tersibak. Duhai, nikmat mana lagi yang harus kita dustakan? Apa balasan kita?

Advertisements

2 thoughts on “Kelopak-kelopak Kematian

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s