Aku Ingin Jadi Guru

Bismillahirrahmanirrahim….


Apa pasal? Emang sekarang kamu kuliah di keguruan?
Enggak.
So?
Ya pengen aja.
Kenapa?
Gapapa, siapa tahu. Bisa jadi guru TK.

Ada banyak guru yang sudah kutemui sepanjang usiaku.

SD. Anak kecil penakut. That’s me. 1 guru killer yang paling bikin aku deg2an. Suka main tangan. Dari obrolanku terakhir bareng temen2 SDku, beliau rajin jambak rambut anak didiknya. Aku pernah digetok pake penghapus, pelan sih, tapi abis itu pingsan *emang getoknya pas mau pingsan, hwhw. Tapi suatu perasaan tidak suka muncul dan menggumpal.

Yang paling berkesan? Guru SMP lah. Mereka bukan cuma guru. Mereka teman. Super baik. Ust. Agus, subhanallah…. guru tahfidz… senyumannya, meskipun kami bermain bekel di belakang kelas, setelah maju giliran menghafal, beliau tetap tersenyum, apa yang membuatnya bisa demikian baik? Ust. Yunan, dengan satu gerakan khasnya… hmm, rahasia. Ustadz tampan itu… kalau nggak salah ngajar hadits… Ustadzah2ku… ibu pengganti, dari jam 7 sampai jam 3 sore.

SMA. Cuek. Kecuali guru BK, deket sama murid.

Sukaa liat postingan para guru2 di MP. Kebahagiaan bersama anak-anak, riang.

Salah satu obrolanku dengan temanku, anak UGM. Waktu KKN dia ngajar anak SD, seminggu 2 kali. Katanya, wajar aja guru marah, anaknya bandel.
Aku. KKN. Ngajar nenek-nenek, kakek-kakek. Yap. Aku merasakan suatu kekesalan, apabila kemauanku tidak kunjung diturutinya. Tapi mana pantas kita membentaknya? Memukul? Tidak mungkin. Itulah seninya. Dan saat murid-murid kita berkata ‘aku bisa’, senyum kita tersungging indah…

Yah, siapa tahu, suatu hari nanti..


Advertisements

65 thoughts on “Aku Ingin Jadi Guru

  1. rainluminous said: Apakah msh ada akta 4? 0.0[meski sdh 3 bulan kuliah, msh tetap pengn jd pengajar ^o^]

    hidup UPI…loh…haghaghag…pada dasar’a semua orang adalah guru…guru bagi yg lain…guru bagi anak2…guru bagi masyarakat yg wajib dan harus bisa digugu dan ditiru segala prilaku’a…ya semoga qt tdk terjebak pada definisi bahwa guru adalah profesi…*tsaah…kata2 calon guru n pendidik mode on*…btw…jd inget kata2 pramoedya a toer…jd guru tu berat…karena ia harus membuka pintu kebajikan di setiap tubuh anak bangsa…itu tuh yg dilupain pengajar jaman skrg…*curcol*

  2. aya06fkuh said: hahahaha…… kerja sampingan…ngak kok haya….. ngak sampe mupeng kok. tuh kan impian waktu SMP kayaknya..terbawa suasana waktu itu sepertinya. hehehehehe….. lagian kalo dipikir2 itu impian paling egois kayaknya..hahahahaha…..

    iyalah.. tar kalo udah jadi dokter kan bisa jadi petualang juga, hwhw

  3. ghaziahazmiizzati said: hidup UPI…loh…haghaghag…pada dasar’a semua orang adalah guru…guru bagi yg lain…guru bagi anak2…guru bagi masyarakat yg wajib dan harus bisa digugu dan ditiru segala prilaku’a…ya semoga qt tdk terjebak pada definisi bahwa guru adalah profesi…*tsaah…kata2 calon guru n pendidik mode on*…btw…jd inget kata2 pramoedya a toer…jd guru tu berat…karena ia harus membuka pintu kebajikan di setiap tubuh anak bangsa…itu tuh yg dilupain pengajar jaman skrg…*curcol*

    emang guru bukan profesi? setauku yg bukan profesi tu tukang becak… hwhwhwjadilah guru yg baik mba… hihiw

  4. ghaziahazmiizzati said: hidup UPI…loh…haghaghag…pada dasar’a semua orang adalah guru…guru bagi yg lain…guru bagi anak2…guru bagi masyarakat yg wajib dan harus bisa digugu dan ditiru segala prilaku’a…ya semoga qt tdk terjebak pada definisi bahwa guru adalah profesi…*tsaah…kata2 calon guru n pendidik mode on*…btw…jd inget kata2 pramoedya a toer…jd guru tu berat…karena ia harus membuka pintu kebajikan di setiap tubuh anak bangsa…itu tuh yg dilupain pengajar jaman skrg…*curcol*

    Menjadi guru tuh tak mudah. Ada seninya. Persoalan jadi guru bukan sekadar soal kita yang “harus cerdas” melainkan bagaimana kita mencerdaskan. Harus menguasai betul pendekatan Andragogik, pedagogik.. Salah2 seperti yg dicontohkan anak malah jadi trauma. Sepakat sama Hesti lah.. Hidup UPI.. Hohoho.. 😀

  5. membukamata said: Menjadi guru tuh tak mudah. Ada seninya. Persoalan jadi guru bukan sekadar soal kita yang “harus cerdas” melainkan bagaimana kita mencerdaskan. Harus menguasai betul pendekatan Andragogik, pedagogik.. Salah2 seperti yg dicontohkan anak malah jadi trauma. Sepakat sama Hesti lah.. Hidup UPI.. Hohoho.. 😀

    yep, andragogi pedagogi… tergantung siapa yg diajarexactly

  6. membukamata said: Menjadi guru tuh tak mudah. Ada seninya. Persoalan jadi guru bukan sekadar soal kita yang “harus cerdas” melainkan bagaimana kita mencerdaskan. Harus menguasai betul pendekatan Andragogik, pedagogik.. Salah2 seperti yg dicontohkan anak malah jadi trauma. Sepakat sama Hesti lah.. Hidup UPI.. Hohoho.. 😀

    napa mas? mual? hehe

  7. membukamata said: Menjadi guru tuh tak mudah. Ada seninya. Persoalan jadi guru bukan sekadar soal kita yang “harus cerdas” melainkan bagaimana kita mencerdaskan. Harus menguasai betul pendekatan Andragogik, pedagogik.. Salah2 seperti yg dicontohkan anak malah jadi trauma. Sepakat sama Hesti lah.. Hidup UPI.. Hohoho.. 😀

    blajar ilmu ngajar sama aq yuks.. insy Allah aq calon guru.. ^^

  8. membukamata said: Menjadi guru tuh tak mudah. Ada seninya. Persoalan jadi guru bukan sekadar soal kita yang “harus cerdas” melainkan bagaimana kita mencerdaskan. Harus menguasai betul pendekatan Andragogik, pedagogik.. Salah2 seperti yg dicontohkan anak malah jadi trauma. Sepakat sama Hesti lah.. Hidup UPI.. Hohoho.. 😀

    yuuukkkkssamiin

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s