Tahukah cinta, betapa tampan dan berseri-serinya wajahmu malam itu?

Bismillahirrahmanirrahim…

“Tahukah cinta, betapa tampan dan berseri-serinya wajahmu malam itu? Saat kau meminta maaf berulang-ulang.”

Apa yang bisa kukatakan tentangmu?
Suamiku yang bertanggung jawab.
Lelaki pengertian, yang selalu memperlakukan istri, anak, orang tua, sanak saudara, dan tetangga-tetangganya dengan amat baik.

………….

“Tahukah cinta, betapa tampan dan berseri-serinya wajahmu malam itu? Saat kau meminta maaf berulang-ulang.” Awalnya kukira permintaan maaf itu karena keterlambatan pulang. Sebab kau masuk rumah ketika jam berdentang dua kali di pagi hari. Selepas melawat salah satu tetangga kita yang ibunya baru saja meninggal.

“Maafkan ayah, Bu. Maafkan ayah…”

Cinta, harusnya kau tahu betapa aku selalu mempercayaimu. Sebab tidak pernah ada kesalahanmu yang terlalu besar untuk kumaafkan. Tapi seolah tak yakin, kau masih mengulang-ulang kalimat yang sama hingga tiga kali,.

Suaramu terdengar amat bersungguh-sungguh sambil memeluk dan mencium keningku. Meski tidak mengerti kuanggukkan kepala, dan mengingatkanmu jika belum shalat isya.

Aku masih ingat bagaimana kau langsung bangkit dan melaksanakan shalat. Setelahnya kau kembali memeluk dan menciumku, sembari mengulang-ulang permintaan maaf.

Ah, kesalahan apa yang harus kumaafkan, Cinta?

Tapi kubiarkan kau memelukku erat hingga beberapa lama. Kutatap wajahmu yang tampak bercahaya. Dari lisanmu terlempar kalimat itu sekali lagi,

“Maafkan ayah…”

Setelah kalimat itu kau sempat menyebut asma Allah lirih, sebelum terdiam. Hanya suara dengkuran lambat-lambat yang terdengar, kemudian kepalamu jatuh di bahuku.

Seharusnya aku mengerti. Maafkan aku yang mengira kau hanya tertidur pulas karena kecapekan. Sempat kubiarkan kau tertidur menelungkupiku. Tapi karena merasa berat, aku coba membangunkanmu agar berpindah ke sisiku.

“Ayah, bangun sayang…”

Tapi hingga berulang-ulang tubuhmu tetap bergeming. Kaku dalam pelukanku. Ketika akhirnya berhasil memindahkan tubuhmu ke samping, aku mulai panik. Kugoyang-goyangkan badanmu, tapi tak ada reaksi. Panikku bertambah saat kaki dan tanganmu terasa dingin, hanya badanmu yang masih hangat.

……………….

Cerita indah ini, ada di buku Catatan Hati Seorang Istri yang dikumpulkan oleh Asma Nadia. Pasti banyak yang udah baca, ini salah satu cerita yang menyentuh… Sengaja nggak kutulis lengkap biar baca sendiri. Bisa cari di toko buku terdekat, lagi bulan diskon buku nih, kalo enggak, klik INI aja..

Advertisements

21 thoughts on “Tahukah cinta, betapa tampan dan berseri-serinya wajahmu malam itu?

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s