Aku menutup diriku untuk sementara

Lagi-lagi aku menangis

Untuk masalah sekecil zarah

Tapi bulir air mata itu

Mengeruk seluruh kesadaran di hati

Di suasana sehening pemakaman

Pikiran ini terus berputar dan berdentum

Menguak sebuah kenyataan

Bahwa tidak ada yang pernah kulakukan di dunia

Alunan hari berjalan bagai tak tahu

Melangkah ringan saja tanpa gurat memori

Apa yang akan kubanggakan pada-Nya kelak?

Sebuah catatan buram yang sepi

Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi

Hari hujan atau langit cerah

Untuk saat ini

Biarkan aku sendiri

Mendirikan sebuah keniscayaan

Menyelesaikan sebuah penantian

4:13, 7 des 2008

Aku menutup diriku untuk sementara…

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s