Puisi untuknya…

Wangi bunga mawar

Menyebar di penjuru ruang

Suatu keheningan tanpa senyum

Air mata menitik deras, dari hati

Terluka kehilangan yang tercinta

Dia telah pergi

Meninggalkan kenangan manis di tiap pojok rumah

Meninggalkan kebaikan di hati tiap orang

Wahai pahlawan tanpa tanda jasa

Aku menangis

Tapi aku hanya bisa berdoa

Semoga darahmu menjadi saksi perjuanganmu

Aku sadar

Seandainya bisa

Tiap orang akan memundurkan usianya

Tapi tidak, karena Allah maha tahu

23 Desember 2008

In memoriam

Daryati

Kami ikhlas kau mendahului kami

Carikan jalan untuk kami

[ph, dalam tetes air mata]

semoga engkau syahid…

“Bagi umat ada ajalnya. Jika datang ajal,
mereka tak dapat menundanya walau sesaat
atau mempercepatnya.” [QS. Al-A’raf:34]

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s