Eyang, puding ini untukmu…

Bismillahirrahmanirrahim….

Hari ini bikin puding susu. The simple one. Jadi dua mangkok. Udah jadi, di kulkas. Ambil satu. Terus aku inget Eyang, “Apa aku harus bawain buat Eyang? Tapi kalo nggak dimakan gimana?”
Akhirnya kuambil yang paling cantik, kupotong. Ibu tanya, “Kamu bikin dua kan?”
Aku mengangguk. Aku yakin pikiran kami sama. “Buat Eyang aja ini, yang bagus, dipotong yang rapi.”
Sigap aku memotongnya, memindahnya perlahan, karena ia begitu rapuh.

Ingatanku kembali ke beberapa tahun lalu. Terbaring di RS, bersebelahan dengan ibu, Demam Thyphoid. Ramai orang menjenguk. Bikin pusing. Lalu datanglah ia, meletakkan sewadah agar2 di meja samping tempat tidurku. Menyuapiku dengan lembut. Karena Ibu yang seharusnya menyuapi juga terbaring di samping, itu sangat menyenangkan.

Harusnya sekarang aku ganti menyuapinya, tapi ia pasti tak akan mau. Sudah tak ada gigi, makan jadi hanya sedikit. Semoga puding susu itu dimakannya. Ini lembut Eyang. Aku kangen. Tapi aku tak bisa pergi. Kutitipkan puding ini untukmu… menggantikan agar-agar merah yang dulu kau buat untukku.

Advertisements

10 thoughts on “Eyang, puding ini untukmu…

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s