Kisah Serumpun Sirih dan Sejumput Cabai

Bismillahirrahmanirrahim….

Entah sejak kapan sirih itu merumpun
Dari sebatang pendek berakar
Hingga berdaun banyak, menghabiskan space kemuning yang cantik

Entah berapa kali sengaja menyebar biji cabai
Dan di biji yang mana ia memutuskan bertumbuh

Aku hidup di sisi mereka,
Di lindungi kerimbunan mereka

Ketika tukang jamu membuat suara tak, tik, memetiki sirih muda
Ketika tetangga membuat suara sama, memetiki yang sama
Ketika anak-anak kecil, membuat suara brass, mencabuti cabai yang menjulur

Aku tahu itu,
Aku hidup di sisi mereka
Aku hanya tersenyum
Bukankah di sana pahala kita?
Meski hanya di helai sirih dan butir biji cabai…

Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman, lalu burung memakannya atau manusia atau hewan, kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya.” [HR. Al-Bukhoriy dalam Kitab AL-Muzaro’ah (2320), dan Muslim dalam Kitab Al-Musaqoh (3950)]

Tak ada seorang muslim yang menanam pohon, kecuali sesuatu yang dimakan dari tanaman itu akan menjadi sedekah baginya, dan yang dicuri akan menjadi sedekah. Apa saja yang dimakan oleh binatang buas darinya, maka sesuatu (yang dimakan) itu akan menjadi sedekah baginya. Apapun yang dimakan oleh burung darinya, maka hal itu akan menjadi sedekah baginya. Tak ada seorangpun yang mengurangi, kecuali itu akan menjadi sedekah baginya.” [HR. Muslim dalam Al-Musaqoh (3945)]

“Apabila telah datang hari kiamat, dan tangan salah seorang kalian sedang memegang pohon kurma kecil, (maka) apabila dia mampu untuk tidak berdiri hingga menanam, maka tanamlah dahulu” (HR. Ahmad 3/183 dan lainnya, dishahihkan oleh Syaikh al Albani dalam ash Shahihah no. 9)

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s