Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

Bismillahirrahmanirrahim….

Semalam, kedatangan tamu spesial. Berkat siangnya kepanasan dan minum es yang super dingin, migren kumat. Malam minggu gituuu loh…. Udah dibawa tidur siang, makin parah.

Ngaji pun nglewatin terjemahan. Ba’da isya, janjian YMan ama my luvly friend, belum kelar obrolan serunya, tiba-tiba nyeri kepala, mata, mual. Ditutup sepihak, aku langsung ngglosor di kamar yang sepi dan gelap. Nggak bisa tidur! Guling-gulingan kesana-kemari. Akhirnya ngobat, karena biasanya bisa berhari-hari nyisa kalo nggak ngobat, sambil berharap jam 10 bisa bangun, mau nganter bapak ke becak-an, mo ke stasiun. Tidur-tidur ayam, jam 10 nganter bapak, udah kayak setan deh. Rasanya nggak karuan, kayak liat kunang-kunang banyak gitu, hehe. Sampe rumah lagi, nggak nutup garasi langsung tepar lagi. Migren super parah, alhamdulillah.

Apa hikmahnya? Udah berkali-kali migren, udah pinter dong ngambil hikmah, harusnya.

Seperti yang sudah sering didengung-dengungkan. Sakit adalah kaffarah (penggugur dosa) kita.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi.” (HR. Tabrani).

“Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah RA).

Hanya dari satu sumber, kepala. Semua lumpuh. Nggak bisa mengerjakan apa-apa. Sejak sering migren tiba-tiba lah, aku meyakini, meski nggak sepenuhnya langsung aku terapkan, bahwa: menunda pekerjaan amatlah bodoh. Saat sehat, mementingkan hal yang menyenangkan, menunda kewajiban, dan saat sakit, barulah terasa, waktu begitu mudah telah dilupakan.

Bolak-balik seliweran di rumah sakit, akan bisa menumbuhkan pikiran, “Betapa mudahnya hamba-Mu ini melupakan rasa syukur yang begitu dalam, yang seharusnya tiap saat ku ucapkan di bibir.”

Saat melihat seorang anak gagal ginjal yang merintih sesak napas, siang hari ini, dan keesokan harinya meninggal.

Beberapa hari kemarin, berkali-kali membuka Catatan Medis pasien di bangsal Teratai. Berkali-kali menemukan diagnosis: CKR, CKS, CKB (Cidera Kepala Ringan/Sedang/Berat). Dalam 1 tahun, entah berapa orang yang mengalami KLL. Berapa Catatan Medis yang mencantumkan surat kematian, dan tanda + dibubuhkan di halaman depan?

Sekali waktu aku berteriak, “HAH? Pasien baru, bunuh diri, memotong leher kiri?” NEKAT.
Pak Ji, pegawai bagian RM menimpali, “Jangankan itu, ada yang menantang kereta api. Dia pikir kereta api empuk kali. Mobilnya ditinggal di pinggiran, dia berdiri di tengah rel, ya hancur.”
Aku meringis.

Orang-orang berani. Saat sebagian yang lain berpikir bagaimana ia bisa menikmati sepotong kue manis dengan nikmat, tanpa pantangan maupun lidah pahit, sebagian yang lain berpikir bagaimana caranya meninggalkan dunia dengan cara yang nikmat.

Maka dari itu..

“Sangat menakjubkan urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila kegembiraan yang diterimanya, ia akan bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang diterimanya, maka ia bersabar dan itupun merupakan kebaikan pula baginya.” (HR. Muslim).

Advertisements

38 thoughts on “Nila Setitik, Rusak Susu Sebelanga

  1. berry89 said: Bismillahirrahmanirrahim….Semalam, kedatangan tamu spesial. Berkat siangnya kepanasan dan minum es yang super dingin, migren kumat. Malam minggu gituuu loh…. Udah dibawa tidur siang, makin parah.Ngaji pun nglewatin terjemahan. Ba’da isya, janjian YMan ama my luvly friend, belum kelar obrolan serunya, tiba-tiba nyeri kepala, mata, mual. Ditutup sepihak, aku langsung ngglosor di kamar yang sepi dan gelap. Nggak bisa tidur! Guling-gulingan kesana-kemari. Akhirnya ngobat, karena biasanya bisa berhari-hari nyisa kalo nggak ngobat, sambil berharap jam 10 bisa bangun, mau nganter bapak ke becak-an, mo ke stasiun. Tidur-tidur ayam, jam 10 nganter bapak, udah kayak setan deh. Rasanya nggak karuan, kayak liat kunang-kunang banyak gitu, hehe. Sampe rumah lagi, nggak nutup garasi langsung tepar lagi. Migren super parah, alhamdulillah.Apa hikmahnya? Udah berkali-kali migren, udah pinter dong ngambil hikmah, harusnya.Seperti yang sudah sering didengung-dengungkan. Sakit adalah kaffarah (penggugur dosa) kita. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi.” (HR. Tabrani).”Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah RA).Hanya dari satu sumber, kepala. Semua lumpuh. Nggak bisa mengerjakan apa-apa. Sejak sering migren tiba-tiba lah, aku meyakini, meski nggak sepenuhnya langsung aku terapkan, bahwa: menunda pekerjaan amatlah bodoh. Saat sehat, mementingkan hal yang menyenangkan, menunda kewajiban, dan saat sakit, barulah terasa, waktu begitu mudah telah dilupakan.Bolak-balik seliweran di rumah sakit, akan bisa menumbuhkan pikiran, “Betapa mudahnya hamba-Mu ini melupakan rasa syukur yang begitu dalam, yang seharusnya tiap saat ku ucapkan di bibir.” Saat melihat seorang anak gagal ginjal yang merintih sesak napas, siang hari ini, dan keesokan harinya meninggal. Beberapa hari kemarin, berkali-kali membuka Catatan Medis pasien di bangsal Teratai. Berkali-kali menemukan diagnosis: CKR, CKS, CKB (Cidera Kepala Ringan/Sedang/Berat). Dalam 1 tahun, entah berapa orang yang mengalami KLL. Berapa Catatan Medis yang mencantumkan surat kematian, dan tanda + dibubuhkan di halaman depan?Sekali waktu aku berteriak, “HAH? Pasien baru, bunuh diri, memotong leher kiri?” NEKAT.Pak Purbo, pegawai bagian RM menimpali, “Jangankan itu, ada yang menantang kereta api. Dia pikir kereta api empuk kali. Mobilnya ditinggal di pinggiran, dia berdiri di tengah rel, ya hancur.”Aku meringis.Orang-orang berani. Saat sebagian yang lain berpikir bagaimana ia bisa menikmati sepotong kue manis dengan nikmat, tanpa pantangan maupun lidah pahit, sebagian yang lain berpikir bagaimana caranya meninggalkan dunia dengan cara yang nikmat. Maka dari itu..”Sangat menakjubkan urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila kegembiraan yang diterimanya, ia akan bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang diterimanya, maka ia bersabar dan itupun merupakan kebaikan pula baginya.” (HR. Muslim).

    samisami

  2. berry89 said: Bismillahirrahmanirrahim….Semalam, kedatangan tamu spesial. Berkat siangnya kepanasan dan minum es yang super dingin, migren kumat. Malam minggu gituuu loh…. Udah dibawa tidur siang, makin parah.Ngaji pun nglewatin terjemahan. Ba’da isya, janjian YMan ama my luvly friend, belum kelar obrolan serunya, tiba-tiba nyeri kepala, mata, mual. Ditutup sepihak, aku langsung ngglosor di kamar yang sepi dan gelap. Nggak bisa tidur! Guling-gulingan kesana-kemari. Akhirnya ngobat, karena biasanya bisa berhari-hari nyisa kalo nggak ngobat, sambil berharap jam 10 bisa bangun, mau nganter bapak ke becak-an, mo ke stasiun. Tidur-tidur ayam, jam 10 nganter bapak, udah kayak setan deh. Rasanya nggak karuan, kayak liat kunang-kunang banyak gitu, hehe. Sampe rumah lagi, nggak nutup garasi langsung tepar lagi. Migren super parah, alhamdulillah.Apa hikmahnya? Udah berkali-kali migren, udah pinter dong ngambil hikmah, harusnya.Seperti yang sudah sering didengung-dengungkan. Sakit adalah kaffarah (penggugur dosa) kita. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, “Setiap getaran pembuluh darah dan mata adalah karena dosa. Sedangkan yang dihilangkan Allah dari perbuatan itu lebih banyak lagi.” (HR. Tabrani).”Tiadalah tertusuk duri atau benda yang lebih kecil dari itu pada seorang Muslim, kecuali akan ditetapkan untuknya satu derajat dan dihapuskan untuknya satu kesalahan.” (HR. Muslim dari Aisyah RA).Hanya dari satu sumber, kepala. Semua lumpuh. Nggak bisa mengerjakan apa-apa. Sejak sering migren tiba-tiba lah, aku meyakini, meski nggak sepenuhnya langsung aku terapkan, bahwa: menunda pekerjaan amatlah bodoh. Saat sehat, mementingkan hal yang menyenangkan, menunda kewajiban, dan saat sakit, barulah terasa, waktu begitu mudah telah dilupakan.Bolak-balik seliweran di rumah sakit, akan bisa menumbuhkan pikiran, “Betapa mudahnya hamba-Mu ini melupakan rasa syukur yang begitu dalam, yang seharusnya tiap saat ku ucapkan di bibir.” Saat melihat seorang anak gagal ginjal yang merintih sesak napas, siang hari ini, dan keesokan harinya meninggal. Beberapa hari kemarin, berkali-kali membuka Catatan Medis pasien di bangsal Teratai. Berkali-kali menemukan diagnosis: CKR, CKS, CKB (Cidera Kepala Ringan/Sedang/Berat). Dalam 1 tahun, entah berapa orang yang mengalami KLL. Berapa Catatan Medis yang mencantumkan surat kematian, dan tanda + dibubuhkan di halaman depan?Sekali waktu aku berteriak, “HAH? Pasien baru, bunuh diri, memotong leher kiri?” NEKAT.Pak Purbo, pegawai bagian RM menimpali, “Jangankan itu, ada yang menantang kereta api. Dia pikir kereta api empuk kali. Mobilnya ditinggal di pinggiran, dia berdiri di tengah rel, ya hancur.”Aku meringis.Orang-orang berani. Saat sebagian yang lain berpikir bagaimana ia bisa menikmati sepotong kue manis dengan nikmat, tanpa pantangan maupun lidah pahit, sebagian yang lain berpikir bagaimana caranya meninggalkan dunia dengan cara yang nikmat. Maka dari itu..”Sangat menakjubkan urusan orang-orang Mukmin itu. Mereka menerima semua persoalan hidup sebagai kebaikan baginya. Apabila kegembiraan yang diterimanya, ia akan bersyukur, dan itu adalah kebaikan baginya. Dan apabila kepedihan yang diterimanya, maka ia bersabar dan itupun merupakan kebaikan pula baginya.” (HR. Muslim).

    yossssh! Bayi sehaaaaaat..Aamiin…makasih kakak mmuach :p

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s