Tebarkan Pesonamu di Tempat yang Benar

Bismillahirrahmanirrahim…

DING.
Hafid_88: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, gimana kabar ukh?
DING.
Ukhti_Azka: Wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh akh, khair, alhamdulillah
Hafid_88: Gimana ibu? sudah sehat? ana dengar ibu sakit?
Ukhti_Azka: Iya akh, DM, sedih belum bisa pulang
Hafid_88: Semoga Allah menggugurkan dosa, yang penting makanan dijaga
Ukhti_Azka: Iya akh, jazakallah khayran, 😉
Hafid_88: Ya sudah kalau begitu, semoga ibu lekas sembuh, ana off dulu, besok ke Bali ada konferensi. Wassalamu’alaikum warahmatullah
Ukhti_Azka: Iya akh, wa’alaikumussalam warahmatullah

DING.
Hafid_88: Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, gimana Sa? sudah kembali dari Jakarta?
Sasacute: Wlkmslm wr.wb udah Fid, capeeek..
Hafid_88: Oiya, kemarin terimakasih sudah bantu di acara donor darah
Sasacute: Nggak papa kali Fid, nggak ada kerjaan juga
Hafid_88: Ikut donor kemarin? Saya ikut, tapi gagal di tes Hb, kecapekan mungkin
Sasacute: Nggak berani aku Fid
Hafid_88: Kalau bisa kenapa enggak? Saya aja nyesel nggak bisa.
Sasacute: Hehe..
Hafid_88: Sudah dulu ya, saya mau siap-siap ke Bali
Sasacute: Oleh-oleh
Hafid_88: Hehe, assalamu’alaikum warahmatullah
Sasacute: wlkmslm wrwb

Dear diary:

Bismillahirrahmanirrahim..
Ya Allah, bagaimana mungkin aku dapat menyembunyikan perasaanku ini? Tampaknya semua sudah mengarah padanya. Bahkan doa pun tak lagi khusyu’. Apakah mungkin aku masih dapat bertemu muka dengannya? Apakah degup jantungku masih dapat tak terdengar rasanya? Apakah kupu di perutku tak terdengar gemeresaknya? Lagipula ia seperti memberi jalan, apakah aku yang terlalu mudah menangkap? Atau hatiku terlalu rapuh? Ya Rabb, lindungilah hamba-Mu. Bila ia jodoh hamba, pertemukan kami nanti. Hamba tak ingin hati ini ternoda, karena ia hanya untuk-Mu.

Azka, 22 mei 2010

_____________________

Hay, diary. Ketemu lagi dah, setelah sekian lama gak nulis. Tadi aku diajak chatting dong! Waw! Amazing! Si Mr. Cool itu, si alim itu! Tadi dia bilang makasih udah bantuin acara donor darah kemaren. Aku maluuuu aku nggak berani donoor. Besok lagi-lagi kalo ada, aku mau ikutan donor ah. Hihi. Pokoknya aku hepi bangett. Nggak nyangka, dia kan banyak yang naksir suka, eh malem2 ngajakin chatting. Kesambet apa ya tu orang? Ya Allah, makasih udah kasih aku jalan. Besok kalo ketemu aku sapa ah. Nite!!

Sasa, 22 mei 2010

______________________

Tebar Pesona terselubung? Sepertinya mulai tercium hidung-hidung yang tajam. Kadang seorang ikhwah pun bisa melakukannya. Tidak heran, berpacaran pun bisa, apalagi ‘hanya’ tebar pesona. Ingin terlihat hebat. Ingin terlihat keren. Terlihat alim. Terlihat cool.

Ikhwah pasti bisa jaga hati? Siapa bilang? Baik, bila salah seorang merasa bisa, tapi apakah orang lain merasakan hal yang sama? Belum tentu. Saudara/iku, tetaplah sopan mengekang hati anda. Bila anda menganggap bisa menebar hati dengan mudah karena orang lain sudah punya pertahanan kuat, anda salah besar. Hal seperti ini selalu jadi sorotan, meskipun tidak terlihat, selalu dapat terdengar. Wallahu a’lam. Cerita di atas bukan kisah nyata, tapi mungkin ada yang mengalami? Entahlah, itu fiksi belaka. Yang jelas, berusaha hindari TP, baik menjadi pelaku maupun korban, 😉

_______________________

Suka sekali dengan kalimat ini, dari novel Nafsul Muthmainnah-Anfika Noer

Menjaga hati itu tak mudah, sungguh kalaupun aku bisa, belum tentu dengan dia.
Kalaupun kami telah begitu percaya diri untuk mampu, bukankan masih ada orang lain dengan prasangkanya?
Ingin kukatakan pada semua orang bahwa ‘tidak ada apa pun di antara kami’. Tapi bisakan mulut bicara demikian, bila hati berkata lain? Lalu siapa yang mampu menjamin bisa menjaga hati banyak orang?

Ya, begitulah rahasia cinta dan hati.
Sungguh, seringkali kita kolaps bukan karena sakit, bukan karena miskin, tapi karena sesuatu yang besar telah terjadi pada lautan hati kita…

_______________________

“Barang siapa yang jatuh cinta (kepada lawan jenis), kemudian dia tetap menjaga kesucian dirinya dan menyembunyikan rasa cintanya, lalu mati, maka ia mati syahid” [HR Hakim, Khatib, Ibnu Asakir, Dailami, dll]



Advertisements

13 thoughts on “Tebarkan Pesonamu di Tempat yang Benar

  1. cafetransit said: oh God….

    great,mbak..kalau boleh,mw tanya :1. Percakapan di atas chat di YM.? ID yg ditampilkan memang itu.?2. O ya,derajat hadits di bawah itu apa,Mbak.?saya juga pernah menuliskan hal yg hampir mirip.. sudah sekitar 2 bulan..di MP dan di FB ada..’afwan..

  2. ramarizana said: great,mbak..kalau boleh,mw tanya :1. Percakapan di atas chat di YM.? ID yg ditampilkan memang itu.?2. O ya,derajat hadits di bawah itu apa,Mbak.?saya juga pernah menuliskan hal yg hampir mirip.. sudah sekitar 2 bulan..di MP dan di FB ada..’afwan..

    itu fiktif ramaa.. kan udah kutulis.. ;Piya ram, aku juga pernah nulis di FB, belum nemu derajatnya nih, aku catut dari buku, nanti kalo udah nemu insyaAllah kukabari yaa

  3. ramarizana said: fiktif,yaa.?? *jadi maluu*oke..Mbak udah baca tulisan saya di FB.? yg berkenaan tentang ini..kalau Fatih tu lempar ranjau aja,Mbak.. :d

    belum ram.. di catatan? ga mau ah, nanti aku dipenjara ;P

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s