Aku Yang Sendiri

Bismillahirrahmanirrahim…

Mereka sedang berkerumun
Di beberapa pot yang berjejer memutar
Mengobrol dengan asyik sambil bermain embun
Cantik, mereka mawar merah

Di pojok lain kerumunan putih cantik
Menguarkan aroma wangi melenakan
Mengobrol tentang parfum mahal bermerk
Si melati harum nan elok

Lalu petal-petal lebar berkerumun
Ada balur kuning indah di sisi
Pot-pot mereka berdekatan gemeletak
Mereka sibuk mengibaskan kelopaknya
Anggrek bulan yang menawan

Aku berdiri, memandangi mereka di kejauhan…
Berpijak di lumut di sela pintu gerbang
Temanku berdiri di tempat yang berbeda
Aku bergoyang tertiup angin, sendiri

Warna merah mawar-mawar dalam pot menggoda mataku
Wangi melati-melati dalam pot menggelitik hidungku
Kelopak lebar sang anggrek meluluhkan hatiku
Namun aku tetap di sini, berdiri di atas lumut

Hingga sang angin tak lagi hanya membuatku bergoyang
Aku gugur…
Buah berbiji milik tubuhku melayang
Sebagian hinggap di pot mawar
Sebagian mendarat di pot melati
Sebagian turun di pot anggrek

Hingga sampai waktunya tiba, aku akan berada di antara mereka

6 Juni 2010

Advertisements

37 thoughts on “Aku Yang Sendiri

  1. ikhwatiislam said: menggambarkan kerapuhan,ktidakberdayaan,hnya mnunggu tnpa bs berbuat apa2hanya menerima,dan kemudian luluh lantah di tiup angin

    dan kemudian dia menumbuhkan kehidupan baru di setiap kasta ;P

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s