Ketika Penerbit Tak Lagi Penting

Bismillahirrahmanirrahim..

Apa pula judul itu? Sabar, mari kita runut…Udah dari kemaren aku dilanda kekalutan *ceilah*. Dari hari senin, paska pulang dari kampus, aku pengen ngubek Toga Mas, tapi aku bertahan, menunggu Sabtu-Minggu, karena ada diskon 20%.

Dan Sabtu kemaren, aku kembali berhasrat ke toko itu. Tapi aku masih nahan. Lagi kanker *kantong kering*. Mungkin nunggu seminggu lagi aja baru ke sana, pikirku, tadi sore, ketika hasrat kembali memuncak.

Malam ini si ibung sama bapak mo keluar, aku bosen, ikut aja lah, gak lupa bawa dompet sama my Sonya. Akhirnya, setelah beli bahan, makan soto, nongkrong di alun-alun, dan ke penjahit, aku ngerengek minta ke TM. Aku gak tahaaan!

Dan sampai di sana, tulisan besar warna merah, NOVEL DISKON 25% menyilaukan mataku. Ada banyak buku baru, sejak terakhir aku menginjakkan kaki di sana, yang membuatku menyesal karena hari itu bukan WEEKEND!

Setelah melihat buku-buku baru di depan, aku ke bagian belakang. Ada beberapa list buku to-read yang masih kuingat. Aku pilah-pilih. Huwaahh…. Aku binguuuung. Oke, sabar, sabar. Karena waktu sudah jam 8, dan ditunggu keluarga, aku agak cepat memilih.

Set! Mataku tertumbuk pada Catatan Cinta Ibu dan Anak milik Pipiet Senja dan Adzimattinur Siregar. Buku itu sudah kuincar lama, dan kutunggu kabarnya. Set! Aku ambil! Apalagi bukunya enteng! Khas, kalau pake kertas yang kusuka. Aku masih ingin di sanaaaa. Gawat, gawat. Tapi aku berusaha berpikir jernih. Hei, menunggu 1-2 minggu lagi ke sini, pasti buku2 itu masih ada, tenang sajalah. Kumpulkan uang dulu, hehe. Akhirnya aku ke kasir, menyerahkan buku berdiskon menggiurkan itu.

Apa hubungannya dengan judul? Tentu ada korelasinya, yaitu, buku yang aku beli bukanlah dari penerbit yang terkenal. Mungkin memang sudah lama, tapi aku belum terlalu ngeh. Intinya adalah, pertama aku melihat penulisnya, duo ibu beranak itu aku suka gayanya, gaya menulisnya. Lalu didukung dengan kertas yang menggoda itu, i like it, you know? Cover, nggak terlalu buruk juga. Jadi inilah yang menyadarkanku, untuk membeli buku yang tak sekedar ber’merk’.

~happy reading~
Advertisements

8 thoughts on “Ketika Penerbit Tak Lagi Penting

  1. iya mbaksrkng merek tak lg begitu pentingsaya jg sudah sering membeli buku tanpa melihat penerbitnya lgkecuali bk2 luar mgkkrn tdk mengenal pengarang, sering sya tetap mengacu pd penerbitdan isi jg:)

  2. adee04 said: iya mbaksrkng merek tak lg begitu pentingsaya jg sudah sering membeli buku tanpa melihat penerbitnya lgkecuali bk2 luar mgkkrn tdk mengenal pengarang, sering sya tetap mengacu pd penerbitdan isi jg:)

    iyaaapp… betul mbak… sekarang banyak buku keren-keren walau dari penerbit yang belum pengalaman ;))

  3. dysisphiel said: lah kuwi ana nang nduwur… just 1 piece of book ;)pengen numbasaken? ngko tak wehi list book to-read ;p

    walah.. ning QN nulise kalap. kirain mboroooong.

  4. tokoibubagus said: kl ga salah peneebitnya etera atau zikrul ya, bukunya bagus2 kok..kl teh pipiet en butet jaminan mutu ya…

    iya mba, jendela… anaknya zikrul hakim ternyata, baru tau, memang langganannya teh pipiet ini sih.. 😉 bagus2 memang

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s