Copy The Master

Bismillahirrahmanirrahim….

Tulisan ini aku copas, nanti di belakang ada sumbernya.

Kadang kala kita sulit untuk memulai menulis. Kita terkagum-kagum dengan karya orang lain. Boleh nggak sih meniru? Eh, siapa bilang nggak boleh? Tapi baca penjelasan ini dulu! Konon pada jaman dulu di Cina, seseorang yang ingin menjadi pelukis akan diberi sebuah lukisan yang sudah jadi dan baik–biasanya dibuat oleh seorang master, ahli melukis. Sang calon pelukis disuruh melukis lukisan master tadi sampai semirip mungkin. Sesudah sepuluh-dua puluh kali mencoba, sang murid akan mendapat sebuah master baru untuk ditiru. Begitu seterusnya sampai sang calon pelukis bisa melukis sendiri.Nah, metode ini dinamakan copy the master. Metode ini bisa juga untuk menulis. Kita dapat menjadikan karya penulis beken sebagai latihan. Kita baca dan pelajari. Yang kita copy adalah kerangkanya, idenya, bahkan juga cara atau tekniknya. Tentu sebagai latihan saja. Bukan untuk menyalin atau menjiplak lho. Ini mah pembajak! Hehe. William Sinzsser mengatakan bahwa jangan pernah ragu meniru penulis lain, karena setiap seniman yang tengah mengasah ketrampilannya membutuhkan model. Pada akhirnya, kita akan menemukan gaya sendiri dan menanggalkan kulit penulis yang kita tiru.

~fin~

from Buku Sakti Menulis Fiksi, Annida
Advertisements

12 thoughts on “Copy The Master

  1. niniswa said: gpp. Cuma bingung aja. ada yg di sms gak dibalas2. Tapi rajin banget komen di sini. Bingung jadinya.

    hehe, sabar mbakyu…. ada banyak kemungkinan kan?

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s