Ahsanu Amala (dalam Menulis)

Bismillahirrahmanirrahim..Yap, aku baru baca buku sakti menulis fiksi (again) setelah lama kusimpan di lemari. Ada 3 buku yang aku beli yang berkaitan dengan bagaimana menulis dengan baik. Dan harusnya buku itu kubaca berulang dan kuringkas, tapi belum. Jadi aku harus baca lagi, dan lagi.

1 hal yang menarik adalah tentang ini. Ahsanu amala, yaitu kerja dengan kualitas terbaik. Hal ini dulu, pernah aku abaikan, karena mungkin kurang tahu. Di SMP, aku cukup rajin menulis. Ada 2 orang yang paling sering menulis mading, aku dan temanku. Temanku lebih disayang oleh guru bahasa indonesia yang merangkap penanggungjawab mading, prestasinya memang lebih baik, dan kupikir, tulisannya memang bagus.

Aku sering sekali mengirimkan tulisan. Sampai suatu waktu aku pernah dipanggil, oleh ustadzahku itu, mengenai cerpenku yang terakhir. Ia tanya, apa aku menjiplak? Aku seperti dihempaskan dari langit ketujuh. Kenapa bisa setega itu? Mana berani aku melakukannya. Aku jawab saja tidak, sejak saat itu, perasaanku padanya sedikit berubah. Dan mungkin sejak itu aku tidak terlalu sering mengirimkan tulisan.

Dan saat penerimaan award, saat kelas lain *wali kelas mereka* bisa memberikan > 1 award untuk 1 orang, tidak begitu dengan wali kelasku, yang juga penanggung jawab mading itu. Tidak ada > 1 award untuk 1 orang, harus dibagi rata. Dan aku mendapat award penulis produktif. Ya, ya. Tidak lebih keren dari penulis terbaik.

Itulah yang aku sadari dari pengalamanku. Dulu aku mana mikir kalau menulis itu harus bagus? Aku hanya merasa bangga dengan tulisanku, dan mengirimkannya untuk dibaca orang lain. Bahkan yang mengeprint dan menghiasnya pun aku sendiri. Memajang di mading pun aku juga, karena aku memang petugas mading.

Ahsanu amala. Hal itu yang harus aku camkan di otakku yang masih lowong. Bukan aksaru amala (banyak kerja tapi tak berkualitas) seperti yang kulakukan dulu. Dan ini juga mengingatkanku pada kegiatan terakhir yang kulakukan. Biar jadi pelajaran untukku. Tetap semangat berkarya, untuk menelurkan karya yang bermanfaat. Menjadi penulis memang tidak mudah, tapi dengan kemauan, apapun bisa dilakukan.

Btw, gayaku kayak penulis beken saja. Huuuh. 🙂

Advertisements

18 thoughts on “Ahsanu Amala (dalam Menulis)

  1. topenkkeren said: ber, dunia katane ustadz faudhil karo on writinge stephen king apik. jajal golet. :d

    tukokna, heheurung tau nemu, buku jadul ya?bukuku sing tentang menulis jadul kabeh, nemune nang bazar

  2. ivoniezahra said: Iya juga ya. Sy sech penulis diary xixixi

    ya, hehe. Aku nggak pernah tahan nulis diary secara kontinyu. Jadi tulisanku tersebar di blog2 saja mbak. Biarpun kadang geje, penting juga nulis gitu kan mba? hwhw

  3. menjadiyanglebihbaik said: disini kamu keliatan udah dewasa banget!uwaaa! umiku berubah menjadi yang lebih baik! lebih dewasa!alhamdulillllaaaahhh,,, 🙂

    hauuu….aamiin ;P

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s