[Prosa] Untukmu Sang Penulis

aku terpaku
melihat kata-katamu
meski tak pandang wajah dan air mukamu
aku tahu yang tersirat darinya

aku kecewa
tapi tak tahu pada siapa
padamu atau pada diriku yang hina

tahukah kau?
hanya memandang barisan tulisanmu saja
hatiku perih tak terkira
hujatan yang mungkin tak kau sadari

aku paham
mungkin kau tak mengiranya
apakah mungkin aku memintamu untuk belajar?
memprediksi hati orang ketika membaca tulisanmu?

boleh jadi kau benci padaku
tapi apa salahku?
aku manusia biasa, sama sepertimu
iri? apakah itu dalam hatimu?
untuk bagian mana dalam diriku?
katakan!
katakan!

sungguh, aku tak menerima iri dengan alasan apapun selain untuk kebaikan!

sedikit dari hatiku, robek siang ini
aku akan menjahitnya, perlahan
tolong kirimkan jarum dan benangnya

hana, dalam penantian


Advertisements

12 thoughts on “[Prosa] Untukmu Sang Penulis

  1. biarkan robek mengecup bagian hatimudengan itu kau tahu, sakit itu apabiarkan benang dan jarum itu, dalam jelma jahitan sabar dan ikhlashingga nanti kau kenakan kain baru yang lebih indah…penulis tak harus patah atas “feedback” tulisannya, karena tiap huruf memang diharuskan iri agar kalimat menjadi indah bermakna 🙂

  2. katerinas said: biarkan robek mengecup bagian hatimudengan itu kau tahu, sakit itu apabiarkan benang dan jarum itu, dalam jelma jahitan sabar dan ikhlashingga nanti kau kenakan kain baru yang lebih indah…

    aku suka karena setiap tulisan dapat diartikan berbeda oleh tiap pembacanyaterimakasih mbak, walaupun bukan itu yg kumaksud, tapi kata2mu sungguh indah,,,dan nasihatmu, akan kuingat selalu.. :D*hug*

  3. katerinas said: tulisan itu buah pikiran dari si penulis, walaupun kadang belum tentu mencerminkan penulisnya 🙂

    sebetulnya bukan tulisan secara umum mbak, tulisan yg lebih jujur, misal komen.. menurutku cukup mewakili, walaupun aku tahu kadang semua hanya prasangka, makanya hanya jadi prosa mbak, antara fiksi dan non fiksi :)tulisanku nggak terlihat menghujat penulis kan mbak? krn aku jg ingin menamai diriku, penulis, walaupun hanya ecek2 😛

  4. aishachan said: alhamdulilah belum pernah kaksemangat yaa 😀

    tapi jangan anggap ini ‘memang’ terjadi ya chan, karena itulah gunanya menulis lewat sebuah prosa atau puisi, penulis nggak mengharapkan semua orang tahu isi hatinya.. hanya dia yang merasakan 🙂

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s