Berbuat baiklah…

“Barang siapa yang melepaskan satu kesusahan seorang mukmin, pasti Allah akan melepaskan darinya satu kesusahan pada hari kiamat. Barang siapa yang menjadikan mudah urusan orang lain, pasti Allah akan memudahkannya di dunia dan di akhirat. Barang siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan di akhirat. Allah senantiasa menolong hamba Nya selama hamba Nya itu suka menolong saudaranya”. (HR. Muslim)

Bismillahirrahmanirrahim…

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Imam Muslim menyatakan, “Wahai anak cucu Adam, Aku ini sakit, kenapa engkau tidak menjenguk Aku?” Anak Adam menjawab, “Bagaimana aku dapat menjenguk Engkau ya Allah, Engkau adalah Tuhan semesta alam (Rabbul ‘Alamin).” Allah berfirman lagi, “Tahukah kamu, bahwa hambaku yang bernama Fulan bin Fulan sedang sakit, jika kamu mau menjenguknya, kamu akan menjumpai Aku di sana”.

“Wahai anak cucu Adam, Aku ini lapar, kenapa engkau tidak memberiku makan?” Anak Adam menjawab, “Bagaimana aku dapat memberi-Mu makan ya Allah, Engkau adalah Tuhan semesta alam (Rabbul ‘Alamin).” Allah berfirman lagi, “Tahukah kamu, bahwa hambaku yang bernama Fulan bin Fulan sedang kelaparan namun engkau tidak memberinya makan. Ketahuilah, seandainya engkau memberinya makan, kamu akan dapatkan semua itu di sisiku”. Lalu ganti kata lapar dengan kata haus dan kata makan dengan minum.

Masih ingat cerita wanita pezina yang memberi minum seekor anjing yang kehausan? Apa yang terjadi padanya? Masuk surga, karena memberi minum, seekor anjing. Lalu bagaimana kalau kita melakukan itu pada sesama?

Barangsiapa ada kelebihan tempat (tempat yang kosong) dalam kendaraan (punggung unta) hendaklah diberikan kepada orang yang tidak punya kendaraan (diajak serta), dan barangsiapa punya kelebihan bekal (perjalanan) maka hendaklah diberikannya kepada orang yang tidak punya bekal. (HR. Muslim)

Ternyata etika-etika kehidupan bersosialisasi, begitu diperhatikan detailnya. Bayangkan seseorang naik motor, lalu kawannya sedang berpanas-panas ria berjalan pulang, ajaklah dia naik, itu saja sudah bermanfaat bagi orang lain.

Ketika seorang anak TK, melihat kawannya duduk diam tanpa bekal di depannya, ia membagi dua kuenya lalu memberikannya kepada si kawan. Itulah yang diajarkan orangtua kita, dan ternyata memang begitulah seharusnya.

Sebuah cerita…
Ibnul Mubarak pernah memiliki tetangga seorang Yahudi. Namun ia selalu lebih dahulu memberi makan tetangganya itu sebelum anak-anaknya sendiri. Bahkan ia selalu memberi pakaian padanya sebelum memberi pakaian anak-anaknya.

Ketika orang-orang menawar rumah si Yahudi itu, “Jual saja tempat tinggalmu kepada kami!”

Yahudi itu berkata, “Saya akan jual rumahku ini dengan harga 2000 dinar. Seribu dinar untuk harga rumahku, dan 1000 lagi karena aku bertetangga dengan Ibnul Mubarak.”

Mendengar jawaban itu, Ibnul Mubarak dalam doanya selalu memohon demikian, “Ya Allah, tunjukilah ia ke dalam Islam.” Dan beberapa saat kemudian, si Yahudi itu pun dengan izin Allah, akhirnya masuk Islam.

Saat hendak berangkat haji, Ibnul Mubarak bertemu satu rombongan yang bermaksud sama. Dalam rombongan itu, ia melihat seorang wanita yang mengambil bangkai burung gagak dari tong sampah. Kemudian ia menyuruh pembantunya untuk melihat apa yang dilakukan wanita itu. Orang suruhannya bertanya kepada si wanita, wanita itu menjawab, “Selama tiga hari kami hanya makan dari sisa-sisa makanan yang dibuang ke dalam tong sampah.”

Karena iba mendengar jawaban itu, Ibnul Mubarak meneteskan air mata. Ia pun memerintahkan agar semua perbekalannya dibagikan kepada rombongan itu. Dan karena sudah tidak punya bekal lagi maka ia pun pulang. Ia menangguhkan hajinya tahun itu. Dalam tidurnya ia bermimpi ada orang yang berkata kepadanya, “Haji yang mabrur, sebuah tindakan yang harus diganjar, dan dosa(mu) telah terampunkan.”

Dan, mereka mengutamakan orang-orang Muhajirin atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan apa yang mereka berikan itu. (QS. Al-Hasyr:9)

Indah kan?

Lalu seorang penyair berkata,

Kebaikan itu lebih abadi, walaupun itu dilakukan sekali
dan kejahatan adalah bekal terburuk yang engkau usahakan

Dari buku La Tahzan.. dengan sedikit perubahan.

Advertisements

4 thoughts on “Berbuat baiklah…

  1. baru aja nasihati sahabatku bocah menganti sing lg ning jepang, ayahnya baru mninggal, trus ku bilang “jangan bersedih, Alloh bersamanya” eh ada postingan begini, bagus fil, lanjudgan

  2. ikhwatiislam said: baru aja nasihati sahabatku bocah menganti sing lg ning jepang, ayahnya baru mninggal, trus ku bilang “jangan bersedih, Alloh bersamanya” eh ada postingan begini, bagus fil, lanjudgan

    innalillahi wa inna ilaihi raji’un… akeh temen sing meng jepang mba? :Dsipp, insyaAllah

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s