Gawat Kalo ke Toko Buku

Bismillahirrahmanirrahim…
Siang kemarin diajak makan, tapi tempatnya masih tutup, walhasil kami sekelompok ngacir ke toko buku aka gramed. Hummmmm…. Bahaya!
Duit tipis, masih berani yaaa ngider di gramed? Hmm, sebenernya sih, kontrolku udah lumayan bagus kalo ga punya duit dan ngider di toko buku. Kalo nggak ada mood memang nggak akan beli satu pun. Nggak doyan buku-bukunya? Ya nggak maksa beli juga.
Tapi, ternyata nafsu-ku lagi besar kemarin. Dan aku lihat buku yang lumayan. Judulnya: Cinta Zara di Swedia..
Poin apa yang bikin aku tertarik?
Secara desain cover, gambarnya gak bagus2 amat, ga menggambarkan kecakepan Jude yang katanya cakep banget. Lebih ke gambar pas-pasan, tapi poin itu aku toleransi karena gambar ceweknya lagi pegang kamera DSLR, aku pengen tau seberapa banyak ia cerita tentang fotografi, dan lagi si ceweknya pake jilbab.
Kertas… tipe yang aku suka. Bau uang dan ringan… Kertas yang paling aku suka sekarang ini.
Swedia. Ada apa di sana? Belanda sudah cukup sering, Paris, Jepang, huh, lebih sering. Tapi Swedia? let’s see..
Elex Media Komputindo. Penerbit buku ilmu komputer dan komik ini menerbitkan novel??islami pula? Baru aku lihat. Menambah rasa penasaranku juga.. Well.. ga nunggu lama, tuh buku udah aku peluk aja muterin gramed untuk liat novel membosankan lain.
Tapi kok ada buku bagus lagi? Bujang 1 : Bujang dan Putri Malaka serta Bujang 2 : Bujang dan Jenderal Portugis… di sana ada unsur agama yang disatukan dengan lelucon harian *gimana ngejelasinnya ya* penerbitnya pun baru pernah kudenger Ciceropublishing. Harganya lebih dari 50.000… Humm.. Kalo ada duit banyak, aku beli juga tuh, hehe..
Advertisements

15 thoughts on “Gawat Kalo ke Toko Buku

  1. topenkkeren said: ahaha.. untung pas kemarin ada yang ngajak aku ke TM detos bisa kurem mendadak napsu beli bukuku. meski mupeng sama buku fadlan yang dia beli.

    awas njumpalit nek direm mendadak, hahaha!buku apa tuhh?

  2. mylathief said: ceritain isinya!

    Cinta Zara di Swedia by Mei AuliaMy rating: 3 of 5 starswhy did i choose this one?Secara desain cover, gambarnya gak bagus2 amat, ga menggambarkan kecakepan Jude yang katanya cakep banget. Lebih ke gambar pas-pasan, tapi poin itu aku toleransi karena gambar ceweknya lagi pegang kamera DSLR, aku pengen tau seberapa banyak ia cerita tentang fotografi, dan lagi si ceweknya pake jilbab.Kertas… tipe yang aku suka. Bau uang dan ringan… Kertas yang paling aku suka sekarang ini.Swedia. Ada apa di sana? Belanda sudah cukup sering, Paris, Jepang, huh, lebih sering. Tapi Swedia? let’s see.. Elex Media Komputindo. Penerbit buku ilmu komputer dan komik ini menerbitkan novel??islami pula? Baru aku lihat. Menambah rasa penasaranku juga.. Well.. ga nunggu lama, tuh buku udah aku peluk aja muterin gramed untuk liat novel membosankan lain.Dan.. setelah kubaca?Not bad. Aku suka bahasa Swedia dan sedikit Prancis yang ada di dalamnya… percakapan2nya. Penokohannya nggak lebay, cenderung singkat malah menggambarkan sifat2 tokohnya, tapi tetep bisa kenal kok. Romantis? Mmm.. a bit, di bagian akhir terutama, tapi karena intinya bukan itu, jadi wajar kalo nggak ada bunga2 di tengah cerita. at all.. menarik.. 😀 SpoilersJadi, Jude yg tadinya atheis, merasa kalau islam berbeda. Ia melihat orang Islam begitu tenang, damai. Ia sering duduk di dekat masjid. Saat itulah sosoknya tertangkap Zara. Ketika mereka bertemu, Zara menanyakan mengapa ia begitu sedih dan menawarkan bantuan. Jude meminta nomor kontaknya, bila sewaktu2 butuh bantuannya. Sejak itulah Jude merasa Zara mitip sekali dengan Nate, kakak kembarnya yang meninggal karena ‘melindungi’nya.. Ia yang merasa dibedakan oleh Mor *ibunya* dan dijauhkan dengan Nate oleh Far*ayahnya* pergi dari rumah setahun lalu dan bekerja sebagai manajer meski ia punya tanggungan bekerja di hotel keluarganya. Zara membuatnya berubah dan kembali ke keluarganya. Ia pun memutuskan berpindah agama menjadi Islam, sebelum itu ia sempat jujur pada Zara bahwa ia menyukainya. Akhirnya, ketika Zara kebingungan merasa tidak diterima keluarga Jude, ia menjauh, tapi sakit menderanya karena mentalnya terusik. Jude yang selama itu tidak mengontak Zara karena merasa ditinggalkan, belajar agama lebih giat. Suatu kali, Noe sahabat Zara mengundang Jude yang akhirnya membuat mereka bertemu dan Jude meminta Zara menjadi… 😀 View all my reviews

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s