Pernahkah dianggap NGGAK PENTING?

Bismillahirrahmanirrahim…

Pernahkah kamu dianggap nggak penting? Or.. paling tidak, apa yang kamu lakukan dengan susah payah, dianggap sebutir biji jagung yang burung saja nggak makan, karena nggak kelihatan. Rasanya aku pernah. Dan sepertinya, itu akan jadi makanan sehari-hari kalau nanti bergumul di Dunia Fantasi, Perkoassan. Maybe yes, maybe no. Yang bisa kulakuin cuma proteksi hati, supaya kebal dan tahan banting, kalau enggak, emangnya mau hari-hariku dihabiskan untung menangis? I hope no.

Tadi pagi sambil menjemur, entah kenapa pikiran seperti itu berkelebat. Entah karena apa. Yang jelas, aku juga berpikir kelanjutannya. Dihina karena pekerjaanmu dianggap nggak berguna, it’s okay. Anggap saja pekerjaan itu adalah koin 50 perak, bahkan 1 sen kalau mau. Maka uang 1 juta tidak akan genap 1 juta tanpanya. Kamu kuncinya. Cuma kamu yang bisa buka.

Kalau seseorang menganggap kamu atau pekerjaan kamu nggak penting sama sekali, maka akan ada orang lain yang menganggap itu pekerjaan luar biasa. Benar. Aku pernah merasakannya. Aku lemas nggak ketulungan, mau pingsan saat diadili tentang pekerjaanku itu. Aku mundur dari barisan dengan muka pucat. Ketakutan menyergapku. Tapi di lain waktu, orang lain memuji hasil karyaku. Di depan orang-orang. Bangga, ya. Dan, jangan khawatir lagi kalau orang lain menyepelekanmu. Hanya soal waktu.

Dan lagi, Saudaraku… saat kita pernah merasakan sakitnya, maka kita akan berusaha untuk tidak akan menyakiti orang lain, seharusnya begitu…

Dari Iyadl Ibnu Himar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mewahyukan kepadaku agar kalian merendahkan diri, sehingga tidak ada seorang pun menganiaya orang lain dan tidak ada yang bersikap sombong terhadap orang lain.(HR.Riwayat Muslim.)

Jangan putus asa, berusahalah untuk yang terbaik, selalu, ikhtiar…

“Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar:53)

Advertisements

33 thoughts on “Pernahkah dianggap NGGAK PENTING?

  1. azurival said: Like this!

    hihi.. dianestesi merasa jadi koas yang dianggap penting sekali kehadirannya.. jadi koas sematawayang soalnya.. kalo telat dikit aja pasti residennya dah sms.. “dimana dek? hari ini masuk kan? ngak sakit kan?”… huaaahh.. merasa koas penting 😛 😛 😛 *yang sms kakak sepupuku.. hahahaha

  2. aya06fkuh said: hihi.. dianestesi merasa jadi koas yang dianggap penting sekali kehadirannya.. jadi koas sematawayang soalnya.. kalo telat dikit aja pasti residennya dah sms.. “dimana dek? hari ini masuk kan? ngak sakit kan?”… huaaahh.. merasa koas penting 😛 😛 😛 *yang sms kakak sepupuku.. hahahaha

    sendiriaaan mayy??jiaah, ya iyaa, kakak sepupu gitu loww

  3. aya06fkuh said: hihi.. dianestesi merasa jadi koas yang dianggap penting sekali kehadirannya.. jadi koas sematawayang soalnya.. kalo telat dikit aja pasti residennya dah sms.. “dimana dek? hari ini masuk kan? ngak sakit kan?”… huaaahh.. merasa koas penting 😛 😛 😛 *yang sms kakak sepupuku.. hahahaha

    aku seringnya dibilang ‘penting banget’ krn ketidakpentinganku. Hehe..Suka haditsnya. Baru liat euy.

  4. akuai said: aku seringnya dibilang ‘penting banget’ krn ketidakpentinganku. Hehe..Suka haditsnya. Baru liat euy.

    biasanya dgn gaya sengak gitu, aku menggunakan kata: situ kondang? Haha! *pentingbanget kan? :p

  5. berry89 said: Dan lagi, Saudaraku… saat kita pernah merasakan sakitnya, maka kita akan berusaha untuk tidak akan menyakiti orang lain, seharusnya begitu…

    tapi sayangnya, hay, tak semua orang berpikirasn begini… masih ada yg berpikiran kalau ‘karena saya telah merasdakn sakitnya ini, maka kau pun harus merasakan hal yg sama’. Semacam balas dendam yg teramat keliru

  6. mylathief said: tapi sayangnya, hay, tak semua orang berpikirasn begini… masih ada yg berpikiran kalau ‘karena saya telah merasdakn sakitnya ini, maka kau pun harus merasakan hal yg sama’. Semacam balas dendam yg teramat keliru

    makanya aku bilang, seharusnya begitu mas.. :Dit’s okay, untuk orang lain, yang penting bukan kita yang membalaskannya.. >,,<!–

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s