Eyang, Sehat Ya!

Bismillahirrahmanirrahim…

“Eyang, sehat ya!” kataku, selalu, setiap pamit pulang. Maksudnya, berharap supaya eyang putriku satu-satunya tetap sehat. Ada keraguan di matanya, saat menjawab. Tapi akhirnya beliau berkata, “Ya.” Seandainya bisa, dan mampu, aku ingin menemaninya, selalu. Kalau ditanya, siapkah aku ditinggalkan olehnya. Aku pasti menjawab : tidak. Aku tidak akan memikirkannya. Eyang sudah sepuh, lelah, pasti. Sempat beliau berkata begitu, lebih baik diambil oleh-Nya. Sama seperti Eyang kakung almarhum, yang sempat berkata demikian, ketika bolak-balik masuk Rumah Sakit.


Dari Qais bin Abi Hazim, ia berkata, “Kami datang menjenguk Khabbab, saat itu ia sedang menjalani pengobatan dengan cara kay sebanyak tujuh kali.” la berkata, “Sesungguhnya sahabat-sahabat kami yang telah pergi mendahului kami tidak terkurangi pahala mereka karena materi dunia, sementara kami mendapatkan sesuatu (yakni materi dunia) yang tidak layak diletakkan kecuali dalam tanah. Andaikata Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak melarang berdo’a meminta mati pasti aku telah berdo’a minta mati.” Kemudian setelah beberapa lama kami datang kembali mengunjungi beliau yang saat itu sedang membangun dinding kebunnya. Beliau berkata, “Sesungguhnya seorang Muslim mendapat pahala dari apa yang dibelanjakannya kecuali belanja yang dikeluarkannya untuk bangunan ini (yakni kebunnya).” (HR Bukhari [5674] dan Muslim [2680]).

Anas bin Malik rhadiallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Janganlah salah seorang dari kamu mengharapkan kematian karena musibah yang menimpanya. Jika iaterpaksa mengharapkannya hendaklah ia mengatakan, ‘Ya Allah panjangkanlah hidupku bila kehidupan itu lebih baik bagiku. Atau wafatkanlah aku bila kematian itu lebih baik bagiku’,” (HR Bukhari [5671] dan [6351] dan Muslim [2680]).

“Eh, ampun kados niku Yang*.” ucap ibuku, ketika beliau berkata begitu…

Aku mencintainya… Sebesar cintanya padaku, kuharap. Yang setiap malam hari libur selalu mendongeng padaku, yang setiap hari libur menemaniku berjalan di pinggir sungai untuk menjemput teman bermainku, yang setiap pagi hari libur mengajakku ke pasar dan membelikanku jajanan, yang ketika aku puasa ia menyodorkan cendol warna-warni untuk kuminum karena khawatir aku kehausan.

*jangan begitu Yang

Eyang, sehatlah, untukku…
Adik ipar Eyang juga sedang kritis, mohon doanya.. Semoga Allah memberi yang terbaik..
Advertisements

13 thoughts on “Eyang, Sehat Ya!

  1. topenkkeren said: aamiin.. *ngamini dongane iieh, Ber, aku ora mudeng hadits e Qais. maksude?

    aku yo ra patia mudeng, mau salah ngopas, tapi menurut pengertianku, Khabbab ngerasa, mending mati karena nek wis mati ora bakal dikurangi pahalane karena materi dunia, tapi sayang Rasul ngelarang njaluk mati.kalimat selanjutnya urung paham.. cmiiw

  2. mylathief said: semoga baikbaik saja akhirnya

    Jadi inget Nenek dan Nyai (Nenek juga, dalam bahasa Palembang). Dua-duanya sudah meninggal. Sekarang tinggal ada Kakek dari Ibu, sakit-sakitan juga.Duh, tulisan ini membuat bendungan di mataku hampir tumpah.

  3. aranase said: Jadi inget Nenek dan Nyai (Nenek juga, dalam bahasa Palembang). Dua-duanya sudah meninggal. Sekarang tinggal ada Kakek dari Ibu, sakit-sakitan juga.Duh, tulisan ini membuat bendungan di mataku hampir tumpah.

    aku udah tumpah-tumpah :Dsabar yak, yang penting didoain terus 🙂

  4. aranase said: Jadi inget Nenek dan Nyai (Nenek juga, dalam bahasa Palembang). Dua-duanya sudah meninggal. Sekarang tinggal ada Kakek dari Ibu, sakit-sakitan juga.Duh, tulisan ini membuat bendungan di mataku hampir tumpah.

    TFS untuk pengingat haditsnya….Moga beliau berdua lekas sembuh ya.

  5. berry89 said: eyangku nggak sakit kok 🙂 sudah tua :Dmakasih, aamiin

    Oh, maaf kalau gitu. Diralat deh, semoag nenek Filly tetap sehat walafiat, sedangkan saudara beliau bisa melewati masa kritis dengan baik :).

  6. niwanda said: Oh, maaf kalau gitu. Diralat deh, semoag nenek Filly tetap sehat walafiat, sedangkan saudara beliau bisa melewati masa kritis dengan baik :).

    iya, nggak papa mbaaa :)sangkyu, sangkyuu 😀 aamiin

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s