Mengapa Belanda? Mengapa Korea?

Bismillahirrahmanirrahim…


Orang pandai dan beradab tidak akan diam di kampung halaman

Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak kan keruh menggenang
Singa tak akan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran

Jika saja matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tidak akan menunggu saat munculnya datang

Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa jika di dalam hutan
Jika dibawa ke bandar berubah mahal jadi perhatian hartawan.

(Diwan Imam Asy-Syafi’i, Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i)

Membaca Negeri Van Oranje, aku ingin ke Belanda. Menonton Korama, ingin ke Korea. Mungkin baru 2 negeri itu yang begitu menarik-narik aku belakangan ini. Selain Jerman, Jepang, Kairo, Prancis, dll yang menjadi tujuan sampingan.

Kenapa Belanda? Mungkin bahasanya yang nggak terlalu beda dengan bahasa Inggris. Walaupun inggrisan yo.. bisa sethithik2, tapi asyik aja. Banyak buku menyebut kosakatanya. Banyak peninggalannya, dan aku suka. Ingin mengunjunginya.

Kenapa Korea? Hah, ikut-ikutan saja. Lagi naik daun kan, Korea? Bahasanya nggak nggenah, kayak orang kumur-kumur. Yo ben to? Punya harapan itu wajar sekali kan? Aku penasaran sama masakan sana… Sekali waktu aku nonton di Arirang, acara masaknya.. argh…. mengesankan! Seperti ada Dae Jang Geum sedang beraksi!

Indonesia saja belum selesai dijelajah. Lombok? Hmm.. ya, tantangannya masih lebih besar di negeri orang. Tumben. Bisa dibilang. Orang kayak aku, bisa mengharapkan pergi ke negeri orang. Dengan jarak tempuh yang luar biasa. Harus menumpang burung besi yang membayangkan saja aku tak sudi. Tapi boleh kan, ingin. Dan harus kutulis besar-besar di otakku, supaya keinginan itu menjadi ikhtiar di kemudian hari.

Advertisements

14 thoughts on “Mengapa Belanda? Mengapa Korea?

  1. Pilong, klo ke korea,ngajak2 yak,hehehe… Belanda itu salah satu negara yg paling rendah polusinya di dunia tapi paling tinggi biaya hidupnya ^^Klo aku >> Venesia *karena full of sea*, Turki *Full of mosque*, Madinah & Palestina, hehehe *gak ada yg nanya

  2. amatullahnella said: Pilong, klo ke korea,ngajak2 yak,hehehe… Belanda itu salah satu negara yg paling rendah polusinya di dunia tapi paling tinggi biaya hidupnya ^^Klo aku >> Venesia *karena full of sea*, Turki *Full of mosque*, Madinah & Palestina, hehehe *gak ada yg nanya

    ayuk, barengan :Dbagus kok nell, smoga tercapai yaaaa 😀

  3. khanifa said: belanda ya belanda. semoga bisa tercapai cita-citanya dan menghsilkan perjalanan yang bermanfaat

    haya kereenn.. untuk jangka dekatnya maya lagi pengen ke Nusa tenggara timur. kepulau komodo…hehehehe….

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s