Arti Sebuah Keterbatasan

Bismillahirrahmanirrahim…

Kalau ada internet dan waktu luang *bahkan kadang saat nggak bisa dibilang luang* aku insyaAllah *hew?* duduk di depan lapitos. Bisa lamaaa. Itu sejak speedy unlimited mampir di kehidupanku. Saat kapan aku bisa benar-benar lepas darinya?

KKN. Meski nggak jauh-jauh amat, udah dipastikan nggak ada internet di sana kecuali warnet yang ada di deket kecamatan. Itu juga nggak tahu kecepatannya seberapa. Awal KKN aku masih sempet curi-curi main fb di hape, tapi segera sadar bahwa Sim**** bukan operator yang ingin membahagiakan pemakai opera mini sepertiku. MP, sama sekali nggak kusentuh.

Sempet aku pulang di awal minggu kedua mungkin, harus ke kampus. Eh, dicengin ama ibu, katanya nggak betah di sana. Sejak itu, aku sama sekali nggak mau pulang, hehe. Tapi kadang dijengukin, soalnya kalo mereka ke rumah Eyang kan ngelewatin, jadi aku bisa nitip kipas angin, nitip beliin novel, dll.

Apa rasanya hidup di desa? Nyaman. Karena KKN yang aku jalani, berasa kayak libur panjang. Ya, memang lagi musim libur sih, tapi bedanya ya itu, peradaban yang kurang. Tapi naik motor sedikit aja udah sampai kota Purbalingga kok, bisa main di alun-alun, minum es duren, jajan di mini market. Lumayan. Kalau pagi, main ke sawah, sore main layangan. Sebenarnya nggak bisa dibilang keterbatasan, karena hampir semua tercukupi. Subhanallah.

Begitu juga kalau lagi di rumah Eyang. Aku nggak mungkin berada di depan lapitos sendirian. Kalau pagi, motret-motret, keliling rumah eyang, jalan di pinggir sungai. Kalau ada pancingan, mancing. Udah dapet ikan, bakar. Capek, tidur. Udara desa yang aku suka banget, ditambah kenyamanan berada di kehidupan sederhana.

Mati listrik? Kalau lagi nggak ada tugas, maka itu terasa sangat menyenangkan. Mengistirahatkan mata, pendengaran. Yang ada hanya kesunyian. Dulu, sempat beberapa tahun waktu ku kecil, rumah Mbah cuma pakai senthir. Malam hanya ada suara gesekan daun bambu yang bergemerisik. Suara angin di antara daun-daun kelapa yang menjulan. Jangkrik yang menggesekkan sayapnya. Syahdu.

Begitulah kalau seseorang jenuh dengan kehidupan yang monoton. Maka kehidupan di balik itu akan terasa mengesankan dan menyenangkan.

Hadis riwayat Abu Hurairah radiallahu ‘anhu., ia berkata: Demi Tuhan yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Dalam riwayat Ibnu Abbad: Demi Tuhan yang jiwa Abu Hurairah berada dalam genggaman-Nya, belum pernah Rasulullah membuat keluarganya kenyang selama tiga hari berturut-turut dengan roti gandum sampai beliau wafat. (Shahih Muslim No.5286)

Hadis riwayat Aisyah radiallahu ‘anha., ia berkata:
Kami, keluarga Muhammad sering hidup selama satu bulan tidak menyalakan api (memasak), karena makananannya hanya kurma dan air. (Shahih Muslim No.5280)

Advertisements

10 thoughts on “Arti Sebuah Keterbatasan

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s