Hati Yang Luka

Bismillahirrahmanirrahim…..
Kupikir, hidup di dunia seperti ini, memang sudah ada kesiapan. Tentang bagaimana hati akan melihat sebuah tulisan dari sisi yang berbeda. Aku sudah tahu, sejak aku merasakannya. Hingga kemudian menyadari, bahwa memang begitulah ciri khas seseorang itu. Bahwa dia tegas, bahwa dia humoris, bahwa dia galak, bahwa dia penyabar, dan bahwa-bahwa yang lain. Dulu, ketika aku bukan seseorang yang ‘siap’ aku akan segera menghapusnya dari memori-ikatan-persaudaraan ini. Aku hanya bisa menyimpannya dalam hati, dan memikirkannya. Tapi itulah pembelajaran, dan semoga aku bisa selalu belajar. Ces’t la vie…

Tapi ternyata tak semudah itu. Tak semua hati berada dalam kondisi siap. Maka aku belajar lagi, tak semua limpahan perkawanan ini dibagi sama rata kepada semua orang. Seringkali lupa, menyamaratakan. Aku minta maaf. Kalau boleh, dengan segala tetesan air mata yang bisa keluar. Mungkin aku akan menyortir berulang kali, setiap huruf yang ada, setiap kata yang ada. Sungguh, tak pernah ada maksud menyakiti siapa pun, di mana pun.
Dan hatiku begitu terluka
Tapi untuk yang kesekian kalinya
Rutinitas yang hampir terlupa
Aku meminta maaf pada seluruh kontak dan rekan saya
Atas segala yang luput dan alpa..
Tertanda,
Haya Najma

Advertisements

33 thoughts on “Hati Yang Luka

  1. malambulanbiru said: aduh, jadi runyam.aku minta maaf juga ya, Filly. aku malah baru baca komenmu setelah aku posting jurnal paling baru 🙂

    enggaa… malah ngingetin akuu :Dini kan rutinitas-ku mbaaa… beneraan *muka meyakinkan* beneran, beneran, trust me

  2. malambulanbiru said: aduh, jadi runyam.aku minta maaf juga ya, Filly. aku malah baru baca komenmu setelah aku posting jurnal paling baru 🙂

    bahwa dunia lapangan lebih mencengangkan dan mencekam…kita tidak akan tahu akan ditusuk dari depan atau belakang..C#

  3. bleruangke said: bahwa dunia lapangan lebih mencengangkan dan mencekam…kita tidak akan tahu akan ditusuk dari depan atau belakang..C#

    aku baru tau mas beruang tu kelahiran 88! hahaha.. kirain udah punya uban ;P *nunggu digaplok

  4. bleruangke said: bahwa dunia lapangan lebih mencengangkan dan mencekam…kita tidak akan tahu akan ditusuk dari depan atau belakang..C#

    tenang, haya gak pernah punya salah koq ma aku^^aku yang minta maaf hay, sapa tau pernah nyakitin kamu…maafin aku ya….*masang muka serius*

  5. alvast said: tenang, haya gak pernah punya salah koq ma aku^^aku yang minta maaf hay, sapa tau pernah nyakitin kamu…maafin aku ya….*masang muka serius*

    hihi.. iya mas nensaa.. maafin aku juga 😀

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s