Secangkir Teh, dan Sepotong Dirinya

Bismillahirrahmanirrahim…
Ahad kemarin, oleh2 dari bude di Cilacap adalah sekeranjang penuh ubi jalar. What a..
Aku suka. Terutama goreng tepung. Nostalgia itu berputar ulang, kembali ke tahun 2009… pada Juli… KKN.
Apa sih?
Tugas kami dulu kan ngajar para lansia buta aksara. Berhubung masa panen, maka waktu mengajar pastilah malam hari. Sekitar bakda isya, atau maghrib, kami menembus kegelapan malam, dengan jaket kuning yang setia, dan perlengkapan mengajar, salah satunya adalah papan tulis yang harus kami tenteng kemana-mana. Kalau yang hadir banyak, perasaan gembira tak terkira, meski mengajari lansia bukan hal yang mudah.
Selesai mengajar, maka kadang kami disuguhi makanan. Mendoan hangat, ubi jalar goreng… Dan teh panas. Ugh… nikmat betull… perut yang kelaparan bernyanyi riang menerima asupan. Dan sepulang dari sana, kami lanjutkan perjalanan malam kami. Kadang tanpa lampu jalan, karena hanya ada semak dan sawah… betapa tak percaya bisa melalui itu semua.
Tak lupa saat ada perayaan tasyakuran 17an.. hampir-hampir kami bingung membelah diri karena tiap RT mengundang kami ke acara mereka. Tapi yang utama tentu RT di mana kami tinggal. Gendingan. Dan… suguhan paling ku suka… ubi goreng… Malam itu menyenangkan, meskipun setelahnya kami harus melalui malam gelap yang sepi.
Suatu kali pun, kami dioleh-olehi ubi rebus untuk dibawa pulang. Saat itu kami ‘meminjam’ teman KKN dari desa sebelah untuk mengajar, otomatis kami harus mengembalikannya lagi. Jam 10 malam kalau tidak salah. Kami melalui 2 pemakaman, persawahan yang panjang, dan rumah-rumah yang penghuninya sudah nyaman di dalam rumah. Jalanan rusak. Ngebut. Hah… Ternyata bungkusan ubi kami jatuh… Hehehe… Lucu deh… Sampai-sampai, pulang mengantar itu, aku yang tak percaya kecepatan mengendarai motor temanku, pindah ke balik stang, dan ngebut nggak karuan… Sampai kebablasan, dan diketawai bapak-bapak yang sedang main tenis meja…
Aku suka.
setelah menggoreng ubi
yang ternyata kalau adonan tepung terigunya dicampur tepung maizena, bisa renyah sekali
dan memakannya bersama segelas teh hangat…
what a wonderful tonight
Advertisements

36 thoughts on “Secangkir Teh, dan Sepotong Dirinya

  1. berry89 said: setelah menggoreng ubiyang ternyata kalau adonan tepung terigunya dicampur tepung maizena, bisa renyah sekalidan memakannya bersama segelas teh hangat…what a wonderful tonight

    Iya ya!Pasti enak tuh!

  2. ayudiahrespatih said: tulis di recipes yah, saya pengen nyontek….*judulnya bagus…puitis gituh..*

    di recipes mana mba? hwhwhw… ga ada gambarnya, lagian ;pcukup bikin adonan tepung terigu dan tepung maizena, perbandingannya sekitar 5:1, kasih garam, air.. celupin ubi, goreng di minyak panas… aduh, crunchy ;phihihi.. iya mbak, sengaja… ;p biar romantiss

  3. nisachem05 said: baru tau niy..makasiy ilmunya…btw bis itu ga kentut2 kan?hehehhe

    Pas Korut nyerang Kosrsel kemaren itu pengungsi di penampungan di bagi2kan Ubi jalar, begitupun ketika jepang tsunami kemaren, waktu belum tahu..ini dua2nya negara maju kok tega2nya memberi pengungsi Ubi jalar. Ternyata ubi jalar ini atau sweet potato termasuk makanan yang mewah di sini, banyak dijjual di supermarket dan harga per kilonya kalo di Rupiahin hampir Rp. 24ribu-an…..

  4. gambarpacul said: Pas Korut nyerang Kosrsel kemaren itu pengungsi di penampungan di bagi2kan Ubi jalar, begitupun ketika jepang tsunami kemaren, waktu belum tahu..ini dua2nya negara maju kok tega2nya memberi pengungsi Ubi jalar. Ternyata ubi jalar ini atau sweet potato termasuk makanan yang mewah di sini, banyak dijjual di supermarket dan harga per kilonya kalo di Rupiahin hampir Rp. 24ribu-an…..

    wahh, beneran? ckckck.. berarti munthul ki komoditi ekspor yang mahal dong? atau beda ya?

  5. berry89 said: wahh, beneran? ckckck.. berarti munthul ki komoditi ekspor yang mahal dong? atau beda ya?

    munthule pada Dan…….aku nek pingin munthul nang kene malah rasida tuku, hla regane 4.000 won, rega ayam segluntung kur 7.000…….mending tuku ayame…he..he..

  6. gambarpacul said: munthule pada Dan…….aku nek pingin munthul nang kene malah rasida tuku, hla regane 4.000 won, rega ayam segluntung kur 7.000…….mending tuku ayame…he..he..

    berarti bener2 nikmat yaaaa *nggoreng meneeehhh, gawe ngences

  7. imadr said: asik ya KKN nya haya.. tampak seruuu..

    aku tuh gda kkn hay.. adanya PBL (praktek belajar lapangan) tapi itu juga msih di semarang masyarakatnya.. jadi g nginep-nginep gitu..abis ini aku stase ikm di luar.. itu ntar terjun langsung ke masyarakat lagi.. hehe..

  8. imadr said: aku tuh gda kkn hay.. adanya PBL (praktek belajar lapangan) tapi itu juga msih di semarang masyarakatnya.. jadi g nginep-nginep gitu..abis ini aku stase ikm di luar.. itu ntar terjun langsung ke masyarakat lagi.. hehe..

    iya? hadeh.. ga seru dong ;pIKM aku juga udah, seru juga ;p

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s