Sendiri Mulu

Bismillahirrahmanirrahim
Sebelum ini masih bisa, kemana-mana berdua. Jaga berdua. Beli makan berdua. Jalan berdua. Shalat berdua.
Tapi sejak masuk obsgin, sendiri sudah biasa. Makan harus gantian, jadi, meski sendirian ke kantin yang penting bisa makan.
Kalau lagi jaga Kamar Bersalin, hal terpenting adalah air minum. Habis melahirkan, nggak cuma si ibu melahirkan yang haus, yang nolongin juga aus ga ketulungan. Air bening paling mantap. Kadang kalo lagi kepanasan, pengennya minum yang dingin-dingin.

Dan, aku baru nyadar, di stase ini aku jadi kurang menikmati perjalanan. Biasanya kalau stase sebelumnya, tiap pulang aku bisa sambil menikmati gunung Slamet yang terbentang di depanku dengan gagah. Tapi di stase ini, kadang selirik aja liatya, nggak sampe senyum-senyum kagum. Waah… jangan sampe aku kehilangan kenikmatan menikmati keindahan alam. Tapi mungkin juga itu karena Purwokerto makin rameeee!
Advertisements

20 thoughts on “Sendiri Mulu

  1. liesemargaretha said: saking capeknya ya? :Dkan gak sendiri hay, makannya, ada ditemenin sebotol teh 😀

    kaki, pegel ;dkalo soal gunung mah, berangkat pagi buta membelakangi gunung, pulang malem ga liat gunung jugaiye, sahabatku botol

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s