Patriot-ku

Bismillahirrahmanirrahim…

Sampai di rumah, kulihat Ayah sedang di pekarangan membetulkan rantai sepedanya. Aku berlari ke arahnya dan memeluknya dari belakang. Ayah terkejut dan bertanya-tanya:
“Aih Bujang, mengapa kau ini? Ada apakah?”
Air mataku mengalir di bahunya.
“Digigit kumbangkah?”
Aku diam saja.
“Atau ulangan berhitungmu dapat nilai empat lagikah?”
Aku tak menjawab. Air mataku mengalir makin deras melihat bekas-bekas luka di punggungnya. Betapa aku telah salah menduga lelaki yang senyap ini.
“Aih, tak apa-apa, hanyalah berhitung, janganlah takut.”
Dadaku mengembang karena bangga memeluk seorang patriot.
“Nilai empat kan lebih baik daripada nilai nol, aih, janganlah takut, Bujang, janganlah takut.”
Aku memeluknya makin kuat. (Sebelas Patriot, hal 30-1)

Waktu baca bagian itu, merembes air mataku. Kalau soal yang berhubungan dengan ikatan batin keluarga, kelenjar air mataku memang berproduksi lumayan rajin.
Kemarin waktu berangkat ke rumah Eyang untuk ‘nengok’ Eyang kakung di pesarean, aku tanya ke my daddy bear. “Bapak, waktu aku sakit mikirnya apa?” Dulu waktu aku sempat sakit-sakitan, ibuku yang emang dasarnya cemasan pasti hancur hatinya. Seperti diremas-remas saat tahu salah satu anaknya sakit. Sampai menghiba-hiba ke dokter untuk meminta bantuan. Aku penasaran pada beruangku yang pendiam, apa di pikirannya kala itu? Karena dengan setia ia membimbingku menyambangi tiap rumah sakit.
“Ya pengennya sembuh.”
Aku dan ibu ketawa.
“Kenapa siih?” tanyanya, kesal.
“Masa gitu doang. Aku cuma pengen tahu, karena bapak unik.” Dan jawabannya selalu unik, dan pas untukku. Menguatkanku. Karena kami sama.
Tapi setelah itu tak terjawab lah pertanyaanku, karena aku sibuk menahan air mata lagi.
Advertisements

30 thoughts on “Patriot-ku

  1. Emang phily pernah sakit apa?Aku kalo inget bapak di rumah suka pengen nangiiss 😦 Apalagi bapak sama ibu sekarang tinggal berdua doang. Puasa pertama mereka berdua. Adekku udah berangkat kuliah di jogja 😦

  2. andiahzahroh said: Emang phily pernah sakit apa?Aku kalo inget bapak di rumah suka pengen nangiiss 😦 Apalagi bapak sama ibu sekarang tinggal berdua doang. Puasa pertama mereka berdua. Adekku udah berangkat kuliah di jogja 😦

    sakit anak-anak ;dhihi.. doakaan smoga makin harmonis ;p

  3. sinthionk said: waduh, kayaknya aku bakalan nangis juga baca bagian itu, soalnya dulu yang sang pemimpi cerita tentang bapaknya aku nangis sesegukan gak kelar-kelar 😛

    gyahaha.. rasakan sensasinya mbaa

  4. aya06fkuh said: yg “yaaa… pengennya sembuh”.. 😀

    iyaaa… aku juga suka bagian itu..aku pikir 11 patriot ini bakalan cerita bola abis2an yang tidak ku minati sedikit pun.. tapi ternyata tidaaaakk.. ini cerita ayahnya.. bikin terharu..novel andrea yang kusuka no 2.. setelah Sang Pemimpi.. karena dua2nya memiliki kesamaan banyak bercerita tentang Ayah..pengen baca novel berikutnya yang judulnya “Ayah” penasaran..

  5. imadr said: iyaaa… aku juga suka bagian itu..aku pikir 11 patriot ini bakalan cerita bola abis2an yang tidak ku minati sedikit pun.. tapi ternyata tidaaaakk.. ini cerita ayahnya.. bikin terharu..novel andrea yang kusuka no 2.. setelah Sang Pemimpi.. karena dua2nya memiliki kesamaan banyak bercerita tentang Ayah..pengen baca novel berikutnya yang judulnya “Ayah” penasaran..

    samaaaaaaaaaa imaa, aku juga ga suka bola, untung aja bukan melulu tentang bola ;p

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s