‘ 2 ‘ Chapter 1

Bismillahirrahmanirrahim…
Baru baca bab I dari novel 2 yang kelihatannya booming. Sebelumnya novel 5 cm pun booming. Karena rekomendasi dari teman yang suka naik gunung, aku beli novel itu. Cuma berakhir dengan dibaca pocong, alias lompat-lompat.. I don’t know why. Aku lupa, kenapa bisa begitu, yang jelas waktu itu aku nggak begitu tertarik, kayaknya harus dibaca ulang deh.
Dari Bab I novel ‘2’ ini, aku menemukan sesuatu yang berbeda dengan yang kurasakan di RS, terutama di Kamar Bersalin alias VK.
  1. Dokternya kasian banget, hampir pensiun dan pelupa, belum pernah ketemu selama ini.
  2. Selama ini, meskipun operator utama adalah dokter yang hampir pensiun, 1 jam untuk operasi sesar biasanya udah hampir selesai, tinggal jahit-menjahit. Tapi karena dalam cerita ini bayinya super, ya.. mungkin saja sih. Apalagi kalau dokternya tremor, hehe.
  3. Sebelum dokter meriksa, apalagi mau memutuskan operasi, selalu dilihat Status pasien. Jadi kemungkinannya kecil sekali sampai keluarga pasien lebih tahu jumlah bayi dalam kandungan dibanding dokternya.
  4. Petugas medis di lingkup Bagian Kandungan Kebidanan di RS-ku adalah bidan, bukan suster.
  5. “Huh, mana saya lagi ngantuk banget, badan sudah jompo begini, masih harus operasi, ngantuk, bisa bisa gak konsen saya.” > waduh.. gawat ya, kalo dokternya begini.
  6. Pas bayi lahir, dikatakan suara terdengar dari ruang bersalin (agak kurang konsisten karena tadi lokasinya di kamar operasi) dan biasanya keluarga pasien nggak bisa denger suara bayinya.
  7. Yang gendong bayinya bukan dokter operator kayak di novel ini, tapi baby catcher tergantung masing-masing instansi, bisa koass anak, koass obsgin, bidan, dll, tapi kalo dokter itu hampir mustahil. Begitu bayi dilahirkan, nggak bisa dokter langsung dekep ke dada, kan steril, gaun operasinya. Selain itu, dokter masih harus jahit perut ibu kan.
  8. Papanya langsung masuk ruang operasi (yang salah sebut jadi ruang bersalin).. terus teriak “Bayi satunya mana?” Terus dokter dan suster ngubek-ubek (kalimatnya begitu kok) perut ibu.
Jiwa ngritik novel lagi kambuh, mungkin ada yang nggak setuju, boleh saja, karena penikmat buku punya cara masing-masing 😀 *Sok bisa bikin buku bagus aja kaw*
Advertisements

16 thoughts on “‘ 2 ‘ Chapter 1

  1. ajengprimastiwi said: ooooo gitu to ceritanyabagus nontandanya km kritisbtw, obswil + lange nya dikhatamin ya^_^

    itu kan baru satu bab, bu 🙂 penasaran bangetinsyaAllah, boleh ga ingetan OW dan Lange-mu dipindah ke otakku?

  2. dysisphiel said: itu kan baru satu bab, bu 🙂 penasaran bangetinsyaAllah, boleh ga ingetan OW dan Lange-mu dipindah ke otakku?

    bole bolehahahagmn caranya coba?xixixidicicil aja bacanyananti juga kelar:P

  3. joeyta08 said: Aku dah baca 5 cm,bagus banget kok..Klo novel “2”, aku belum hehe

    he eh, kebetulan aku belum dapet feel-nya waktu itu, emang highly recommended oleh banyak orangayo dibaca, dibaca

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s