Untuknya,

Bismillahirrahmanirrahim…
Sore itu status BBM berubah sama, GWS Iwang. Aku bertanya-tanya pada temen-temen di tengah keterbatasan batere, Iwang kecelakaan katanya. Cedera Kepala Berat. Berita masih simpang siur, aku juga tak bisa memaksakan bertanya-tanya. Selain minggu itu sedang libur, teman2 banyak yang pulang, juga karena kalaupun benar iya, maka tentunya saat itu sedang ditangani dengan baik. Aku hanya bergeleng-geleng tak percaya.
Iwang tidak bisa dioperasi, Endotrakheal Tube tidak bisa dimasukkan karena fraktur multiple di wajahnya. Bahkan saluran kelenjar air matanya putus. Beruntung ia hanya mengalami perdarahan otak minimal. Iwang masuk ICU.
Senin, pagi sebelum kami masuk stase bedah, stase yang seharusnya kami dan Iwang masuki bersama, kami menjenguk Iwang di ICU VIP. Terpisah di antara pasien lain, ia terbaring di sana. GCS (Skor kesadaran) 12 dari yang seharusnya 14. Tentu itu menyenangkan hati kami. Kami hanya menunggu saatnya ia membuka mata. Esoknya Iwang demam. 40 derajat. Demam sangat berbahaya bagi para penghuni ICU. Iwang diisolasi. Tidak boleh ada penjenguk masuk ke kamar.
Senin siang kami kembali mengintip Iwang di ICU, melalui jendela yang setiap jam besuk dibuka. Ia masih terbaring di sana, tentu.
Satu minggu tidak ada perubahan. Iwang masih demam. Antipiretik sudah tidak mempan. Pagi dini hari ahad, defibrilasi. Ventilator segera dipasang. Siangnya kami mengunjunginya di ICU, tanpa berani masuk ke kamar karena suhunya masih tinggi, kami memandanginya dari pintu kaca. Masih terbaring di sana. Salah satu teman kami menungguinya sejak pagi. “Wang, ayo bangun!” kata kami. Air mata tak terbendung.
Sorenya keadaan Iwang makin menurun GCS yang pagi masih 7, berubah menjadi 5. Kami melakukan doa untuk Iwang. Malamnya, sekitar jam 11 malam kurang, GCS berubah menjadi 3 dan tekanan darah menjadi 35/15. Aku berusaha menghindarkan pikiran jahatku. Mengenyahkannya jauh-jauh. Aku takut pagi saat mataku membuka aku mendapati sms yang tidak kuinginkan.
Jam 3 pagi lebih alarm hapeku berbunyi, aku mematikannya, dan mataku tertumbuk pada BBM di baliknya. Iwang +. Lalu dengan nafas tertahan aku membuka BBM temanku. Jam 12 malam kurang, Iwang di RJP (Resusitasi Jantung Paru). Sekitar setengah jam kemudian. Iwang plus. Iwang meninggal. Aku masih diam memandangi langit-langit. Lalu kugerakkan mataku ke arah status-status BBM teman-teman. Semua sama. Nada yang sama. Nada yang sedih yang kutakutkan

.
Berbagai kenangan berkelebat. 2 minggu yang lalu, selama sebulan kami bersama 1 stase. Orang yang baik, pendiam, supel. Kata orang, orang baik selalu diambil lebih dulu.. Kurasa itu supaya ia menjadi jalan bagi kami, mengingatkan kami untuk menjadi orang yang lebih baik.
Aku bermimpi. Di ruangan yang besar itu diadakan acara perpisahan atas kematiannya. Waktu aku datang, ia malah duduk di samping temanku. Aku berkata, “Iwang di sini….” tapi tak ambil pusing karena aku memang lebih berharap ia masih di sana.
Setelah semua peralatan dicabut dari tubuh Iwang, ia disemayamkan di ruang ICCU, teman-teman mengucap salam terakhir, membacakan Yasin, lalu mengantarkannya ke Instalasi Pemulasaran Jenazah. Ia dimandikan di sana. Ayah-ibu-dan adiknya turut mengantar. Lalu beberapa teman mengiringnya kembali ke rumah.
Pagi tadi ia dimakamkan. Tak lama hujan turun.
Selamat jalan Saudaraku. Bertahun-tahun kami mengenalmu, bertahun-tahun pula kami tahu betapa baiknya kau. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhuInnalillahi wa inna ilaihi raji’un… Kami masih tak percaya kau sudah pergi. Allah lebih sayang padamu.
Tulisan dari Iwang yang diberikan ke teman seangkatan, awal 2007 (ambil dari fb temen). Sebuah tulisan yang ‘sangat Iwang’… Iwang mengaplikasikannya dengan sempurna.
Percikan Perenungan

Saat ini adalah titik permulaan hari baru. Hari ini diberikan kepadaku untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Menurut keinginanku, apa yang kulakukan hari ini adalah sangat penting. Oleh karena itu aku memulai suatu hari baru dalam hidupku.

Bila hari esok tiba, hari ini akan lenyap untuk selama-lamanya, dan akan meninggalkan sesuatu sebagai hasil usaha itu. Aku berjanji kepada diriku bahwa apa yang ditukarkan itu adalah untuk kebaikan, kemajuan, dan suksesku, agar aku tidak akan menyesali harga yang kubayarkan untuk hari ini.

Pikiran dan tingkah lakuku tenang dan segar. Aku menunjukkan keramahan kepada orang lain. Aku toleran terhadap orang lain, terhadap kekurangan-kekurangan dan kesalahan-kesalahan mereka. Aku memandang sikap mereka dengan hati yang lapang.

Aku berlaku dan bertindak seakan-akan apa yang kujadikan sasaranku pasti akan kucapai. Aku memang individu sesuai dengan idamanku, dan gambaran individualitas terpantul dalam setiap perbuatanku.

Aku tidak akan mengijinkan pertimbangan ataupun sikapku dipengaruhi hal-hal yang negatif atau pesimistis. Aku berusaha tersenyum sesering mungkin, sekurang-kurangnya beberapa kali dalam sehari.

Aku memberikan reaksi dengan cara yang tenang dan bijaksana dalam keadaan apapun. Kalaupun aku tidak dapat menguasai suatu keadaan, aku selalu akan berusaha memberikan reaksi dengan cara yang positif, terhadap fakta-fakta negatif sekalipun.


Advertisements

11 thoughts on “Untuknya,

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s