Thalassemia Girl

Bismillahirrahmanirrahim…
Waktu sedang tugas di poliklinik anak, ia datang dengan orangtuanya. Dilihat dari penampakannya, kelihatannya ada kelainan darah yang diidapnya. Pucat, tapi tanpa keluhan anemia seperti lemah, lesu, nafsu makan menurun. Ia tetap ceria, bermain seperti biasa. 4 tahun, usianya. Bagian limpanya membesar. Mata dan tubuhnya kuning.
Suspek thalassemia.
Dan betul, setelah dirawat di bangsal. Diagnosis tegak. Bocah kecil itu menderita penyakit yang sama dengan Pipiet Senja.
Sewaktu mengobrol dengan keluarganya, tanganku sambil meraba-raba pembesaran limpanya. Besar sekali. Si dia malah ngikik kegelian. Dengan Hb 3, ia sedang menjalani transfusi pertamanya, yang akan berlanjut ke transfusi-transfusi berikutnya.
Ibu dan bapaknya bertanya, apakah bisa sembuh? Aku menjelaskan sebisaku, dengan bahasa mudah. Intinya, anak mereka harus selalu transfusi apabila sudah mulai muncul gejala-gejala anemia.
Kenapa dia?
Tentu tidak ada yang paham, mengapa harus dia yang menderita thalassemia. Pun orangtuanya. Tapi secara kebetulan, mungkin ibu dan bapaknya sama-sama memiliki gen pembawa thalassemia.
Penampakan mereka, rata-rata seperti ini, facies cooley. Dengan hidung pesek, jidat menonjol, rahang menonjol, dll. Dan memang begitulah anak itu, gadis kecil dengan thalassemia.
Advertisements

19 thoughts on “Thalassemia Girl

  1. daiarjuna said: Krn ada gen pembawanya ya,bisa g qt sblm menikah n pnya anak periksa gen pembw dr masing2 pasangan,u menghindari hal2 sprt ini?

    bisa, dilakukan screening dan konseling sebelum menikah, juga saat hamil muda

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s