Malam Sibuk

Bismillahirrahmanirrahim….
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un..
Kalimat itu mengawali berita malam itu, ba’da tarawih. Tetanggaku meninggal, tiba-tiba. Menjelang tarawih. Istrinya yang biasanya selalu datang tarawih di masjid komplek (suaminya tarawih di masjid lain) pun tak hadir, ternyata itu sebabnya.
Setengah 9, aku bertukar pakaian, gamis hitam. Kami berangkat ke rumah mereka, di ujung gang. Sudah ramai. Jenazah belum datang, karena sempat dibawa ke RS. Aku duduk menunggu dengan tetangga lain.
Mataku tak henti memandangi persiapan meja dan kafan. Aku belum pernah menyaksikannya kecuali sewaktu di stase forensik, di kamar jenazah. Aku menunggu sampai ambulans datang di depan rumah. Istrinya menangis keras, pilu. Jenazah diturunkan, dibawa ke bagian belakang rumah untuk dimandikan. Untuk sementara, aku duduk di jalan depan rumah. Kursi-kursi sudah ditata, air minum dan permen ala kadarnya diedarkan. Dulu ustadzku pernah bilang, jangan makan dan minum di tempat orang yang sedang berduka, tapi kuambil sebutir permen untuk menyegarkan mulutku.
Jenazah dipindah ke ruang tamu, untuk dikafani. Salah satu tetangga kecilku gesit menginfokan keadaan. Ia besar di Kanada, tampak tak terlalu familiar dengan hal semacam ini. Lagipula masih terlalu kecil. Teman mainnya adalah cucu dari almarhum, jadi ia sedang tak punya teman main.
“Lagi diiket-iket. Mana aja sih yang diiket? Tadi kata Putri, smoga mbah-nya mati suri.”
“Hah? Mati suri? Syahid kali? Khusnul khotimah?”
“Mati suri kok.”
“Ah masa.” Kami protes, tapi anak 5 SD itu masih ngotot-bingung.
Rencana pemakaman ternyata di Solo. Jam 12 malam rencana berangkat. Ibu-ibu dan kami para remaja putri berkumpul di rumah saudara depan rumah yang juga usaha katering. Menyiapkan makanan sahur untuk musafir, untungnya ada bahan makanan yang niatnya dipakai untuk makanan anak panti asuhan. Dari jam 10 malam – 12 malam, kami memasak, menyiapkan kotak makanan, kerupuk, makanan untuk pelayat, minuman, sampai di detik terakhir, jam 12 kurang kami tergopoh-gopoh memasukkan ayam yang baru matang ke kotak, dan segera dibawa setengah berlari ke depan rumah duka.
Ambulans sudah siap. 3 mobil dan rombongan tetangga sudah siap. Makanan sahur kami masukkan ke masing-masing mobil. Dan berangkat. Kursi-kursi plastik kembali dibereskan. Semua hampir tampak seperti sedia kala. Tak ada yang menyangka, tapi begitulah. Malam itu, malam jum’at sibuk yang pernah kulalui dalam hal ini. Biarlah sebagai pengingat, supaya tak melupakan saat itu.
Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu
Advertisements

15 thoughts on “Malam Sibuk

  1. nisachem05 said: kmrn aku jg bis ta’ziyah murid sekolah alam yg meninggal..kcelakaan pas plg tadarusan dmasjid..T_T

    Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Semoga mendapatkan khusnul khotimah di bulan suci ini. Kok lama gak keliatan? Internshipkah?

  2. drprita said: Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Semoga mendapatkan khusnul khotimah di bulan suci ini. Kok lama gak keliatan? Internshipkah?

    aamiin dok, malam jum’at pulabelum dok, smg segera, hehe. kemaren ngurus simposium jadi ngga ngempi 😀

  3. drprita said: Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Semoga mendapatkan khusnul khotimah di bulan suci ini. Kok lama gak keliatan? Internshipkah?

    Mungkin ada baiknya juga cerita kayak salah satu dongeng favorit si genduk, endingnya: living happily ever after in the heaven.

  4. drprita said: Innalillahi wa innailaihi rooji’uun. Semoga mendapatkan khusnul khotimah di bulan suci ini. Kok lama gak keliatan? Internshipkah?

    innalillahi wa inna ilaihi rojiun.tetangga kemaren ada yang meninggal pas malam hari raya. anaknya non muslim semua… tapi untungnya dia tetap dimakamkan secara Islam oleh anak-anaknya.

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s