Shalat Sunnah dulu!

Bismillahirrahmanirrahim..

Bapak cerita.

Jadi, kami punya tetangga, namanya A. Anak kecil, masih SD. Lucu, dari dulu selalu diajakin jalan-jalan sama alm. eyang kakungnya (yang tetangga kami juga). Sejak pertama ketemu bapak, waktu cium tangan, lamaaa banget. Sejak saat itu kalo ketemu bapak selalu salaman. Kemaren Ramadhan, hampir selalu tarawih di masjid meski lagi batuk dan batuknya paling keras. Waktu Bapak ngisi kultum tentang Imam Hanafi, dia nyeplos “itu kan ternyata nggak buta, nggak tuli.” Pokoknya dia udah tau cerita pertemuan orangtua Imam Hanafi aka Tsabit, yang ingin menghalalkan buah apel yang terlanjur ia makan.

Nah, suatu saat, dia ke mushola sama ayahnya. Dia nggak di sebelah ayahnya, tapi sholat di sebelah bapakku. Terus setelah sholat, gandeng tangan bapakku bilang,” Hayo, jangan langsung pulang, sunnah dulu.” Dipegangin bener-bener biar nggak langsung pulang. Kecil-kecil gitu dia rajin shalat sunnah.

Aku ketawa kepingkel-pingkel lah. Si A, yang hafal semua bapak-bapak yang sering dia liat di mushola. Beberapa di antaranya bahkan jadi pengganti eyang kakungnya yang belum lama meninggal mendadak karena diduga serangan jantung. Meski nggak selalu shalat wajib di mushala, kuakui dia keren 😀

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s