Cook – Rajungan Masak Pedas

Bismillahirrahmanirrahim…

Ini dia hasil bawaanku dari Cilacap sana. Rajungan seharga 40 rb sekilo. Dapat 2 yang besar dan 1 yang kecil. Dan ada 1 yang kayaknya baru ganti kulit, kulitnya agak lembek gitu. Langsung aja deh dimasak untuk menu siang tadi.

Step first

first step

Before - After

Before – After

Karena udah sering posting tentang masak kepiting, bumbunya sama aja sih. Cuma ini pake rajungan, bukan kepiting. Ni resep sebelumnya : kepiting cabe madu.

Beach. Karangbolong-Pasir

Bismillahirrahmanirrahim…

Yum, maghrib tadi baru sampai rumah setelah seharian dari pagi nyasar di pantai Karang Bolong dan pantai Pasir Kebumen. Sengaja sih, sekalian pulangnya mampir ke rumah Mbah di Nusawungu.

Sejak ke Menganti, si bapak googling map dan ngeliat ada pantai di Pasir. Akhirnya destinasi wisata kali ini ke sana. Karena kebelet pee, akhirnya mampir dulu ke pantai Karangbolong khawatir di Pasir nggak ada toilet umum. Dan ternyata, karangbolong rame, dan ok… cuma gitu-gitu aja. Mana airnya kotor, karena muara sungai-sungai. Cuma ada karang-karang bolong doang. Buatku yang sangat sering ke pantai selatan, itu biasa banget.

Akhirnya lanjutkan perjalanan ke tujuan. Dan seperti apa tampaknya? Hanya kecil saja, dibatasi bukitan dan… tepi pantainya penuh dengan kapal nelayan. TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang bau dan cuma ada sedikit ikan. Well, di sana cuma ada pemandangan para nelayan dan kapalnya yang sedang merapat. Sebentar saja, lalu cabs.

Karena hitungannya sudah masuk Kebumen, perjalanan jadi makin lama. Kami mampir dulu di RM BR (samarin deh), yang di parkirannya penuh dengan mobil. Ramai berarti apa coba kalau RM? Ya kita masuk yah, padahal pengennya ke RM Padang aja biar cepet dan enak pula. Kami pesen paket-an 5 orang. Selain lama (karena banyak yang pesen) sejujurnya kecewa sama rasanya (harusnya ga boleh bilang ga enak ya, hehe) tapi beneran deh.. hampir hambar..

Abis itu, lanjut ke pantai Jetis (dulu pantai ini destinasi wisata banget buatku, sepi soalnya). Dulu pernah sekali, musim bintang laut, ada di pantai ini. Sekarang pantainya ramai, ada kolam renang dan warung-warung makan. Kami sih nggak ke situ. Tujuan kami ke TPI, Jetis, yang lumayan besar memang. Ramai banget deh! Harga melonjak. Udang besar, satu kilonya 70ribu. Terus beli rajungan (sejenis kepiting), dan ikan bogo laut, terus ikan asin pastinya.

Cabuttt, lanjut ke tujuan terakhir : rumah embah. Cuma sebentaran, metik-metik cabe, hahaha. Karena gerimis dan udah sore, kamu pulang deh ashar. Yeah, lumayan deh perjalanan kali ini. Pelajaran yang dipetik: aku sudah bosan laut standar, jadi Menganti dengan karang dan bintang laut dan bulu babi-nya masih lebih baik dari pasir dan laut. Sekian.

Habibie & Ainun

Bismillahirrahmanirrahim…

Kebetulan aku nggak terlalu kepingin nonton ini film tadinya karena denger katanya ngantrinya wow banget, apalagi pas musim liburan kan. Meski pas nonton trailernya, penasaran karena Reza mainin Habibie mirip banget. Cuma mikir ntar-ntar aja nontonnya (walaupun kadang pas udah nongol di tipi ga mesti nonton juga, paling ga gaul acara tipi soalnya). Akhirnya pas kemaren si hunbun ke RS buat ngasi coba kebaya penerima tamu, diajakin deh tuh sekalian. Tadinya dia mo nonton sendirian, saking ga ada temen nonton. Yowes, aku akhirnya nonton juga, lagian waktunya pas banget, pas jumatan pasti sepi.

Bener aja, sampe sana, longgaarrr, kosong malah soalnya udah pada masuk studio, hahaha. Udah mulai bok. Langsung aja si hunbun beli tiket, aku beli snack. Masuk pas adegan ‘gula jawa berubah jadi gula pasir’. Di awal aku lebih sering ketawa, di tengah merinding, di belakang udah mulai nahan nangis. Sebenernya aku gampang banget nangis, terutama kalo soal ‘family’, tapi kalo di depan orang-orang kadang ngampet gitu. Udah hampir berhasil, eh mrembes juga deh pas Habibie bacain surat di akhir itu… *Surat atau bukan sih itu.

Keren. Aku bilang. Pulangnya kami berdua naik becak dong, udah kayak Habibie Ainun. Sweetttt… Terus kami berpisah di RS. Di rumah aku pamer abis nonton (bahkan dibayarin, haha, makasi banget ya buk). Akhirnya malemnya si ibu sama adek nonton juga. Pertama kalinya nonton berdua mereka. :O

Dan aku baru sadar kalo inisial mereka sama dengan Hanan – Azi. Lnggeng-langgeng ya Nan, Zi 😀

Scramble Week

Bismillahirrahmanirrahim…

Jadi jarang curhat nih di sini 😀 Ini juga sebenernya dipaksa-paksain padahal ga punya bahan cerita, ga tau ada yang mau baca atau engga, hihi. Agak kerepotan ngurus pesenan #GingerLove yang alhamdulillah tetep ada. Alon asal kelakon prinsipnya. Nyari-nyari jasa kurir yang sesuai kantong, karena kalo kemahalan kasian yang beli. Udah mulai cari ide buat novel selanjutnya (kalo novel aja rajin banget dah…) Dan lagi kepingin tab T_T hiks… metik di mana ya uangnya.

IMG02341-20121223-0025

Penerbit Noura lagi mulai merambahi dunia penerbitan, anak dari Mizan yang merupakan gabungan dari beberapa anak Mizan termasuk LPPH. Baca buku terbarunya mba Ifa Avianty tentang keluarga besar Keke dan Wim.

IMG02343-20121223-1305

Kripik singkong stik pedes yang sudah ludes, lumayan jadi cemilan kemaren, hihi.

IMG02347-20121223-2220

Nanas mini yang jadi cemilan malem hari, seger biangett!

IMG02349-20121224-1113

Es krim Brazil. Di panasnya terik matahari yang membakar pas nungguin jahitan di pinggir jalan.

IMG02351-20121224-1629

Chicken … apa lupa, pesenan di MP tadi waktu ditraktir makan milad temen, nyam…

IMG02353-20121224-2003

Sushi pertama kali, asoy, ngegulungnya pake plastik dan bukan pake nasi jepang. Yang penting makannn 😀

Apa cita-citamu?

Bismillahirrahmanirrahim..

Tadi liat acara di trans, anak-anak kecil disyut ditanya tentang cita-cita. Anak-anak itu, mungkin ada yang nantinya berhasil, dan ada yang tidak. Maksudnya, seiring berjalannya waktu, akan ada banyak masukan dan penggalian kesukaan yang akan merubah cita-cita awal mereka?

Kalo aku dulu waktu SD pengen jadi apa? Aku pernah menulis esai tentang ingin jadi apa aku. Aku bercerita kalau aku ingin jadi Insinyur Pertanian, aku dapat nilai 70 saat itu. Kenapa bukan dokter? Seperti keinginan hampir setiap anak kecil? Atau astronot? Atau polisi? Kenapa Insinyur pertanian? Bahkan di kala itu, profesi ini pun nggak ngetop.

Tidak ada yang aku temukan untuk mengetahui alasannya. Setahuku, kadang aku ingin tampil beda dan tidak sama dengan kawan-kawan. Seperti mengapa aku memilih SMA 2, bukan SMA 1. Dan yang lainnya. Mungkin ini karena aku yang suka blungsukan ke sawah, cari ikan, keong, dan kecebong. Atau melihat sawah yang makin lama bertransisi menjadi lahan ladang dan akhirnya jadi gedung. Entahlah… yang jelas, sampai aku harus masuk universitas aku belum tahu betul cita-cita apa yang aku inginkan.

Katanya penjurusan di SMA akan dihilangkan? Semoga itu langkah bagus untuk menelusuri minat. Jaman sekarang, minat kadang tidak sebanding dengan jurusan kuliah. Bayangkan kalau kuliah sebanding dengan minat, pasti akan menyenangkan dan menghasilkan karya yang baik.

Aku lupa waktu SMA atau SMP, aku ditanya, ingin jadi apa oleh orangtuaku. Kataku, aku ingin jadi penulis. Katanya, penulis itu bukan profesi, hanya kesenangan. Cari cita-cita yang lain. Aku sempat ingin jadi psikolog, arsitek, dll. Masa yah, saking aku nggak ngerti pengen masuk ke mana, aku tulis Teknik Elektro sebagai jurusan alternatif, ini gila karena sebetulnya jurusan itu hanya untuk mengisi alternatif, karena tujuanku cuma pilihan pertama.

Tapi aku nggak (sepenuhnya) menyesal. Dengan bidang yang sekarang aku (lebih) dalami, kesukaanku pada menulis lumayan tersokong. Aku nggak pernah melepas keinginan menjadi penulis, 🙂 Tiap tahun harus ada target tentang itu. Mungkin, cita-citaku memang penulis, meski aku punya pekerjaan selain itu.

This is my first solo novel, 😀

Puteri Bintang

Bismillahirrahmanirrahim..

Akhirnya, setelah berbulan-bulan merapikan yang terserak, sebuah novel tercipta. Meski sudah beberapa pesanan mengalir, di sini aku tuliskan penjelasan mengenai novel pertama-ku yaaa. Cekidot!

 

Dengan bantuan IndiePublishing karyaku bisa terbit lebih cantik, trims! Kebanyakan bagian dari novel ini kukerjakan sendiri, mulai dari cerita, ilustrasi, dan cover. Maunya macem-macem kalo dibilang sih. Ini sekilas ceritanya…

Hanan, seorang putra pengusaha Yamani Chicken Corporation yang membuang dirinya ke kantor cabang kecil di Purwokerto karena kisah masa lalunya yang pahit.

Azi, dokter hewan penderita arsonphobia yang melarikan diri dari kegagalan pernikahan ke kota yang sama.

Mereka bertemu dalam satu perusahaan.
Akankah keduanya dapat menghapus kenangan buruk masa lampau?
Dapatkah mereka mendapatkan separuh dien yang mereka impikan? Seperti dongeng Negeri Gingerica…

Boleh dikatakan novel ini merupakan simple romance yang dikemas secara islami, sasarannya dewasa muda alias 20 something. Tapi bisa juga dibaca oleh remaja maupun orang tua.

How to buy?

View original post 164 more words

Cook – Daging Sapi Brokoli Nanas

Bismillahirrahmanirrahim..

Well, pagi ini dimulai dengan pergi ke GOR sama teman buat makan bubur ayam dan menjelajahi sunmor. Apa yang aku beli? Kentang ulir kepengenan si adek, tanaman bunga mawar putih, bros, kaos kaki 10ribu 3, kacamata baca. Sebenernya kalau aku pinter ngerawat hewan, bisa kubawa pulang juga ikan dan kura-kura, tapi engga, hehe.

Alhasil, jam 10 baru sampai rumah, dan baru berangkat ke pasar jam segitu. Aku pergi ke pasar kecil, yang lebih enak buat beli bahan makanan seminggu ke depan. Dan aku kesiangan. Cuma beli ayam dan daging. Ikan habis, tapi nggak papa, aku emang lagi males bersihin ikan atau cumi atau udang, lama bok.

Sampai rumah, masak salah satu makanan simpel ini. Dan baru kali ini melewatkan bawang putih sebagai bumbu masak, karena habis! Lupa ngecek bahan yang habis di rumah.

How to cook?

  1. Potong bawang bombay(separo saja, potong jadi 4)
  2. Potong daging (boleh dipresto dulu biar empuk), nanas, brokoli, wortel, dengan ukuran sesukanya.
  3. Tumis bombay dengan sedikit minyak di wajan anti lengket
  4. Masukkan daging, tumis sampai berubah warna
  5. Masukkan garam, lada hitam, gula, aduk
  6. Masukkan kecap dan saus tomat
  7. Masukkan sayuran dan nanas
  8. Tumis hingga sayuran sedikit layu, angkat, sajikan
Daging Sapi Brokoli Nanas

Daging Sapi Brokoli Nanas

Oya, daging sapi benar-benar sedang mahal. Sekilonya 100 ribu. Jadi tadi aku cuma beli setengah, huuu… mahalnya. Dan katanya mau naik lagi.. Pantes aja ikan udah habis, laris manis..

I’m Sherlockian, Now

Bismillahirrahmanirrahim..

Hai. Selamat malam ahad. 😀 Ngapain aja? Agendaku adalah berburu Sherlock.

Aku suka Detektif Conan udah lamaa banget, dari sana sering aku baca tentang Sherlock Holmes, Sir Conan Arthur Doyle, Agatha Cristie, Poirot, dll. Sebelumnya aku menutup mata dan nggak ingin memikirkan selain Detektif Conan. Pun waktu aku lihat di lemari buku sepupuku yang juga pecinta Conan, di mana di sana banyak juga terdapat novel Arthur Conan.

Belum tertarik. Bahkan cenderung menarik diri karena malas membaca, pasti itu buku yang sangat membosankan sementara aku harus berpikir keras membacanya. Ehem. Kejelekanku yang ini harus aku rubah. Karena seringkali aku termakan kemalasanku sendiri.

Aku punya genre favorit, tapi juga punya beberapa buku dengan genre yang awalnya tidak kusukai, atau biasa saja. Atau buku-buku pilihan adikku (lebih suka terjemahan–dulu aku sangat nggak suka terjemahan) atau pilihan ibuku atau bapakku.

Kalau kemauan membacaku sedang di titik nadir, alias malas luar biasa, atau dikalahkan rasa bersalah karena seharusnya baca buku penunjang pelajaran, maka aku akan break membaca. Untuk mengembalikannya lumayan susah, karena harus ada trigger yang baik. Biasanya aku mulai membaca buku yang sama sekali bukan genre-ku, atau buku yang terhenti di tengah jalan karena bosan, atau buku yang sama sekali belum terbaca. Dan itu asyik!

Kesukaanku pada Sherlock Holmes yang sedang membuncah dan diwarnai bibit-bibit cinta ini mulai setelah menonton film-nya, yang kedua. Analisisnya bener-bener bikin aku jatuh hati. Dan aku stop di filmnya. Aku tahu ada seriesnya, tapi belum tertarik karena sudah terlalu suka dengan cast pada film. Tapi, belakangan aku menonton seriesnya.. dan argh, aku kembali terjedot! Aku juga jatuh hati pada cast series ini. Dan lebih lagi, karena kemudaannya, kegesitannya, dan mimik yang begitu pintar dimainkan oleh Benedict. O, aku juga suka Watson tentu. Dan aku sangat sebal pada Moriarty.

Aku mulai. Saat aku suka pada sesuatu aku akan mulai mencari-cari apa yang berkaitan dengannya. Menemukan web Sherlockian. Berniat menambah koleksi novelnya, karena ternyata sudah banyak penerbit yang menerbitkan serial SH ini. Mencari OST. Mencari gambar SH chibi. Biasa. Dan aku belum bisa move on. DP BBku selama beberapa hari ini masih tentang Sherlock.

Dan tadi aku ke Gramedia untuk mencari novel SH cover baru yang katanya baru terbit dari gramedia, tapi nihil. Akhirnya aku beli begining-nya. Karena aku sempat patah hati pada akhir serial tv SH di season 2, SH meninggal di episode Reichenbach Fall. Aku mencari-cari kemungkinan apa yang dilakukan SH untuk memalsukan kematiannya, benar saja, dia hanya pura-pura mati. Watson begitu menyedihkan waktu bercerita pada psikiaternya. Hiks.

Ah, aku harus menghentikannya. Setiap aku mulai berbicara tentang SH, sekarang, aku akan berpanjang2 bercerita. hahaha. Padahal masih banyak misteri yang belum aku baca.

Jadi, siapa di antara kalian yang juga Sherlockian? Seandainya bisa, aku pengen pinjam otak Arthur untuk membuat novel yang SANGAT BAGUS ini.

Sherlock Begins

Sherlock Begins