Beach. Karangbolong-Pasir

Bismillahirrahmanirrahim…

Yum, maghrib tadi baru sampai rumah setelah seharian dari pagi nyasar di pantai Karang Bolong dan pantai Pasir Kebumen. Sengaja sih, sekalian pulangnya mampir ke rumah Mbah di Nusawungu.

Sejak ke Menganti, si bapak googling map dan ngeliat ada pantai di Pasir. Akhirnya destinasi wisata kali ini ke sana. Karena kebelet pee, akhirnya mampir dulu ke pantai Karangbolong khawatir di Pasir nggak ada toilet umum. Dan ternyata, karangbolong rame, dan ok… cuma gitu-gitu aja. Mana airnya kotor, karena muara sungai-sungai. Cuma ada karang-karang bolong doang. Buatku yang sangat sering ke pantai selatan, itu biasa banget.

Akhirnya lanjutkan perjalanan ke tujuan. Dan seperti apa tampaknya? Hanya kecil saja, dibatasi bukitan dan… tepi pantainya penuh dengan kapal nelayan. TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang bau dan cuma ada sedikit ikan. Well, di sana cuma ada pemandangan para nelayan dan kapalnya yang sedang merapat. Sebentar saja, lalu cabs.

Karena hitungannya sudah masuk Kebumen, perjalanan jadi makin lama. Kami mampir dulu di RM BR (samarin deh), yang di parkirannya penuh dengan mobil. Ramai berarti apa coba kalau RM? Ya kita masuk yah, padahal pengennya ke RM Padang aja biar cepet dan enak pula. Kami pesen paket-an 5 orang. Selain lama (karena banyak yang pesen) sejujurnya kecewa sama rasanya (harusnya ga boleh bilang ga enak ya, hehe) tapi beneran deh.. hampir hambar..

Abis itu, lanjut ke pantai Jetis (dulu pantai ini destinasi wisata banget buatku, sepi soalnya). Dulu pernah sekali, musim bintang laut, ada di pantai ini. Sekarang pantainya ramai, ada kolam renang dan warung-warung makan. Kami sih nggak ke situ. Tujuan kami ke TPI, Jetis, yang lumayan besar memang. Ramai banget deh! Harga melonjak. Udang besar, satu kilonya 70ribu. Terus beli rajungan (sejenis kepiting), dan ikan bogo laut, terus ikan asin pastinya.

Cabuttt, lanjut ke tujuan terakhir : rumah embah. Cuma sebentaran, metik-metik cabe, hahaha. Karena gerimis dan udah sore, kamu pulang deh ashar. Yeah, lumayan deh perjalanan kali ini. Pelajaran yang dipetik: aku sudah bosan laut standar, jadi Menganti dengan karang dan bintang laut dan bulu babi-nya masih lebih baik dari pasir dan laut. Sekian.

Advertisements

14 thoughts on “Beach. Karangbolong-Pasir

  1. aiiiiiihh… terakhir ning karangbolong aku pas ciliiiik.. hihihi
    ketoke jik ana fotone deh.. haghaghag

    mbiyeeen apik hay.. po eneh ning area karange sing bolong. resik.. tapi ituuu duluu.. haha

  2. Waaaah… belum ada yang pernah kudatangin satupun.. hehe..

    Minggu kemarin aku abis dari pwt haya… tadinya pengen ngubungin haya, tapi berhubung cuma dateng kondangan dan itu juga ngelaju pulang pergi, jadi bingung gimana caranya kalo mau ketemu haya.. sayang sekali ya.. padahal udah nyampe purwokerto.. huhu…

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s