Blog Event : The Labours of Grey Cells

Bismillahirrahmanirrahim..

Howaa, gayung bersambit bersambut kalau begini namanya. Blog Sel-sel Kelabu sedang ngadain blog event dengan tema The Labours of Grey Cells.

Ada 2 kategori yang diujikan ditemakan yaitu THE EARLY PROBLEMS (TEP) dan AND THEN THERE WERE MORE (ATTWM).

Tentu aku pilih yang kedua, karena bukan pertama kalinya aku baca novel Agatha Christie. Jadi sudah berapa kali? 3 kali! Baru segitu? Oh, itu terhitung bagus sebagai pecinta novel detektif pendatang baru. 😀 Kenapa? Akan kujawab, sesuai pertanyaan yang kupilih untuk tema kali ini.

Pengalaman menarik atau opini yang berkaitan dengan buku-buku Agatha Christie secara umum (jangan berupa review satu novel tertentu karena itu berarti masuk ke tema novel favorit).

Aku menyukai  cerita detektif berawal dari kesukaanku pada serial komik Detektif Conan yang sudah lama kukoleksi bahkan sampai langganan segala. Dari sana aku mengenal banyak tokoh dunia detektif, macam Hercule Poirot (di Kafe Poirot), atau Agatha Christie yang seringkali disebut-sebut, atau Sherlock, atau Arthur Conan Doyle. Tapi hatiku tak juga bergerak untuk mulai membaca novel-novel mengenai mereka. Aku merasa itu terlalu berat dan aku malas membaca sembari berpikir keras < pemalas.

Entah bagaimana aku terjebak. Suatu ketika ada bazar di salah satu toko buku di Dep.Store di kotaku. Kebanyakan novel Agatha Christie. Aku lemah soal novel murah, jujur, haha. Dan aku penasaran mengapa banyak sekali orang menyukai novel para pemikir itu sih? Heran!

Novel pertama yang kubeli adalah N or M seri Tommy and Tuppence. Haha, novel itu membuatku bolak-balik menduga-duga dan ternyata salah. Saat aku share di blog, ternyata banyak juga yang menyukai novel AC ini. Mereka merekomendasikan seri Hercule Poirot, kata seseorang, dia paling suka Poirot. Lalu aku membeli Lord Edgware Dies. Yang terakhir kubeli adalah Death Comes at the End yang kubeli saat bazar Gramedia akhir tahun, yang ternyata seru juga meski awalnya aku memandang “erg, nama apa ini? Renisenb, Nofret ternyata aku terhanyut dan seperti biasa, menduga-duga (yang selalu berubah-ubah).

Koleksi Agatha Christie

Koleksi Agatha Christie

Sebuah rasa yang mengaduk-aduk, berdebar, dan membuat kecanduan (bahkan kadang lebih dari candu, karena buku seringkali kutinggal saat kubaca-tak rela kalau habis) menyenangkan!

Well, meski aku merupakan penggemar yang belum lama menyatakan diri, saat ini novel-novel Agatha Christie, Arthur Conan, bahkan Maurice Leblanc menjadi salah satu buku wishlist yang ingin selalu aku koleksi.

Inilah yang dinamakan : ketaksengajaan berujung cinta.. haha.. 😀 Doakan semoga bisa menambah koleksi ya! Aamiin. I want moooooreeee!

Advertisements