Percaya, bukan …

Percaya, bukan berarti melupakan waspada. (Haya Najma, 22-1-13)

Bismillahirrahmanirrahim

Aku mengirimkan beberapa buah novel kepada pemesan. Setelah kukirim, semua kontak-nya mati. Mulai dari HP, FB, Twitter. Lalu aku memutuskan untuk meretur barang. Jasa ekspedisi mengiyakan. Namun ternyata laporan hari ini berkata barang sudah diterima. Whaat the…. Aku kontak lagi, masih nihil. Barang diterima sejak 18 januari kemarin. Lalu harus bagaimana? Di kala dulu saat ia memesan, memang sudah berkali-kali sms akan membayar namun aku belum memberikan jawaban karena belum paham ongkos dan belum ada barang yang tersedia. Maka, percaya, bukan berarti melupakan waspada.

Advertisements