Percaya, bukan …

Percaya, bukan berarti melupakan waspada. (Haya Najma, 22-1-13)

Bismillahirrahmanirrahim

Aku mengirimkan beberapa buah novel kepada pemesan. Setelah kukirim, semua kontak-nya mati. Mulai dari HP, FB, Twitter. Lalu aku memutuskan untuk meretur barang. Jasa ekspedisi mengiyakan. Namun ternyata laporan hari ini berkata barang sudah diterima. Whaat the…. Aku kontak lagi, masih nihil. Barang diterima sejak 18 januari kemarin. Lalu harus bagaimana? Di kala dulu saat ia memesan, memang sudah berkali-kali sms akan membayar namun aku belum memberikan jawaban karena belum paham ongkos dan belum ada barang yang tersedia. Maka, percaya, bukan berarti melupakan waspada.

Advertisements

22 thoughts on “Percaya, bukan …

  1. Hanya karena uang yang nilainya tidak seberapa itu kok mereka mengorbankan nilai persahabatan. Sungguh menyedihkan. Gak papa, anggap saja ini ujian kesabaran dan pelajaran yang baik untuk kesuksesan karya-karya mbak Filly berikutnya.

    Oiya, dari membaca review-nya mbak Fajar saya jadi tertarik membeli novelnya. Nanti saya coba ikuti prosedur pemesanannya.

    • aku ngirime nganggo jasa ekspedisi sing langka harga web’e mbak, nek sing bisa ngecek juga kdg kuwi ra pasti, dadi aku ming agen e disik

      lagi tak hubungi liwat wong liya neh mbak, mugo2 bisa kecantol neh 😀

  2. iya, setuju sama komen di atas. transfer dulu hrga buku+ongkir, baru kirim barang. nah, kecuali kalo emang teman yg kita sdh tahu ‘batang hidungnya’, boleh lah percaya… lagian kah teman.. he. btw, saya punya usaha toko buku online, bukumurah.net , barangkali mau kerjasama. 😀

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s