Jiwa Petualang

Bismillahirrahmanirrahim…

Yey. Tanda bahwa aku sedang di rumah adalah ini salah satunya, santai main internet 😀 Alhamdulillah setelah 2 bulan kurang jadi anak rantau akhirnya kembali lagi awak ke rumah orangtua. Ahey.

Jadi anak rantau ada asik dan enggaknya. Tapi aku lebih banyak mengantongi yang asik. Nambah banyak pengalaman pastinya. Dan petualangan dimulai.

Semalam, malam terakhir di Jakarta. Sore habis dalam kondisi migrain dengan aura, lumayan juga nyut-nyutan. Parasetamol nggak mempan, setelah diminumi kopi sisa semalam baru manjur. Rencananya pengen ke kota tua, pengen banget main ke tempat bersejarah. Namun takdir berkata lain, anak-anak pada pengen nonton. Aku ga jadi ikut, males nonton soalnya. Pengen jalan-jalan aja.

Akhirnya aku pulang, pengen mampir dulu ke sevel sebelum ke kos. Di jalan, adekku sms minta dibeliin buku. Nah, kenapa nggak ke gramed aja? Nyari Bajaj Biru kelewat mulu. Kaki malah dengan semangatnya jalan terus kayak dikejar maling. Akhirnya di jam 8 malam itu, kakiku melangkah ke Shelter Busway RSI. What a nekad person.

Ya nekat. Sendiri. Cewek. Di kota orang. Ga tau jalan. Mau ke Matraman, malem-malem. Tapi hasrat ngebolang kuat banget. Kayaknya karena itu hari terakhir di Jakarta. Akhirnya ikut arus. Berhenti di Shelter Senen, nanya-nanya, naik lagi ke arah Matraman.

Berdasar pengarahan dari seorang penumpang, katanya suruh turun di Matraman 1 trus balik lagi pake busway ke shelter sebelumnya. Aku percaya aja. Pas turun di Matraman 1, bingung, nanya lagi. Katanya jalan aja. Jalan dah tuh, sambil nyari Gramed, ga nemu-nemu. Dan ternyata ada di depan shelter busway selanjutnya dong T_T” Dan itu udah jam 9 malam. Di mana kalo di Pwkto harusnya toko udah tutup.

Berserah, kalo gramed-nya tutup ya balik lagi, itung-itung jalan sehat. Ternyata masih buka, horee! Nyari buku yang dititip, eh ko ga ada kata petugasnya? Jadi sia-sia dong? Aku keliling aja deh, yang penting seneng. Ealah, ternyata bukunya ada. Hore banget. Pulang ngebajaj, lanjut packing. Tidur nyenyak. Kalo dipikir-pikir, jiwa petualang yang seringnya laten ini kadang bangun dan mendobrak-dobrak. Seperti jiwa anti-mainstream yang kadang menyapa di antara ke-mainstream-anku 🙂

Pagi subuh siap-siap pulang. Nunggu jemputan taxi. Pamitan. Cus ke Stasiun Psr Senen. Nungguin temen dengan deg-degan karena sudah menjelang berangkat, aku masih di depan pintu masuk. Teng! Kereta sudah mau cus, kami baru masuk sambil lari-larian. Kayak di pelem deh aslik. Alhamdulillaaaaaaaah ga ketinggalan kereta. Cuaca gerimis, mendung, nemenin sampe kota udang. Setelah itu perlahan terang, dan di St. Purwokerto matahari menyambut gembira. Here i am.

Perjalananku selama di Jkt sebagian terabadikan di Instagram, silahkan kalau mau liat, id-nya hayanajma

Advertisements

11 thoughts on “Jiwa Petualang

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s