Muhasabah

Bismillahirrahmanirrahim

Berapa kali dalam setahun? Berapa lama setiap kali melakukannya? Berapa tetes* yang kau keluarkan?

Ada suatu masa, otak yang picik ini berpikir masa depan. Bagaimana kalau ini. Bagaimana kalau itu. Bagaimana kalau begini.

Lalu sadar bahwa dosa masih berlipat-lipat banyaknya. Dan nanti beberapa saat kemudian lupa.

Kemudian tentang doa. Yang belum juga dikabulkan karena doanya tidak memiliki batas waktu. Tidak seperti, “semoga ujian lulus.” Merasa terpuruk dan sedih.

Ketika memulai muhasabah. Sadarlah ia bahwa… jangan-jangan doanya sudah dikabulkan, dalam bentuk lain. Jangan-jangan doanya untuk mengganti keburukan yang akan terjadi?

Allah, betapa picik otak yang mudah sekali melupakan ini. Melupakan hembusan napas yang masih hadir. Melupakan keluarga yang begitu hangat. Melupakan teman-teman baik. Melupakan kaki yang masih baik melangkah.

Lalu,

Fabiayyi i rabbikuma tukaddziban.. Yang harusnya berulang kali disebut. Yang harusnya berulang kali diingat.

Alhamdulillah, sudah 24 tahun hidup dengan bahagia..

*tangis

Advertisements

6 thoughts on “Muhasabah

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s