Breath

Bismillahirrahmanirrahim…

Kenapa aku terkena kanker paru-paru.

Aku berbuat baik selama ini.

….

Ayahku meninggal karena kanker paru-paru.

Ia merokok.

Aku pun perokok.

Pasien lain.

Kapan kamu mengetahuinya?

Saat sedang berobat saya terdeteksi menderita kanker paru.

Tapi aku kuat.

Saya perokok kuat.

(Saat ia bertelepon dengan keluarganya, mengabarkan bahwa ia akan dioperasi esok pukul 7, tak kuat ia menahan tangis.)

Setelah operasi yang sukses.

(Istrinya) Kalau ia segera membaik. Aku akan merawatnya, tidak akan membuatnya marah.

Cerita di atas aku tonton tadi di Arirang tv. Tentang pasien-pasien yang kebanyakan (bahkan di acara tadi semuanya) adalah laki-laki usia lanjut, perokok, dan penderita kanker paru stadium 3. Di RS itu dengan segala peralatan yang canggih di Korea, mereka melakukan operasi untuk para penderita kanker paru.

Merokok mungkin terasa nikmat. Tapi kalau hal itu menyebabkan seseorang harus kehilangan, apakah masih terasa nikmat?

Advertisements

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s