Henti Jantung – Resusitasi Jantung Paru untuk awam

Bismillahirrahmanirrahim

Setelah 3 hari kemarin menjalani pelatihan Advanced Cardiac Life Support nggak ada salahnya aku share di sini. Kasus henti jantung sudah makin familiar di masyarakat. Cardiac arrest ini bukan tidak bisa ditolong, ternyata. Bahkan oleh orang awam, selayaknya orang di luar negeri sana, mereka mendapat pendidikan yang cukup mengenai life support ini.

Apabila kita mendapati orang yang pingsan mendadak, yang harus kita lakukan adalah.

        1. Cek Kesadaran. Panggil dia untuk tahu apakah dia hanya tidur, atau pingsan, atau henti jantung.
        2. Lihat napasnya. Bernapas atau tidak? Dadanya naik-turun tidak?
        3. Segera panggil bantuan. Telepon ambulans.
        4. Cek nadi. Periksa di nadi karotis, atau leher. Mari sekarang kita raba leher bagian yang paling menonjol dengan 2 atau 3 jari, lalu geser ke kanan atau ke kiri, rasakan nadi kita. Jangan terlalu lama meraba, hanya sekitar 5 – 10 detik saja, kalau ragu lebih baik lanjutkan ke langkah selanjutnya.
        5. Kalau TIDAK ADA NADI, itu berarti henti jantung. Segera lakukan KOMPRESI.
        6. Ini adalah posisi kompresi dada yang baik. Tangan harus tegak lurus dan menumpu seluruh tubuh kita.

        7. Letakkan tangan di 1/2 tulang sternum (dada) atau lurus puting susu

          Kompresi dilakukan minimal 100 x per menit, dengan cepat. Kedalaman 5 cm. Minimal interupsi (jangan distop). Tangan jangan lepas dari dada (melayang) harus menempel di dada terus. Nanti kita akan saksikan videonya, ada lagu yang menjadi pedoman kompresi (a, a, a, a, staying alive – Bee Gees). Untuk orang awam, kami hanya mengharapkan untuk melakukan kompresi terus-menerus sampai bantuan datang (hands only CPR). Untuk ventilasi (bantuan napas) biasanya diserahkan kepada petugas kesehatan. Jadi selama menunggu bantuan, / ambulans dengan alat pacu jantung, teruslah kompresi dada pasien tersebut.

        8. Sekarang terdapat alat bernama AED (Automated External Defibrilator) yaitu alat pacu jantung yang tersedia di beberapa layanan umum. Di Indonesia masih jarang, tapi ada di bandara-bandara, di kotak dengan tanda gambar jantung dengan petir. Pecahkan kaca dengan palu yang tersedia untuk mengambil AED jika ingin melakukan pacu jantung pada pasien henti jantung. Alat ini dilengkapi dengan rekaman penggunaan berbahasa indonesia, jadi cukup diikuti saja.
      • Pertama kita ambil alat AED yang tersedia
      • Ikuti instruksinya
      • Buka baju pasien
      • Ambil pad elektroda, ada 2 lembar, tempelkan sesuai gambar. Di dada kanan atas, dan di bagian bawah dada kiri. Kalau pasien basah oleh keringat, lap dulu.
      • Alat AED akan menganalisis ritme jantung. STOP KOMPRESI. Dengarkan. Shockable atau non shockable. Apabila alat menyarankan untuk shock, maka alat akan mengatakan bahwa kita harus menjauh dari pasien. Jangan sentuh pasien saat akan di shock. Saat alat sudah memerintahkan kita untuk shock, maka pencet tombol shock dan aliran listrik akan dikirim ke pasien. Apabila tidak disarankan untuk shock, maka alat akan meminta kita untuk KOMPRESI lagi. Lakukan sampai bantuan datang. Video di bawah ini tentang penggunaan AED.

Ingat, kita berpacu dengan waktu. Oleh karena itu, setiap menit bisa menurunkan kemungkinan pasien hidup. Video di bawah ini contoh penyelamatan hidup dengan AED.

Semakin banyak yang tahu, semakin banyak yang SELAMAT.

Advertisements

12 thoughts on “Henti Jantung – Resusitasi Jantung Paru untuk awam

Komen dong yuukkkzz :D

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s