DIY – Heart Bookmark

Bismillahirrahmanirrahim…

Tadi di FB nggak sengaja nemuin beginian.. iseng aja pengen bikin sih, yang gampang aja.. Bisa lihat caranya di sini.

Hasilnya…

SONY DSC

SONY DSC

 

Dan pengen bikin bookmark origami kucing, tapi… susah banget.. hiks.. sampe kesel ga berhasil yaudin besok lagi dicoba, hehe..

Advertisements

Sherlockian Kacaw

yang penting untuk seorang sherlockian, ialah mengingat-ingat kasus yang pernah dibaca, atau, setia pada satu penerbit untuk dikoleksi

— Filly UK/Haya Najma (@filly_uk) August 30, 2013

Bismillahirrahmanirrahim

Jadi, ceritanya pas di Semarang kemarin aku mampir ke Gramedia *anak gaul gramed ceritanya. Aku beli 1 buku Sherlock Holmes yang bisa dibilang baru terbit. Baru terbit di sini karena terbitan penerbit anyar ya. Penerbit SH yang sekarang aku pilih untuk dibeli bukunya karena sesuai sama aku.

Udah aku liatin casenya, berharap aku benar bahwa buku yang mencakup beberapa kasus ini berisi kasus-kasus yang belum pernah kubaca. Udah seru banget kan tuh? Nah pas kemaren baca, ternyata satu kasus pertama udah punya bukunya dan udah kubaca -_-” alamaaaak. Kebobolan.

Jadi quote di atas adalah hasil kesimpulan bodoh sang pengumpul buku SH.

Kebiasaan/Kesukaan Baru

Bismillahirrahmanirrahim…

Untuk soal buku, aku kadang ga mudah move on. Maksudnya agak malas menerima penulis baru yang memuaskan hasrat membacaku. Buat buku kok coba-coba. Begitulah kira-kira. Meski nggak jarang juga beli buku dengan penulis baru sih… Tapi untuk beberapa genre harus berpikir ulang.

Soal yang terbaru ini misalnya. S.Mara Gd punya. Novel thriller yang cukup terkenal buatan penulis indonesia. Jarang-jarang kan ya? Nah. Suatu saat waktu ada bazar di Gramed Matraman, ada buku ini. Tau nggak sih, untuk proses seleksi buku yang dipilih di gramed butuh waktu lama juga. Jadi sepanjang ngubek bazar itu aku ngebawa banyak tumpukan buku yang pengen aku beli. Tapi nggak mungkin dong ya beli semua. Nambah-nambahin beban buat pulang ke kampung, juga ga ada ongkos.

Jadi terpilihlah buku S.Mara Gd ini, dibanding buku-buku lain yang akhirnya kusingkirkan karena lebih memilih ini. Wow, ini pilihan yang cukup serius. Nggak takut ya kalau novelnya ternyata nggak sesuai? Sebodo deh, entah kenapa penasaran banget sama thriller made in Indonesia.

Akhirnya terbacalah buku itu. Dan lumayan. Lumayan itu dalam bahasaku sudah cukup baik. Meski ada yang lebih baik. Tapi aku menikmati membaca ini, meski bahasanya agak jadul dan panjang. Tapi penasaran ini membuatku… aaw… buku yang begini aku suka banget. Menerka siapa pelakunya. Jadi mungkin, berawal dari Conan, lalu Sherlock, lalu Agatha Christie’s.. akhirnya sampai juga di S.Mara Gd’s.

Ada rekomendasi buku misteri? Mungkin aku harus mencicipi.

Terakhir buku yang kubaca adalah How to manage your Habits by Ust. Felix S. Aku nggak terlalu sering baca buku motivasi. Kalau ada yang bagus aja, baru aku lahap. Dan buku ini menarik. Meski ada beberapa typo, tapi gaya bahasanya enak dibaca. Jleb memang, tapi tidak menggurui. Mengena dan merasuk dalam jiwa. Aih… Yang begini yang cocok di aku, juga yang banyak cerita kehidupannya, begitulah…

Karena mudah bosan, kalau tingkat kejenuhannya sudah memuncak di genre yang sering kubaca, beralih ke buku motivasi dan agama adalah pilihan maknyus. How about you?

 

 

Funny Strawberry

Bismillahirrahmanirrahim

Bosan ya, isinya makanan melulu, huh >,<

Aku mau cerita yang lain. Ini tentang stroberi yang lucu.

Suatu saat, buku itu menghilang. Padahal belum selesai dibaca. Aku lupa naruh di mana. Aku sudah menelusuri semua kolong tempat tidur, nihil.

“Ada yang liat buku stroberiku nggak??”

Khadimat-ku juga nggak liat tuh.

Ibu : Yang banyak stroberinya itu kan?

Aku : Iya yang itu, di mana yaa?

Ibu : Emang stroberinya ilang berapa?

Aku : Langsung njungkir dan terjun

Karena ga nemu juga aku menyewa seorang detektif swasta amatir yang bayarannya semangkuk ramen, oh bukan, karena sedang Ramadhan, ia minta dibayar sebuah komik. Karena aku sudah pasrah, aku iyakan. Berbekal senter ia mencari.

Ibu ikut nyari juga. Dan ketemu! Nylesep di sela tempat tidur tapi belum jatuh ke kolong.

Yey! Nggak jadi keluar uang karena detektifnya kalah. 😀

Lalu aku menyadari sesuatu. Aku ingin cincin yang ada di sana! Wahai siapa yang berani memberikannya padaku, akan kuberi semangkuk stroberi yang penuh kejutan. 😀

 

SONY DSC

 

SONY DSC

 

The Strawberry Surprise – Desi Puspitasari

Menulis ini diiringi alunan ini…

Paper Romance

Bismillahirrahmanirrahim..

Setelah cekikikan sendiri karena baca blog temen yang lucu abis, pas buka fb ternyata di-tag sama mbak Lia terkait kuisnya. Waaa, ngga nyangka beut, hahaha. Alhamdulillah, jum’at mubarrak.

lia2

lia

Jiwa Petualang

Bismillahirrahmanirrahim…

Yey. Tanda bahwa aku sedang di rumah adalah ini salah satunya, santai main internet 😀 Alhamdulillah setelah 2 bulan kurang jadi anak rantau akhirnya kembali lagi awak ke rumah orangtua. Ahey.

Jadi anak rantau ada asik dan enggaknya. Tapi aku lebih banyak mengantongi yang asik. Nambah banyak pengalaman pastinya. Dan petualangan dimulai.

Semalam, malam terakhir di Jakarta. Sore habis dalam kondisi migrain dengan aura, lumayan juga nyut-nyutan. Parasetamol nggak mempan, setelah diminumi kopi sisa semalam baru manjur. Rencananya pengen ke kota tua, pengen banget main ke tempat bersejarah. Namun takdir berkata lain, anak-anak pada pengen nonton. Aku ga jadi ikut, males nonton soalnya. Pengen jalan-jalan aja.

Akhirnya aku pulang, pengen mampir dulu ke sevel sebelum ke kos. Di jalan, adekku sms minta dibeliin buku. Nah, kenapa nggak ke gramed aja? Nyari Bajaj Biru kelewat mulu. Kaki malah dengan semangatnya jalan terus kayak dikejar maling. Akhirnya di jam 8 malam itu, kakiku melangkah ke Shelter Busway RSI. What a nekad person.

Ya nekat. Sendiri. Cewek. Di kota orang. Ga tau jalan. Mau ke Matraman, malem-malem. Tapi hasrat ngebolang kuat banget. Kayaknya karena itu hari terakhir di Jakarta. Akhirnya ikut arus. Berhenti di Shelter Senen, nanya-nanya, naik lagi ke arah Matraman.

Berdasar pengarahan dari seorang penumpang, katanya suruh turun di Matraman 1 trus balik lagi pake busway ke shelter sebelumnya. Aku percaya aja. Pas turun di Matraman 1, bingung, nanya lagi. Katanya jalan aja. Jalan dah tuh, sambil nyari Gramed, ga nemu-nemu. Dan ternyata ada di depan shelter busway selanjutnya dong T_T” Dan itu udah jam 9 malam. Di mana kalo di Pwkto harusnya toko udah tutup.

Berserah, kalo gramed-nya tutup ya balik lagi, itung-itung jalan sehat. Ternyata masih buka, horee! Nyari buku yang dititip, eh ko ga ada kata petugasnya? Jadi sia-sia dong? Aku keliling aja deh, yang penting seneng. Ealah, ternyata bukunya ada. Hore banget. Pulang ngebajaj, lanjut packing. Tidur nyenyak. Kalo dipikir-pikir, jiwa petualang yang seringnya laten ini kadang bangun dan mendobrak-dobrak. Seperti jiwa anti-mainstream yang kadang menyapa di antara ke-mainstream-anku 🙂

Pagi subuh siap-siap pulang. Nunggu jemputan taxi. Pamitan. Cus ke Stasiun Psr Senen. Nungguin temen dengan deg-degan karena sudah menjelang berangkat, aku masih di depan pintu masuk. Teng! Kereta sudah mau cus, kami baru masuk sambil lari-larian. Kayak di pelem deh aslik. Alhamdulillaaaaaaaah ga ketinggalan kereta. Cuaca gerimis, mendung, nemenin sampe kota udang. Setelah itu perlahan terang, dan di St. Purwokerto matahari menyambut gembira. Here i am.

Perjalananku selama di Jkt sebagian terabadikan di Instagram, silahkan kalau mau liat, id-nya hayanajma

Book Review – Sherlock Holmes Anjing Iblis Keluarga Baskerville

Bismillahirrahmanirrahim

Ingat postingan yang ini? Aku bakal menuliskan hasil membacaku seharian. Ini cukup sulit, karena untuk novel semacam ini biasanya sengaja aku tunda-tunda supaya nggak cepat habis. Tapi aku khawatir bakalan lupa, bahkan ini sambil aku catet di hp. Resensi bukan hal yang mudah 😀

SONY DSC

Anjing Iblis Keluarga BaskervilleAnjing Iblis Keluarga Baskerville by Arthur Conan Doyle

My rating: 5 of 5 stars

Buku ini menceritakan mengenai sebuah kasus misterius tentang pria kaya bernama Sir Charles Baskerville, yang memberikan warisannya pada Sir Henry Baskerville namun dengan bonus kutukan yang turun-temurun terjadi pada Baskerville’s. Dr James Mortimer, kawan sekaligus dokter Sir Charles meminta bantuan Sherlock Holmes yang dengan senang menerimanya.

Dengan dibantu Watson untuk mengawasi Sir Henry di kediamannya di Devonshire, Sherlock pun ternyata diam-diam juga mengikuti segala perkembangan kasusnya dibantu bocah kecil Cartwright. Mereka menganalisis semua kemungkinan, mulai dari latar belakang seluruh tetangga Sir Charles di Baskerville Hall.

Kutukan apa yang membayangi Sir Henry sebenarnya? Ia dibayangi oleh kutukan anjing iblis yang beberapa kali muncul di rawa dekat Baskerville Hall. Sir Charles pun meninggal di dekat rawa, dengan jejak kaki anjing besar di sekelilingnya!

Sherlock tentu tidak menggadaikan kecerdasan dan daya pikirnya pada kenyataan mengenai mistis tersebut. Ia mencari kemungkinan dan jaring-jaring untuk menjebak pelaku. Sebagaimana yang diketahuinya mengenai salah satu tetangga di Devon, Mr Stapleton, yang memiliki banyak kebohongan di balik kepolosannya sebagai ahli tumbuhan.

Ternyata Mr Stapleton adalah Baskerville’s yang juga mengincar harta kekayaan Sir Charles. Dan ia mengincar Henry dengan menggunakan kepintarannya meramu kejahatan dengan bermodalkan anjing besar dengan baluran cat bercahaya yang mampu membuat siapapun ketakutan sampai mati layaknya Sir Charles yang memiliki sakit jantung.

Suatu malam Sherlock menggunakan Sir Henry untuk memancing Stapleton melakukan kejahatannya. Sherlock memasang jaring-jaring yang sedemikian rupa, demikian cantik dan cerdas untuk menjebak Stapleton. Dan saat Sir Henry berjalan di sekitar rawa keramat itu, Stapleton melepas anjing raksasa berlumur fosfor untuk menakut-nakuti Sir Henry.

Akhirnya? Dengan semua peluru yang dimilikinya, Sherlock menembak mati si anjing. Stapleton melarikan diri dan tenggelam di pasir hisap bersama seluruh kejahatannya.

Nah, pada kasus ini aku memang menebak si Stapleton pelakunya karena sudah pernah nonton Serial BBC dengan judul yang sama namun cerita yang dirubah (betul-betul diubah, bahkan karakternya, jadi pas aku nonton lagi aku baru sadar kalau itu beda banget). Tapi itu juga masih hanya menduga-duga karena cerita ini tetap seru. Jangan heran kalau di beberapa seksi bakal mendapat kejutan-kejutan seru yang mendebarkan dan nggak ada di serial BBC.

Terjemahannya novel ini bagus lho, mudah diikuti. Beberapa typo sayangnya masih ditemukan. Dan aku suka dengan layoutnya. Selain mata anjing yang selalu mengawasi di kanan kiri halaman, juga kertas dan ilustrasi dalam serta jeda antara tiap paragraf yang lebar. Untungnya aku nggak baca malam-malam, pasti bulu kuduk pada berdiri deh kalo baca tengah malam sendirian.

Aku suka banget gimana SACD menulis buku ini. Dia bener-bener menyatu dengan sosok Sherlock Holmes dan Watson. Menggambarkan SH dengan begitu detil, arghhhhh. Makin semangat koleksi serialnya.

View all my reviews

Nice! Terima kasih Visimedia dan Gilabuku 🙂

Mood Stabilitator

Bismillahirrahmanirrahim

Yey, akhirnya bisa menyambangi rumah ini lagi. Cuaca hari ini panas, setelah sore tadi diguyur hujan. Dan sekarang sedang ada secangkir pekat kopi setengah manis yang baru diseduh untuk mereduksi migrain yang mungkin muncul karena gerimis sore tadi. Kopinya kiriman dari Bandung, Aroma. Mau pesan? Bisa ke Ncus 😀 Ada yang usianya 8 tahun low.

Nah, setelah 1 bulanan ini dilanda kerumitan, alhamdulillah tadi bisa jalan-jalan refresing cari hiburan. Kemana lagi? Tempat yang paling kurindukan adalah toko buku. Tapi kali ini bukan gramedia, karena aku lagi cari yang diskonan. Alhasil aku pergi ke Jogja Bursa Buku yang meski nggak terlalu lengkap tapi memanjakanku dengan diskon dan sampul buku.

Dapet satu buku, terus pulang deh. Belanja buku itu menyenangkan! Dan aku iri sama yang lagi dimanjakan IBF, huhu___

Baskerville!

Bismillahirrahmanirrahim…

Ouch. Lama nggak berkunjung dan posting di CL12 ini membuatku kangeen. Tapi smoga kekangenan ini menghasilkan.

Aku dapat sesuatu yang menarik lho. Jadi karena aku bilang sama penerbit buku ini bahwa aku udah nggak punya bukti pembayaran (ternyata ada tulisan mengenai penggantian buku cacat, ditulis kecil di bagian depan) penerbit berbaik hati menawarkan penggantian buku dengan syarat. Syaratnya adalah membuat resensi buku terbitan mereka. Apapun, meski aku nggak ahli bikin resensi, akan aku coba.

Aku dapat kiriman penggantian buku cacatku dan bonus buku untuk diresensi. Alhamdulillah. Thx to @buku_visimedia dan @gila_buku untuk kesempatannya. Nanti aku baca bukunya setelah semuanya kelar yaa 🙂

SONY DSC