Movie – Love 911

Bismillahirrahmanirrahim…

Ah.. beberapa hari ini maraton nonton film-film yang didownload dari youtube. Berawal dari Rectoverso, My girl and I, yang terakhir Love 911. Yang terakhir ini termasuk dalam jajaran film yang nggak kulewatkan tiap detiknya kecuali untuk adegan ++ nya.

Awalnya hampir aja kumatiin karena kupikir ini salah satu film mellow yang digabung action. Nggak semua film action dan super mellow kusuka, tapi setelah muncul adegan Mi Soo yang cantiknya super dan berperan sebagai dokter aku memutuskan melanjutkan nonton.

Ceritanya sangat sangat sangat keren. Dibuat apik, ya seperti kata pepatah, sebuah buku yang mudah dibaca butuh penulisan yang sulit.

Tokoh utamanya Kang-Il, cowok bertubuh atletis yang bekerja sebagai firefighter. Biasanya aku nggak suka nih sama cowok tubuhnya kekar. Dia pernah ditinggal mati istrinya, sejak itu sikapnya jadi dingin.

Secara nggak sengaja, Mi Soo si dokter cantik ini melakukan misdiagnosis yang bikin dia dapat hukuman. Ada kemungkinan dia dicabut izin sebagai dokternya. Tapi bisa dapat keringanan kalau dia bisa bikin Kang-Il menggugat suami pasiennya yang pemarah dan pernah mukul Kang-Il sewaktu di RS. Mi Soo berusaha supaya Kang-Il mau melaporkan suami pasiennya. Kang-Il nggak peduli, meski Mi Soo menggoda dengan cara apa pun.

Dasarnya Mi Soo emang preman, dia terlibat perkelahian dan harus bayar denda mahal. Untuk terbebas dari denda, selama ia diliburkan dari RS ia melamar menjadi petugas sukarela yang membantu 911 crew alias Kang-Il cs. Karena stenosis di pembuluh darah otak Mi Soo, dia jadi sering pingsan dan selalu Kang-Il yang nolongin.

Ada banyak adegan keren, kayak pas Mi Soo pingsan di ruangan gas karena penyakitnya. Kang-Il sadar kalau di mobil Mi Soo nggak ada, dia putar balik dan mendapati Mi Soo pingsan. Tapi ruangan itu keburu ditutup dari pusat, dikunci, dan pendingin dijalankan. Mereka berdua hampir mati beku!

 

Banyak tindakan heroik Kang-Il yang dipaparkan di sini. Lucu kalau sudah Mi Soo yang pinter banget ngarang cerita dan ceplas-ceplos. Kang-Il juga anak kecil banget kalau sudah nangis inget mendiang istrinya. Tipe suami yang sayaaaang banget sama istri.

Pokoknya tiap scene yang dibuat aku suka. Karakter yang dibangun juga bagus banget. At all, I love this film and the ost. OST nya aku jadiin backsound blog ini 😀 Love, love.

Book Review – Sherlock Holmes Anjing Iblis Keluarga Baskerville

Bismillahirrahmanirrahim

Ingat postingan yang ini? Aku bakal menuliskan hasil membacaku seharian. Ini cukup sulit, karena untuk novel semacam ini biasanya sengaja aku tunda-tunda supaya nggak cepat habis. Tapi aku khawatir bakalan lupa, bahkan ini sambil aku catet di hp. Resensi bukan hal yang mudah 😀

SONY DSC

Anjing Iblis Keluarga BaskervilleAnjing Iblis Keluarga Baskerville by Arthur Conan Doyle

My rating: 5 of 5 stars

Buku ini menceritakan mengenai sebuah kasus misterius tentang pria kaya bernama Sir Charles Baskerville, yang memberikan warisannya pada Sir Henry Baskerville namun dengan bonus kutukan yang turun-temurun terjadi pada Baskerville’s. Dr James Mortimer, kawan sekaligus dokter Sir Charles meminta bantuan Sherlock Holmes yang dengan senang menerimanya.

Dengan dibantu Watson untuk mengawasi Sir Henry di kediamannya di Devonshire, Sherlock pun ternyata diam-diam juga mengikuti segala perkembangan kasusnya dibantu bocah kecil Cartwright. Mereka menganalisis semua kemungkinan, mulai dari latar belakang seluruh tetangga Sir Charles di Baskerville Hall.

Kutukan apa yang membayangi Sir Henry sebenarnya? Ia dibayangi oleh kutukan anjing iblis yang beberapa kali muncul di rawa dekat Baskerville Hall. Sir Charles pun meninggal di dekat rawa, dengan jejak kaki anjing besar di sekelilingnya!

Sherlock tentu tidak menggadaikan kecerdasan dan daya pikirnya pada kenyataan mengenai mistis tersebut. Ia mencari kemungkinan dan jaring-jaring untuk menjebak pelaku. Sebagaimana yang diketahuinya mengenai salah satu tetangga di Devon, Mr Stapleton, yang memiliki banyak kebohongan di balik kepolosannya sebagai ahli tumbuhan.

Ternyata Mr Stapleton adalah Baskerville’s yang juga mengincar harta kekayaan Sir Charles. Dan ia mengincar Henry dengan menggunakan kepintarannya meramu kejahatan dengan bermodalkan anjing besar dengan baluran cat bercahaya yang mampu membuat siapapun ketakutan sampai mati layaknya Sir Charles yang memiliki sakit jantung.

Suatu malam Sherlock menggunakan Sir Henry untuk memancing Stapleton melakukan kejahatannya. Sherlock memasang jaring-jaring yang sedemikian rupa, demikian cantik dan cerdas untuk menjebak Stapleton. Dan saat Sir Henry berjalan di sekitar rawa keramat itu, Stapleton melepas anjing raksasa berlumur fosfor untuk menakut-nakuti Sir Henry.

Akhirnya? Dengan semua peluru yang dimilikinya, Sherlock menembak mati si anjing. Stapleton melarikan diri dan tenggelam di pasir hisap bersama seluruh kejahatannya.

Nah, pada kasus ini aku memang menebak si Stapleton pelakunya karena sudah pernah nonton Serial BBC dengan judul yang sama namun cerita yang dirubah (betul-betul diubah, bahkan karakternya, jadi pas aku nonton lagi aku baru sadar kalau itu beda banget). Tapi itu juga masih hanya menduga-duga karena cerita ini tetap seru. Jangan heran kalau di beberapa seksi bakal mendapat kejutan-kejutan seru yang mendebarkan dan nggak ada di serial BBC.

Terjemahannya novel ini bagus lho, mudah diikuti. Beberapa typo sayangnya masih ditemukan. Dan aku suka dengan layoutnya. Selain mata anjing yang selalu mengawasi di kanan kiri halaman, juga kertas dan ilustrasi dalam serta jeda antara tiap paragraf yang lebar. Untungnya aku nggak baca malam-malam, pasti bulu kuduk pada berdiri deh kalo baca tengah malam sendirian.

Aku suka banget gimana SACD menulis buku ini. Dia bener-bener menyatu dengan sosok Sherlock Holmes dan Watson. Menggambarkan SH dengan begitu detil, arghhhhh. Makin semangat koleksi serialnya.

View all my reviews

Nice! Terima kasih Visimedia dan Gilabuku 🙂

Movie – Sayonara Bokutachi No Youchien

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini aku menonton salah satu movie Jepang lagi, hasil adikku donlod. Yeay, senang karena yang main si Rin-chan di Usagi Drop.

Film ini bercerita tentang 5 bocah TK yang kabur dari TK waktu Bu Guru sedang merokok di gudang. Anak-anak ini ingin menuju ke RS tempat salah satu teman mereka yang sedang sakit dan dalam kondisi dying. Guru-guru awalnya sengaja tidak memberitahu kondisi Hiromu yang sedang sakit, tapi ternyata bocah-bocah itu sudah tahu dan mereka berjanji untuk tidak akan menangis.

Perjalanan dimulai sejak mereka berlima masuk stasiun dan naik kereta. Saat tiba di stasiun berikutnya, Takumi sakit perut, jadi mereka turun untuk menunggu Takumi yang masuk toilet. Setelah itu naik kereta lagi,

Nah, pas mau naik kereta, mereka menghitung butuh uang berapa untuk naik kereta berikutnya karena harga tiket per orang 1100 Y. Yui, anak perempuan cantik itu mengulurkan uang 10.000 Y yang di-wow-i oleh teman-temannya, mereka bilang, “papanya Yui kaya sih.” Takumi, yang dalam cerita sedang dalam kondisi emosi tidak stabil karena ditinggal ibunya pergi, berkata, “Papanya Yui mengelola hotel untuk orang dewasa. Kata mamaku.”

Yui nangis. Saat itu kereta sudah mau berangkat, teman-teman yang lain berkata, “Takumi! Minta maaf!” Takumi menolak sambil merobek peta menuju RS, dan tidak mau naik ke kereta. Saat semua temannya sudah di kereta dan Takumi masih di luar , malah Yui yang mengajaknya naik, “Yasudah, ga apa-apa, ayo naik.”Takumi menurut, tapi Yui turun lagi untuk mengambil sobekan peta, tapi kereta terlanjur tertutup. Perjalanan Yui hanya sampai situ.

Berikutnya mereka turun lagi di stasiun berikutnya karena Kana (Mana Ashida) melihat anak kucing yang terlantar. Anak kucing itu dibawa orang homeless dan membuat Kana dkk mengikuti untuk memastikan si orang itu tidak memakan si kucing. Lucu banget deh ini. Kana dkk malah sampai makan jagung rebus yang diberi si homeless ini, sampai mereka ketakutan karena diceritain tentang magic.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan, mulai dari ketinggalan kereta, main layangan, lalu Shun si gendut itu marah karena Takumi mencelanya tidak akan bisa menjadi pemain sepakbola karena terlalu gemuk. Shun pergi ke pos polisi, saat teman-temannya mengejar dan memandanginya, Shun menyilangkan tangan di depan dada dan menahan mereka supaya tidak mendekat. Mereka melanjutkan perjalanan.

Tersisa Kana, Takumi, dan Miko si taat peraturan, mereka pergi ke mini market karena kelaparan. Miko yang sejak pergi selalu memandangi poster tentang penculikan anak, makin ketakutan setelah mendengar siaran berita di radio. Dia takut diculik. Akhirnya dengan mengingat-ingat nomor telepon ibunya, ia menelepon di warung dan berpisah dengan Kana dan Takumi.

Kana dan Takumi berlari mencari Miko, sampai mereka sadar Miko sudah di dalam mobil polisi. Mereka harus menghindari mobil polisi yang berseliweran! Mereka sembunyi, tapi akhirnya Takumi menyerah, ia akan menjadi umpan polisi supaya Kana bisa melanjutkan perjalanan dengan bus. Akhirnya Takumi pun dibawa polisi.

Kana melanjutkan perjalanan sendirian dalam bus, dalam ketakutan. Sampai ia turun di tengah jalan dan menangis karena melihat bunga persembahan di pinggir jalan. Tiba-tiba Bu Gurunya memeluknya dari belakang, dan mereka pergi ke RS. Di RS Kana masuk ke kamar Hiromu. Hiromu senang Kana datang. Kala itu, menjelang perpisahan TK, dan kemungkinan Hiromu tidak akan hadir. Berbekal latihan di TK, Kana membuat pesta perpisahan TK di kamar Hiromu dan mereka bernyanyi bersama.

Waktunya perpisahan, fax datang dari ibu Hiromu. Bu Guru menangis membacakan fax itu. Apa isi suratnya? Nonton saja ya 🙂

Ya seperti biasa, film-film jepang bisa membawa nuansa kesedihan yang pekat. Jadi kali ini aku juga mengalirkan air mata. Tapi kelucuan-kelucuan yang mereka buat. Kecerdasan Mana Ashida yang cantik, membuatku kaaguum. Keren as always.

 

Habibie & Ainun

Bismillahirrahmanirrahim…

Kebetulan aku nggak terlalu kepingin nonton ini film tadinya karena denger katanya ngantrinya wow banget, apalagi pas musim liburan kan. Meski pas nonton trailernya, penasaran karena Reza mainin Habibie mirip banget. Cuma mikir ntar-ntar aja nontonnya (walaupun kadang pas udah nongol di tipi ga mesti nonton juga, paling ga gaul acara tipi soalnya). Akhirnya pas kemaren si hunbun ke RS buat ngasi coba kebaya penerima tamu, diajakin deh tuh sekalian. Tadinya dia mo nonton sendirian, saking ga ada temen nonton. Yowes, aku akhirnya nonton juga, lagian waktunya pas banget, pas jumatan pasti sepi.

Bener aja, sampe sana, longgaarrr, kosong malah soalnya udah pada masuk studio, hahaha. Udah mulai bok. Langsung aja si hunbun beli tiket, aku beli snack. Masuk pas adegan ‘gula jawa berubah jadi gula pasir’. Di awal aku lebih sering ketawa, di tengah merinding, di belakang udah mulai nahan nangis. Sebenernya aku gampang banget nangis, terutama kalo soal ‘family’, tapi kalo di depan orang-orang kadang ngampet gitu. Udah hampir berhasil, eh mrembes juga deh pas Habibie bacain surat di akhir itu… *Surat atau bukan sih itu.

Keren. Aku bilang. Pulangnya kami berdua naik becak dong, udah kayak Habibie Ainun. Sweetttt… Terus kami berpisah di RS. Di rumah aku pamer abis nonton (bahkan dibayarin, haha, makasi banget ya buk). Akhirnya malemnya si ibu sama adek nonton juga. Pertama kalinya nonton berdua mereka. :O

Dan aku baru sadar kalo inisial mereka sama dengan Hanan – Azi. Lnggeng-langgeng ya Nan, Zi 😀

A Maguwo Trip

Bismillahirrahmanirrahim…

Di awal kelahiran Maguwo Express aku belum terlalu tertarik, jarak Pwt-Jogja selama ini tidak terlalu jauh. Dengan Logawa jam 6 pagi bisa sampai setengah 9 di Lempuyangan. Tapi dengan harga terjangkau dan hanya 2,5 jam saja Purwokerto –  Jogja ? Mupeeng 😀

Jogja buatku sekeluarga udah jadi kota refreshing yang cukup rutin. Dari SD sampai sekarang, kadang bisa 1 tahun sekali (nggak fantastis, tapi cukup buat kami deh). Seringnya pakai mobil, lebih enak mobilisasi. Tapi, kemarin ini cukup istimewa. Aku sendiri kangen Jogja, setelah sebelumnya absen dalam Jogja Family Trip :D. Adekku yang kemarin liburan gak kemana-mana juga bolak-balik minta. Temenku pun sama, lagi pengen refreshing. And Jogja, the answer. Ibu juga ikut, pengen liburan juga.

Rute kami adalah :

Jam 05.00 udah siap di dalam kereta Maguwo, KRDE AC. Mungkin karena belum banyak yang tahu, kursinya nggak terisi penuh, jadi kami bisa pilih tempat duduk yang pas. Asikk. Masih bersih. Maguwo ini tiap hari 2 kali PP. Pagi jam 5  dan 11.20 dari Pwt. Mas CS-nya rajin banget, nyapu, ngepel. WC bersih. Nggak ada tukang ngamen atau asongan yang boleh naik. Aturan merokok = tiket hangus juga bikin kereta bebas rokok. Di perjalanan beberapa kali kujumpai jalanan basah bekas hujan, dan ternyata di purwokerto yang biasanya kering juga hujan (ditinggal malah ujan, we). Jam setengah 8 udah sampe stasiun Tugu. Pagi banget kaaan? Emang ekspres deh kayak eksekutif.

Sampe sana, kami jalan ke malioboro. Penjualnya udah pada buka lapak. Trus makan dulu di depan Mal Malioboro. Karena Pasar Bringharjo juga belum buka, jadi ngiter dulu pake andong. Haha. Trus jalan ke Bringharjo, udah deh tuh. Aku-ibu-adek pisah sama dua temenku. Baju-baju batik murah segera berpindah tangan. Aduh, ini sih alamat ke Mal bawa barang banyak. Bener aja, keluar dari pasar, bawaan udah kayak orang mudik.

Dari pasar, naek taksi ke Ambarukmo Plaza. Tadinya sih mau naik Trans Jogja, tapi panas, resiko rute muter, dan… Barangnya banyak banget cuy. Dengan 5 orang naik taksi, itungannya murah juga. 22 ribu ke Amplas. Di Amplas, nitipin barang, terus ngiter daaahh. Di Amplas ini juga aku janjian sama si Eneng. Horeee! Pas di telpon sebelumnya, nggak nyangka deh itu si Eneng. Suaranya mirip banget sama kaka kelas dulu.

Trus kami ngiter deh. Si Eneng rela dah nemenin aku cari sendal sama sweter. Hihi. Setelah beberapa waktu kami kecapekan muter. Akhirnya kami ngumpul lagi buat maksi. Nasii kami butuh nasii. Alhamdulillah, makan nasi juga. Sebenernya pengen banget gudeg, tapi demi menghemat waktu dan tujuan, akhirnya kami makan di Pizza Hut. After all, kami pamit pulang. Neng Desi kembali ke habitat, kami juga. Naik taksi ke Maguwo. Hadeh, ternyata stasiun Maguwo itu stasiun kecil yang berada tepat di sebelah Bandara Adi Sucipto. Besok lagi mending naik dari stasiun Tugu deh, lebih gede dan adem.

Jam 15.18 kereta kami berangkat. Bye Jogja. Capek deh… Sesekali kami tidur. Jam 18.15 kira-kira kami touch downPurwokerto. Mata dan kepala rasanya beraat. Sampai rumah, shalat, mandi, makan (karena harus minum kopi), minum kopi, balur badan pake minyak kayu putih, kerokan bawang merah. TEPAR. Alhamdulillah, paginya sudah segar lagii.

Ramyun Halal

Bismillahirrahmanirrahim…

Buat para pecinta Korea yang pengen makan Ramyun tapi nggak ngerti mana yang halal. Ada satu (selama ini baru nemu satu) Ramyun yang dapet sertifikat halal. Yang lainnya, walaupun dengan merek sama, belum dapet sertifikat halal.

 

Ini dia

Ramyun

Cinta Suci Zahrana

Bismillahirrahmanirrahim…

Kemaren diajakin nonton CSZ di bioskop, malem2. Berhubung males keluar malem, aku ngehubungin anak-anak Chortle buat nonton CSZ siang ini. Ada yang yes, ada yang nggak langsung yes. Aku bilang, ini bukan soal film-nya, ini soal ngumpulnya. Yes, rite, aku merindukan ngumpul bareng nonton bioskop. Secara lazim, aku lebih suka nonton di rumah, tapi nggak kali ini. Aku pengen ngumpul.

Dua di antara mereka bukan penyuka film menye-menye, sementara yang satunya rela menonton untuk kedua kalinya demi nonton bareng. “Aduh, sinetron amat sih.” “Aduh, aku bakal ngantuk nih di dalem, kenapa nggak nonton Batmaaan.” “Kenapa nggak nonton Arthur?” Aku cuma cengar-cengir, apalagi pas ditodong bayar, secara aku yang ngajakin. Tapi mereka tetep dateng buat nonton bareng. This movie is not their genre, but they not directly rejected my appeal.

Kalau dilihat secara profesional, tentu film ini bukan film yang ‘sangat bagus’, tapi menurutku, dengan menontonnya bisa memacu industri perfilman untuk mereduksi film-film kualitas moral rendahan (sorry for saying that). Melihat antusiasme penonton, menyenangkan juga. Dan di akhir cerita, meski aku sudah pernah baca novelnya (bukan novelnya sebenernya, tapi noveletnya) aku tetep merasakan rasa merinding. Cuma agak sayang karena bang habib (The author) membunuh 3 orang sekaligus, hampir mirip dengan KCB kan, membunuh tokoh juga. Dan aku suka bu nyaiii, xixi. Adem banget deh kayaknya. Dan aku juga suka baju-bajunyaa, ada jilbab yang cantik banget jugaa, 😀 Cuma kebanyakan jilbabnya pendek deeh…

the ending: “Boleh aku mencium kamu?” “Jangan, aku malu pada langit, pohon, dan burung-burung.” Milleerrr, you’re not romantic, actually 😀

 

Usagi Drop

Bismillahirrahmanirrahim…

1 lagi film jepang yang bagus, Usagi drop. Live action ini udah didonlod sejak masih baru keluar, tapi belum ditonton karena belum ada subtitle. Nah kemaren udah nongol, bahkan sub indo-nya ada. Yowes, tonton. Yang main tu aktor yang meranin L di Death Note as Daikichi, tampak lebih gemuk di sini. Awalnya ini komik, dibikin serial, trus dibikin movie.

So sweet. Mana Ashida, pemeran anak kecilnya (Rin) pinter banget dan cantiikk. Ceritanya itu…

Continue reading

‘ 2 ‘ Chapter 1

Bismillahirrahmanirrahim…
Baru baca bab I dari novel 2 yang kelihatannya booming. Sebelumnya novel 5 cm pun booming. Karena rekomendasi dari teman yang suka naik gunung, aku beli novel itu. Cuma berakhir dengan dibaca pocong, alias lompat-lompat.. I don’t know why. Aku lupa, kenapa bisa begitu, yang jelas waktu itu aku nggak begitu tertarik, kayaknya harus dibaca ulang deh.
Dari Bab I novel ‘2’ ini, aku menemukan sesuatu yang berbeda dengan yang kurasakan di RS, terutama di Kamar Bersalin alias VK.
  1. Dokternya kasian banget, hampir pensiun dan pelupa, belum pernah ketemu selama ini.
  2. Selama ini, meskipun operator utama adalah dokter yang hampir pensiun, 1 jam untuk operasi sesar biasanya udah hampir selesai, tinggal jahit-menjahit. Tapi karena dalam cerita ini bayinya super, ya.. mungkin saja sih. Apalagi kalau dokternya tremor, hehe.
  3. Sebelum dokter meriksa, apalagi mau memutuskan operasi, selalu dilihat Status pasien. Jadi kemungkinannya kecil sekali sampai keluarga pasien lebih tahu jumlah bayi dalam kandungan dibanding dokternya.
  4. Petugas medis di lingkup Bagian Kandungan Kebidanan di RS-ku adalah bidan, bukan suster.
  5. “Huh, mana saya lagi ngantuk banget, badan sudah jompo begini, masih harus operasi, ngantuk, bisa bisa gak konsen saya.” > waduh.. gawat ya, kalo dokternya begini.
  6. Pas bayi lahir, dikatakan suara terdengar dari ruang bersalin (agak kurang konsisten karena tadi lokasinya di kamar operasi) dan biasanya keluarga pasien nggak bisa denger suara bayinya.
  7. Yang gendong bayinya bukan dokter operator kayak di novel ini, tapi baby catcher tergantung masing-masing instansi, bisa koass anak, koass obsgin, bidan, dll, tapi kalo dokter itu hampir mustahil. Begitu bayi dilahirkan, nggak bisa dokter langsung dekep ke dada, kan steril, gaun operasinya. Selain itu, dokter masih harus jahit perut ibu kan.
  8. Papanya langsung masuk ruang operasi (yang salah sebut jadi ruang bersalin).. terus teriak “Bayi satunya mana?” Terus dokter dan suster ngubek-ubek (kalimatnya begitu kok) perut ibu.
Jiwa ngritik novel lagi kambuh, mungkin ada yang nggak setuju, boleh saja, karena penikmat buku punya cara masing-masing 😀 *Sok bisa bikin buku bagus aja kaw*