Kebiasaan/Kesukaan Baru

Bismillahirrahmanirrahim…

Untuk soal buku, aku kadang ga mudah move on. Maksudnya agak malas menerima penulis baru yang memuaskan hasrat membacaku. Buat buku kok coba-coba. Begitulah kira-kira. Meski nggak jarang juga beli buku dengan penulis baru sih… Tapi untuk beberapa genre harus berpikir ulang.

Soal yang terbaru ini misalnya. S.Mara Gd punya. Novel thriller yang cukup terkenal buatan penulis indonesia. Jarang-jarang kan ya? Nah. Suatu saat waktu ada bazar di Gramed Matraman, ada buku ini. Tau nggak sih, untuk proses seleksi buku yang dipilih di gramed butuh waktu lama juga. Jadi sepanjang ngubek bazar itu aku ngebawa banyak tumpukan buku yang pengen aku beli. Tapi nggak mungkin dong ya beli semua. Nambah-nambahin beban buat pulang ke kampung, juga ga ada ongkos.

Jadi terpilihlah buku S.Mara Gd ini, dibanding buku-buku lain yang akhirnya kusingkirkan karena lebih memilih ini. Wow, ini pilihan yang cukup serius. Nggak takut ya kalau novelnya ternyata nggak sesuai? Sebodo deh, entah kenapa penasaran banget sama thriller made in Indonesia.

Akhirnya terbacalah buku itu. Dan lumayan. Lumayan itu dalam bahasaku sudah cukup baik. Meski ada yang lebih baik. Tapi aku menikmati membaca ini, meski bahasanya agak jadul dan panjang. Tapi penasaran ini membuatku… aaw… buku yang begini aku suka banget. Menerka siapa pelakunya. Jadi mungkin, berawal dari Conan, lalu Sherlock, lalu Agatha Christie’s.. akhirnya sampai juga di S.Mara Gd’s.

Ada rekomendasi buku misteri? Mungkin aku harus mencicipi.

Terakhir buku yang kubaca adalah How to manage your Habits by Ust. Felix S. Aku nggak terlalu sering baca buku motivasi. Kalau ada yang bagus aja, baru aku lahap. Dan buku ini menarik. Meski ada beberapa typo, tapi gaya bahasanya enak dibaca. Jleb memang, tapi tidak menggurui. Mengena dan merasuk dalam jiwa. Aih… Yang begini yang cocok di aku, juga yang banyak cerita kehidupannya, begitulah…

Karena mudah bosan, kalau tingkat kejenuhannya sudah memuncak di genre yang sering kubaca, beralih ke buku motivasi dan agama adalah pilihan maknyus. How about you?

 

 

Advertisements

Paper Romance

Bismillahirrahmanirrahim..

Setelah cekikikan sendiri karena baca blog temen yang lucu abis, pas buka fb ternyata di-tag sama mbak Lia terkait kuisnya. Waaa, ngga nyangka beut, hahaha. Alhamdulillah, jum’at mubarrak.

lia2

lia

Book Review – Sherlock Holmes Anjing Iblis Keluarga Baskerville

Bismillahirrahmanirrahim

Ingat postingan yang ini? Aku bakal menuliskan hasil membacaku seharian. Ini cukup sulit, karena untuk novel semacam ini biasanya sengaja aku tunda-tunda supaya nggak cepat habis. Tapi aku khawatir bakalan lupa, bahkan ini sambil aku catet di hp. Resensi bukan hal yang mudah 😀

SONY DSC

Anjing Iblis Keluarga BaskervilleAnjing Iblis Keluarga Baskerville by Arthur Conan Doyle

My rating: 5 of 5 stars

Buku ini menceritakan mengenai sebuah kasus misterius tentang pria kaya bernama Sir Charles Baskerville, yang memberikan warisannya pada Sir Henry Baskerville namun dengan bonus kutukan yang turun-temurun terjadi pada Baskerville’s. Dr James Mortimer, kawan sekaligus dokter Sir Charles meminta bantuan Sherlock Holmes yang dengan senang menerimanya.

Dengan dibantu Watson untuk mengawasi Sir Henry di kediamannya di Devonshire, Sherlock pun ternyata diam-diam juga mengikuti segala perkembangan kasusnya dibantu bocah kecil Cartwright. Mereka menganalisis semua kemungkinan, mulai dari latar belakang seluruh tetangga Sir Charles di Baskerville Hall.

Kutukan apa yang membayangi Sir Henry sebenarnya? Ia dibayangi oleh kutukan anjing iblis yang beberapa kali muncul di rawa dekat Baskerville Hall. Sir Charles pun meninggal di dekat rawa, dengan jejak kaki anjing besar di sekelilingnya!

Sherlock tentu tidak menggadaikan kecerdasan dan daya pikirnya pada kenyataan mengenai mistis tersebut. Ia mencari kemungkinan dan jaring-jaring untuk menjebak pelaku. Sebagaimana yang diketahuinya mengenai salah satu tetangga di Devon, Mr Stapleton, yang memiliki banyak kebohongan di balik kepolosannya sebagai ahli tumbuhan.

Ternyata Mr Stapleton adalah Baskerville’s yang juga mengincar harta kekayaan Sir Charles. Dan ia mengincar Henry dengan menggunakan kepintarannya meramu kejahatan dengan bermodalkan anjing besar dengan baluran cat bercahaya yang mampu membuat siapapun ketakutan sampai mati layaknya Sir Charles yang memiliki sakit jantung.

Suatu malam Sherlock menggunakan Sir Henry untuk memancing Stapleton melakukan kejahatannya. Sherlock memasang jaring-jaring yang sedemikian rupa, demikian cantik dan cerdas untuk menjebak Stapleton. Dan saat Sir Henry berjalan di sekitar rawa keramat itu, Stapleton melepas anjing raksasa berlumur fosfor untuk menakut-nakuti Sir Henry.

Akhirnya? Dengan semua peluru yang dimilikinya, Sherlock menembak mati si anjing. Stapleton melarikan diri dan tenggelam di pasir hisap bersama seluruh kejahatannya.

Nah, pada kasus ini aku memang menebak si Stapleton pelakunya karena sudah pernah nonton Serial BBC dengan judul yang sama namun cerita yang dirubah (betul-betul diubah, bahkan karakternya, jadi pas aku nonton lagi aku baru sadar kalau itu beda banget). Tapi itu juga masih hanya menduga-duga karena cerita ini tetap seru. Jangan heran kalau di beberapa seksi bakal mendapat kejutan-kejutan seru yang mendebarkan dan nggak ada di serial BBC.

Terjemahannya novel ini bagus lho, mudah diikuti. Beberapa typo sayangnya masih ditemukan. Dan aku suka dengan layoutnya. Selain mata anjing yang selalu mengawasi di kanan kiri halaman, juga kertas dan ilustrasi dalam serta jeda antara tiap paragraf yang lebar. Untungnya aku nggak baca malam-malam, pasti bulu kuduk pada berdiri deh kalo baca tengah malam sendirian.

Aku suka banget gimana SACD menulis buku ini. Dia bener-bener menyatu dengan sosok Sherlock Holmes dan Watson. Menggambarkan SH dengan begitu detil, arghhhhh. Makin semangat koleksi serialnya.

View all my reviews

Nice! Terima kasih Visimedia dan Gilabuku 🙂

Mood Stabilitator

Bismillahirrahmanirrahim

Yey, akhirnya bisa menyambangi rumah ini lagi. Cuaca hari ini panas, setelah sore tadi diguyur hujan. Dan sekarang sedang ada secangkir pekat kopi setengah manis yang baru diseduh untuk mereduksi migrain yang mungkin muncul karena gerimis sore tadi. Kopinya kiriman dari Bandung, Aroma. Mau pesan? Bisa ke Ncus 😀 Ada yang usianya 8 tahun low.

Nah, setelah 1 bulanan ini dilanda kerumitan, alhamdulillah tadi bisa jalan-jalan refresing cari hiburan. Kemana lagi? Tempat yang paling kurindukan adalah toko buku. Tapi kali ini bukan gramedia, karena aku lagi cari yang diskonan. Alhasil aku pergi ke Jogja Bursa Buku yang meski nggak terlalu lengkap tapi memanjakanku dengan diskon dan sampul buku.

Dapet satu buku, terus pulang deh. Belanja buku itu menyenangkan! Dan aku iri sama yang lagi dimanjakan IBF, huhu___

Buku Cacat

Suatu kali aku beli buku kesukaanku, yang aku koleksi. Diterbitkan oleh penerbit baru yang sudah mulai menerbitkan beberapa buku terjemah yang sudah pernah terbit di penerbit lain. Tapi ternyata beberapa halamannya aneh, dan aku ga bisa meneruskan membaca dengan nyaman … Continue reading

Gramedia Book Fair 2012

Bismillahirrahmanirrahim…

Sebelum mulai cerita, kita doa sama-sama yuk buat saudara-saudara kita di Palestin. Allahummanshur al ikhwanana mujahidina fii Filishtine.Ya Allah tolonglah saudara2 kami mujahidin Palestina..

Tadi sempat baca, tapi lupa di status siapa. Bahwa mereka, saudara-saudara kita, mendapatkan surga dengan susah payah seperti itu. Dibayar dengan darah, peluh, dan rasa sakit. Lalu kita yang mengharap surga, bagaimana? Jleb. Jleb. Allah, semoga Engkau senantiasa mengingatkan hamba yang pelupa ini..

Topiknya kali ini adalah book fair. Kalau di sini ada Book Fair besar-besaran, biasanya aku akan mengunjunginya lebih dari sekali. Dan itu jarang terjadi, karena dulu waktu diadakan Islamic BF superbesar di GOR Satria, kata PJ yang kukenal, untung yang didapat nggak seberapa, jadi penjualnya pada males deh 😥 sedih. Setelah itu ada BF beberapa kali tapi skalanya lebih kecil.

Nah, BF yang tadi aku kunjungi skalanya lebih kecil lagi karena cuma diadakan oleh Gramedia. Aku taunya juga dari twitter *info gini nih yang kalo kelewatan berasa gimanaa gitu*… Langsung aja deh, bawa pasukan ke sana. Sore aja rasanya udah degdegan kayak mau dilamar. Kayaknya sih takut kecewa nggak dapet yang dipengenin.

Gramedia Purwokerto tu tempatnya di Sriratu, sementara BF tadi tempatnya di Hall Moro, jadi tadi ngubek di situ aja sih. Hwooaa, lumayan lah.. Dapet novel berdiskon 40%, dan komik diskon 25%. Adekku juga beli 2 novel. Mari kita liat beli apa aja kami. Ini aja ada yang dikurangi, hihi..

Buku-buku kami

Harga dan diskon

 

 

 

Cinta dari Cikini

Bismillahirrahmanirrahim…

Jrengjreeng. Kemaren buku ini jatoh tebluk di rumah. Hihi. Makasih buat mbak Novi yang udah ngirim pesanan ini meski bayarnya belum lunas 😀

Cinta dari Cikini

Royalti-nya didonasikan buat MP4Palestine looh… INFO

 

The Author

Bismillahirrahmanirrahim…

Barusan main ke Gramed, berhubung Toga Mas tutup >,< hiiiikkkks, srooottt. Terus melintas ide ini, hehehe, tapi diedit.

Mata Nicha yang memerah akibat paparan AC masih asyik menjelajahi tiap buku di toko buku ini. Banyak buku baru, banyak buku lama berwajah baru.

“Itu bagus.” Sebuah suara bas terdengar dari belakang.

Nicha berpaling. Siapa dia? Wajahnya bertanya.

“Ya, beli dong.”

Atas dasar apa dia paksa aku beli ini?

“Kalau aku nggak mau?”

“Sebutkan alasannya.”

“Cover, aku kurang suka. Jenis kertas, aku lebih suka yang ringan. Harga, terlalu mahal untuk buku setipis ini.”

“Mana komen soal isinya? Mentingin penampilan rupanya?”

“Itu daya tarik pertama, setelah itu baru baca sinopsisnya.” Nicha membalik buku di hadapannya. “Hmm, kamu harus lihat buku ini….” Mata Nicha mencari-cari, “Yah, ini dia.” Nicha menyodorkan sebuah buku manis dengan judul romantis.

“Oke, tapi ini bukan tipe-ku. Dan satu lagi, buku itu tentang motivasi, bukan romantika like this book.” Ia memutar-mutar buku di tangannya.

“Motivasi juga bukan tipe-ku, jadi kenapa aku harus beli?”

“Karena kamu bisa dapat tanda tangan dan foto dengan penulisnya langsung.”

“Oya? Harus?” Nicha hampir berpaling. “Oya! Kamu juga bisa dapat itu semua kalau beli buku yang kamu pegang.”

“Oya?” Alis si cowok itu mengangkat. “Mana? Aku akan beli.”

“Buat apa? Nggak akan kamu baca kan?”

“Yang penting aku beli. Dan kamu juga harus beli buku itu, supaya nanti aku bisa tanda tangan dan foto bareng kamu.”

Beberapa detik lewat dengan cengiran si cowok, dan akhirnya tawa keras Nicha. “Oke deal, seketika itu juga aku bisa tanda tangan di buku itu dan foto bareng kamu.”

Lalu mereka tertawa bersama.