Movie – Sayonara Bokutachi No Youchien

Bismillahirrahmanirrahim

Hari ini aku menonton salah satu movie Jepang lagi, hasil adikku donlod. Yeay, senang karena yang main si Rin-chan di Usagi Drop.

Film ini bercerita tentang 5 bocah TK yang kabur dari TK waktu Bu Guru sedang merokok di gudang. Anak-anak ini ingin menuju ke RS tempat salah satu teman mereka yang sedang sakit dan dalam kondisi dying. Guru-guru awalnya sengaja tidak memberitahu kondisi Hiromu yang sedang sakit, tapi ternyata bocah-bocah itu sudah tahu dan mereka berjanji untuk tidak akan menangis.

Perjalanan dimulai sejak mereka berlima masuk stasiun dan naik kereta. Saat tiba di stasiun berikutnya, Takumi sakit perut, jadi mereka turun untuk menunggu Takumi yang masuk toilet. Setelah itu naik kereta lagi,

Nah, pas mau naik kereta, mereka menghitung butuh uang berapa untuk naik kereta berikutnya karena harga tiket per orang 1100 Y. Yui, anak perempuan cantik itu mengulurkan uang 10.000 Y yang di-wow-i oleh teman-temannya, mereka bilang, “papanya Yui kaya sih.” Takumi, yang dalam cerita sedang dalam kondisi emosi tidak stabil karena ditinggal ibunya pergi, berkata, “Papanya Yui mengelola hotel untuk orang dewasa. Kata mamaku.”

Yui nangis. Saat itu kereta sudah mau berangkat, teman-teman yang lain berkata, “Takumi! Minta maaf!” Takumi menolak sambil merobek peta menuju RS, dan tidak mau naik ke kereta. Saat semua temannya sudah di kereta dan Takumi masih di luar , malah Yui yang mengajaknya naik, “Yasudah, ga apa-apa, ayo naik.”Takumi menurut, tapi Yui turun lagi untuk mengambil sobekan peta, tapi kereta terlanjur tertutup. Perjalanan Yui hanya sampai situ.

Berikutnya mereka turun lagi di stasiun berikutnya karena Kana (Mana Ashida) melihat anak kucing yang terlantar. Anak kucing itu dibawa orang homeless dan membuat Kana dkk mengikuti untuk memastikan si orang itu tidak memakan si kucing. Lucu banget deh ini. Kana dkk malah sampai makan jagung rebus yang diberi si homeless ini, sampai mereka ketakutan karena diceritain tentang magic.

Setelah itu perjalanan dilanjutkan, mulai dari ketinggalan kereta, main layangan, lalu Shun si gendut itu marah karena Takumi mencelanya tidak akan bisa menjadi pemain sepakbola karena terlalu gemuk. Shun pergi ke pos polisi, saat teman-temannya mengejar dan memandanginya, Shun menyilangkan tangan di depan dada dan menahan mereka supaya tidak mendekat. Mereka melanjutkan perjalanan.

Tersisa Kana, Takumi, dan Miko si taat peraturan, mereka pergi ke mini market karena kelaparan. Miko yang sejak pergi selalu memandangi poster tentang penculikan anak, makin ketakutan setelah mendengar siaran berita di radio. Dia takut diculik. Akhirnya dengan mengingat-ingat nomor telepon ibunya, ia menelepon di warung dan berpisah dengan Kana dan Takumi.

Kana dan Takumi berlari mencari Miko, sampai mereka sadar Miko sudah di dalam mobil polisi. Mereka harus menghindari mobil polisi yang berseliweran! Mereka sembunyi, tapi akhirnya Takumi menyerah, ia akan menjadi umpan polisi supaya Kana bisa melanjutkan perjalanan dengan bus. Akhirnya Takumi pun dibawa polisi.

Kana melanjutkan perjalanan sendirian dalam bus, dalam ketakutan. Sampai ia turun di tengah jalan dan menangis karena melihat bunga persembahan di pinggir jalan. Tiba-tiba Bu Gurunya memeluknya dari belakang, dan mereka pergi ke RS. Di RS Kana masuk ke kamar Hiromu. Hiromu senang Kana datang. Kala itu, menjelang perpisahan TK, dan kemungkinan Hiromu tidak akan hadir. Berbekal latihan di TK, Kana membuat pesta perpisahan TK di kamar Hiromu dan mereka bernyanyi bersama.

Waktunya perpisahan, fax datang dari ibu Hiromu. Bu Guru menangis membacakan fax itu. Apa isi suratnya? Nonton saja ya 🙂

Ya seperti biasa, film-film jepang bisa membawa nuansa kesedihan yang pekat. Jadi kali ini aku juga mengalirkan air mata. Tapi kelucuan-kelucuan yang mereka buat. Kecerdasan Mana Ashida yang cantik, membuatku kaaguum. Keren as always.

 

Advertisements

Japanese Food Candle Light Dinner

Bismillahirrahmanirrahim

Malam itu hubby ngajakin makan malam di resto jepang, suasananya romantis abis

Eh sori, itu keselip. Bukan cerita itu yang kumaksud. Hahaha. Jadi, semalem aku-adek-babe belanja bulanan. Emang gampang deh kalo ngabisin uang buat belanja, haha. Makanya udah sejak lama ibu nggak pernah ikut belanja, cuma ngasih uang dan dengan begitu aku akan berusaha buat ngepas-pasin uang belanjaan. Tapi pusing tau, karena dari awal sampe akhir aku ngitung duit udah kepake berapa, haha. Jangan lupa pisah-pisah barang belanjaan antara yang harus dibeli, nggak harus, dan barang yang nggak dibeli juga nggak rugi. Nanti di kasir, bilang ama si kasir buat ingetin kita kalau tagihan udah berapa (sesuaikan dengan uang yang dibawa dikurangi 100 ribu). Kalau uang kira-kira nggak nyukup, tinggal aja sisanya yang belum diitung. Hoho.

Kok jadi soal belanja?

Nah sepulangnya, kami mampir ke warung makanan jepang deket rumah. Awalnya sih cuma mau beli okonomiyaki sama takoyaki. Tapi tergiur sama yakimeshi alias nasi goreng jepang. Lumayan buat makan bertiga. Kenyang. Dan sebelum semua habis, listrik malah mati. Argh.

Usagi Drop

Bismillahirrahmanirrahim…

1 lagi film jepang yang bagus, Usagi drop. Live action ini udah didonlod sejak masih baru keluar, tapi belum ditonton karena belum ada subtitle. Nah kemaren udah nongol, bahkan sub indo-nya ada. Yowes, tonton. Yang main tu aktor yang meranin L di Death Note as Daikichi, tampak lebih gemuk di sini. Awalnya ini komik, dibikin serial, trus dibikin movie.

So sweet. Mana Ashida, pemeran anak kecilnya (Rin) pinter banget dan cantiikk. Ceritanya itu…

Continue reading