Berlian Lilin (Edisi Masa Kecil)

Bismillahirrahmanirrahim

Masih dalam edisi masa kecil. Kali ini soal pekerjaan anak perempuan. Tidak jauh-jauh dari belanja2an, masak2an. Semua mainan, alat masak, orang2an, biasanya nggak aku bawa kalau berliburan di rumah Eyang.

Kami, cucu perempuan Eyang mencari cara lain untuk berjualan. Salah satunya, berlian. Aku iseng menemukannya saat kecil. Dulu ibu2 tidak terlalu kreatif, jadi anak2 berusaha menjadi kreatif.

Dengan air di baskom. Dan lilin yang menyala, aku teteskan tetesan lilin di atas air. Lalu membentuk bulatan2 cantik seperti batu2 kecil. Lalu kami pura2 menjualnya. Menyenangkan.

Advertisements

Perburuan Harta Karun (Edisi Masa Kecil)

Bismillahirrahmanirrahim

Sekarang aku sedang berjuang menyelesaikan Da Vinci Code. Lalu tiba pada cerita perburuan harta karun. Jadi teringat masa lalu. Aku dan kakak sepupuku perempuan. Waktu itu, selain adikku, cuma kami cucu perempuan Eyang. Tiap liburan aku nggak pernah absen nginap di rumah Eyang. Berbagai alasan kubuat supaya ibu segera menghubungi Eyang untuk menjemput ke rumah.

Jadi semua ide kakak sepupu perempuanku itu. Kami sama – sama membuat rute harta karun. Caranya membuatnya, mulai dari finish, lalu mundur dan menghitung butuh berapa langkah. Misal, aku menentukan toilet sebagai finish. Lalu aku mulai mundur dan menulis, 5 langkah ke depan, hadap kanan, maju 10 langkah, turun tangga.

Yang nantinya akan menjadi : turun tangga, maju 10 langkah, hadap kanan, maju 5 langkah.

Seru sekali membuat sebuah rute dengan mengelilingi rumah Eyang yang cukup luas. Aku lupa kami meletakkan apa di finish, tapi itu menyenangkan dan membuatku ketagihan. Wanna try?

3 days of Eid Al-Fitr

Bismillahirrahmanirrahim..

Hola. Masih mudik? Masih punya persediaan opor?Ini adalah ritme 3 hari Idul Fitri-ku.

Day 1.

Bangun pagi. Opor sudah dibuat sejak kemarin, rendang lidah yang kubuat sudah habis buat cemilan malam, ketupat sudah tersaji. Sederhana saja sih, menu hari lebaran itu hanya opor, ketupat, sambal, kentang pedas.

Seperti biasa kami shalat di area GOR Satria, di sana ketemu Eyang (adik Eyangku sendiri), shalat berjajar di sana. Selesai khutbah, kembali ke rumah kemudian menyantap seporsi opor dengan separo ketupat. Seperti biasa pula, kami selalu melakukan halal bihalal komplek. Setelah bersalaman, kembali ke rumah lalu menyantap ronde kedua, menghabiskan separo ketupat lainnya, hihi.

Setelah siap-siap, menyiapkan apa yang perlu dibawa, kami berangkat ke rumah Eyang yang berjarak sekitar 1,5 jam perjalanan. Sesampainya di sana masih sepi, tak berapa lama satu per satu keluarga lain datang. Yey, ramai. Seperti biasa kami memancing di kolam ditemani semilir angin. Tapi masih ada yang kurang, duo krucil belum datang. Menunggu hingga magrib, baru mereka datang, makin ramaai.

Ada yang lucu. Mamas lagi asik main sama kakak sepupuku, main kunci-kuncian pake kaki. Girang banget tuh. Ga sengaja ayahnya cerita soal macan yang mereka liat di kebun binatang. Langsung Mamas tiba-tiba lemes dan cemberut, ternyata dia inget lagi kalo dia pengen main sama binatang lagi. Lucuu. Selewat isya kami pamit pulang.

Day 2.

Setelah masak, bersih-bersih rumah, kami cus ke rumah Mbah yang berjarak kurang lebih sama, sekitar 1,5 jam lebih. Di Banyumas kami mampir menyantap soto sangka, soto yang wajib dinikmati kalau lewat situ. Soto bening, bumbu kacang, dengan mangkuk kecil saja. Aku pesan tanpa ketupat, minta tambahan ati ampela.

Sampai di daerah Krumput, mampir ngaso karena Bapak harus jumatan. Lanjutt, dan sampai. Sepi juga, di daerah tepi pantai itu, tapi dingin karena di tengah rimbunan bambu. Semilir. Sambil nunggu adik Bapak datang, kami hunting pemandangan di sawah belakang (meski bosen semuanya udah pernah dipotret), lalu memetiki sayuran yang bisa dipetik.

Sorenya kami pulang dengan segepok oleh-oleh, biasaa.. Hihi. Ditanya mampir pantai enggak, kami jawab enggak. Tahun lalu kami memang mampir Menganti, tapi semua pantai daerah Selatan sudah membosankan, hehe.

Day 3.

Karena ada acara reuni keluarga besar, kami kembali ke rumah Eyang. Tempatnya sebetulnya di Pondok tidak jauh dari rumah Eyang, tapi aku memutuskan tidak ikut karena ingin bersama Eyang saja di rumah. Jadi aku dan adikku nangkring di rumah Eyang, nemenin Eyang yang sendirian. Daripada bengong, sambil ngerebus air panas aku nyapu. Karena air belum juga mateng, dan khawatir lupa kalau ditinggal santai, akhirnya aku ngepel rumah.

Pertama kalinya aku ngepel itu rumah besar, yang sudah lama nggak dipel sepertinya karena ditinggal khadimat. Olahraga bener deh siang itu. Nggak berapa lama, satu per satu keluarga pulang ke rumah itu, karena acara sudah selesai. Satu per satu adik-adik Eyang juga mampir untuk sungkem ke Eyangku yang  tertua.

Setelah makan siang, tugasku kadang mengasuh duo krucil yang begitu aktif. Mamas asik main wastafel, sampai bajunya basah nggak mau berhenti. Diiming-imingi main ikan baru stop. Ternyata di belakang, berlanjut main air ples ikannya juga sampe pada mabok. Adeknya nggak mau kalah. Setelah basah semua, aku mandiin mereka.

Duh, masing-masing pegang shower. Nyemplung ember. Kepleset. Nyiram kakaknya. Dan nyiram aku. Nggak mau pake sabun. Heboh bener deh di dalem kamar mandi. Akhirnya dipaksa berhenti mau juga. Udah ganteng-ganteng, pake baju koko kebesaran, ehh.. guling-gulingan lagi di bagasi mobil -_-

Begitu udah kotor, minta gendong… Yak, pasrah. Mamas malah abis megang jip kotor punya pakdenya, dengan asik ngelap ke gamisku.. ah pintaaar. Hahaha. Tapi tetep, karena mamas kadang nurut juga, aku kerjain untuk cium aku.. dan dia mau aja. Kadang pipi bakpaunya yang keras juga kucium. Biarpun suka lari-larian, mereka itu lucuuu dan menggemaskan.

Kalau Mamas kecil sudah mulai serangan “Itu apa” dan “Kenapa sih” aku kadang nggak berkutik. Semuaaa ditanyain kenapanya. Pokoknya kalo ngobrolin mereka nggak ada habisnya deh. Tapi cukup bikin otot tegang karena harus ngawasin adeknya yang jalan masih sempoyongan tapi maunya lari-larian mulu.

Motoin mereka beberapa. Karena ternyata batere tinggal 1% hehe, nggak ngecek. Sayang ga bisa moto si kucing nakal yang hobi ngejar ekor emaknya dan nyuri ikan pancingan anak-anak.

Malam itu aku menghabiskan 2 gelas kopi. Berkat mamas dan dedek yang aku cinta :* Love yoouu.. Oya, mamas ngambek nggak mau pulang, lucu banget deh. Inget dulu juga aku ngunci diri di kamar nggak mau pulang padahal besoknya sekolah. Terus karena dedek suka kembang api, malem abis beli pampers mereka beli kembang api. Udah kebagian satu-satu, eeeh ga bisa nyala semuaaa. Kasian banget deh, padahal mereka ngarep banget, hihi. Akhirnya aku pulang, udah kuajakin pulang juga gak mau, eh pas kami pergi si mamasnya lemes gitu.